Image Background
header
Bagaimana menghadapi Office Politic?12/10/2011Pertanyaan :
Dear Pastor,

Office politics adalah tantangan yang mesti kita hadapi di dunia profesional. Bentuk yang paling halus adalah kadang kita tak mengatakan hal yang sebenarnya, demi "saving face" atasan kita atau diri kita sendiri. Padahal kita tahu bahwa tak mengatakan yang sebenarnya, atau hanya sebagian dari kebenaran, adalah bentuk kebohongan, walaupun "white lies". Bentuk yang lebih agresif adalah "menyerang" balik saat kita "diserang" oleh kolega maupun anak buah, atau bahkan oleh atasan kita sendiri, dengan segala macam intrik, yang intinya kita kelihatan bagus, orang lain kita tak peduli, dengan alasan "self-defense". Ada juga motivasi untuk naik jabatan membuat kita bermain "office politics", karena mesti diakui, kadang seberapapun keras dan bagusnya kerja kita, kolega yang paling pintar mengambil hati atasan, biasanya mampu menyelip di tikungan dan naik jabatan lebih dahulu. Menurut Bapak, bagaimana orang Kristen seperti kita mesti bersikap dalam "office politics" ini?
Amelia-Jakarta


Jawaban :

Re: Pertanyaan konsultasi untuk Web GBI Putera

Menurut para psikolog, dalam menghadapi sesuatu "ancaman", manusia bisa memakai beberapa "defense mechanisms". Ancaman ini bisa "real" atau bisa saja hasil asumsi atau prasangka. Defense mechanism dipakai supaya kita bisa bertahan menghadapi berbagai "serangan" terhadap diri kita.

Beberapa contoh "defense mechanisms" ini:
1/ Denial - menyangkal sesuatu hal yang bagi orang lain sudah terang benderang. Contoh sepele: teman saya memberi tahu saya bahwa ada noda di muka saya. Tanpa memeriksa dulu, saya langsung menyalak, "Nggak mungkin. Wong saya baru cuci muka 5 menit lalu kok!"
2/ Marah - kita bertanya dengan baik baik, eh malah dia yang lebih galak! Marah dipakai sebagai senjata untuk membuat orang tidak bertanya atau bertindak lebih jauh.
3/ "Withdraw" - diam kalau diajak bicara, tidak mau bergaul lagi dengan teman dll, supaya tidak ditanya-tanya.
4/ Justifikasi - berupaya membenarkan suatu perbuatan yang dilakukan karena dia berada dalam suatu posisi tertentu. Contoh: saya terpaksa merampok supaya bisa beli susu buat anak.
5/ bohong - baik "putih" maupun "hitam".

Defense mechanism dipakai dalam office politics karena tempat kerja adalah tempat yang penuh "ancaman" dan persaingan keras. Pertaruhannya adalah masalah hidup mati (survival), makan atau tidak makan. Di tempat kerja, kebanyakan orang berada dalam "survival mode", dimana yang banyak dipakai adalah insting manusiawi kita. Teman-teman kita adalah juga saingan, yang berpotensi membuat anak kita kelaparan atau putus sekolah!

Bagaimana sikap kita sebagai orang Kristen dalam menghadapi office politics?
Ada prinsip-prinsip Alkitab yang luar biasa yang ternyata sangat efektif untuk diterapkan di pemerintahan, gereja, tempat kerja maupun rumah tangga. Memang, sekilas pandang, beberapa prinsip Alkitab sangat "konyol", "lemah", "tidak logis" dll. Contoh: perkataan Yesus "kalau kamu ditampar pipi kiri, kasihkan sekalian pipi yang kanan". Bukankah prinsip demikian akan membuat kita diinjak-injak orang terus? Tetapi sejarah dunia membuktikan kekuatan perkataan Yesus ini, yang dipraktekkan dengan efektif oleh Mahatma Gandhi di India dan Martin Luther King Jr di Amerika Serikat. Mereka menyebutnya "non-violence".

Beberapa saran untuk anda yang menghadapi office politics:
1/ Jadilah berkat untuk teman kantor anda. Praktekkan kasih di tempat kerja anda. Hal ini dijelaskan dengan luar biasa oleh Tim Sanders dalam bukunya "Love is the killer apps". Tim Sanders, seorang Kristen, adalah CIO (Chief Information Officer) dari Yahoo!. Dalam bukunya Tim mengatakan bahwa kasih bisa diterapkan dan akan menolong karir seseorang. Prakteknya antara lain: berikan informasi yang anda miliki yang dibutuhkan oleh teman anda, bantulah pekerjaan teman kantor anda (tentu dengan tidak melantarkan pekerjaan sendiri!). Tim sendiri membuktikan dengan karirnya yang menanjak terus. Karena dia menolong banyak orang (praktis tidak punya musuh), maka waktu dia dipromosi, tidak ada seorangpun yang keberatan.
Kata pepatah Tiongkok kuno: seribu teman masih kurang, satu musuh sudah kebanyakan.
Jadi: "defense mechanism" yang paling hebat dalam menghadapi office politics adalah KASIH!

2/ Usahakan sebisa mungkin untuk tidak berbicara negatif tentang siapapun juga. Kita pasti punya penilain negatif tentang seseorang, tetapi "keep it to yourself", jangan cerita ke siapapun juga, apalagi disiarkan!
Dari sisi pragmatis: bisa saja orang yang kita bicarakan suatu hari nanti menjadi atasan kita!
Dari sisi psikologis: semakin kita berbicara jelek tentang seseorang, semakin jelek orang itu dimata kita, dan kita tambah jengkel dan sebal dengan orang itu. Padahal orang itu mungkin bukan rekan satu tim kita, kantornya di lantai lain, kerjanya di divisi lain, tapi dia menjadi duri dalam daging dalam hidup kita.
Dari sisi rohani: Amsal 18:21 berbicara tentang prinsip tabur tuai dengan memakai mulut kita. kita sedang menabur sesuatu yang negatif, suatu hari kita akan menuai yang negatif.

3/ Jangan susah lihat orang senang, ataupun senang lihat orang susah. Maz 37:1-5: Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput, dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Apabila kita melaksanakan prinsip dalam kitab Mazmur diatas, maka karir kita dikantor akan naik terus, tanpa kita perlu menjatuhkan sesama kita, menginjak bawahan kita ataupun menjilat atasan kita. Selamat bekerja menurut prinsip Firman Tuhan.

N.B.
Sedikit catatan mengenai "white lies". Adalah penting kita memahami beberapa hal:
1/ keterbukaan dan kejujuran adalah syarat mutlak dalam menjalin suatu hubungan di manapun juga.
2/ di sisi yang lain, terbuka dan jujur kebablasan tidak baik juga. Jangan menjadi terlalu naif. Beberapa orang tidak siap dengan terbuka yang seterbukanya. Yesus berkata di Yoh 16:12: "Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya."
Berarti kebenaran sekalipun juga harus dibuka bertahap, jangan langsung sekaligus.
3/ ada konsekuensi dari keterbukaan dan kejujuran - kita membuka diri kita untuk diserang. orang yang terbuka harus siap akan hal ini. Jangan terbuka dengan rahasia perusahaan (contoh), apalagi sampai diceritakan ke saingan perusahaan kita.

Jadi "white lies" boleh tidak? Jangan berbohong, tetapi ada cara lain supaya kita bisa menyimpan rahasia tertentu yang sudah dipercayakan kepada kita. Contoh: saya belum bisa berbicara saat ini.

Jangan berbohong untuk menutupi kesalahan kita. Masalah dengan orang berbohong adalah dia harus mengingat-ingat apa yang dia ucapkan kemarin atau minggu lalu atau bulan lalu. Lalu sering kali dia harus membuat kebohongan ke dua untuk menutupi kebohongan pertama, dst.
Light of Life Bagaimana menghadapi Office Politic?
batas
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT