Image Background
header
Doa M A K A  N
M A K A N
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." – Mat 4:1-4

Makan… ini salah satu kata terpenting dalam hidup manusia. Mau punya buanyak teman? Sering-sering traktir orang makan. Mau mencairkan suasana? Ajak orang makan. Kawinan? Makan… Kedukaan? Makan… Nganggur? Makan… Ngobrol? Di kopi tiam, tentunya sambil makan…

Manusia tidak akan pernah bisa hidup tanpa makanan. Tetapi makanan tidak hanya untuk mengenyangkan perut dan memberikan enerji. Makanan sudah menjadi sarana perekat hubungan antar manusia. Kalau ada kegiatan kumpul di rumah si X dan tidak disediakan makanan (entah besar atau kecil), rasanya aneh. Diajak makan adalah upaya membangun hubungan. Menolak undangan makan tanpa alasan adalah tindakan yang melukai. Makanan juga menjadi teman saat sendirian. Makanan adalah pelarian selagi galau.

Kalau benar makanan begitu pentingnya buat kita, karena kalau dia tidak ada kita akan mati, mengapa kita tidak memperhatikan atau mewaspadai apa yang masuk ke dalam diri kita? Aaahh... ada yang menjawab: kita makan apa saja. Kita makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Makanan apapun jadi. Bagus… Sekalipun jawaban ini bagus, tapi sering kali dia dipakai sebagai alasan untuk makan makanan tidak sehat.

Ada beberapa orang yang kelihatan sehat tapi mereka sebenarnya sakit. Cuma penyakitnya belum atau tidak kelihatan. Begitu juga, ada orang orang yang kelihatannya cukup makan, bahkan sampai berlebihan, tetapi mereka sebenarnya kekurangan makan atau gizi. Saudara bisa dianggap kekurangan makan kalau saudara sebenarnya membutuhkan makanan A tetapi saudara makan makanan B.

Apa yang terjadi di jasmani bisa kita aplikasikan ke rohani. Yesus menaruh perhatian besar terhadap makanan. Berkali-kali kita baca di Injil tentang Juru Selamat kita menghadiri pesta, makan dirumah orang, memberikan makanan kepada ribuan orang, mengajak makan murid-murid-Nya, sampai menyiapkan makanan buat mereka bahkan ketika Dia sudah bangkit dari kematian.

Sedemikian dikenalnya hubungan Yesus dengan makanan, sehingga salah satu tuduhan terhadap Yesus adalah bahwa Dia adalah seorang RAKUS dan PEMABUK. Hanya, terjemahan bahasa Indonesia sangat sopan. Kata ’rakus’ diganti dengan ’pelahap’ dan ’pemabuk’ diganti dengan ’peminum’.
Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa…" – Luk 11:19

Mengapa Yesus begitu memberikan waktu untuk makanan?

Karena Dia mengenal manusia. Manusia adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup di luar suatu komunitas sosial sesama manusia. Perekat sosial adalah makanan. Yesus membangun hubungan dengan orang-orang melalui makanan, selain dengan cara-cara lain yang Dia pakai.

Sekalipun demikian, menurut Yesus, manusia ternyata memerlukan lebih dari makanan jasmani, entah itu roti atau nasi. Jiwa dan roh manusia juga memerlukan makanan, yaitu setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Jadi ada banyak orang, yang badan mereka kelihatannya kuat dan sehat, sebenarnya dalam keadaan sakit dan lemah. Yang sakit dan lemah adalah roh dan jiwa mereka. Dan itu terjadi karena bagian diri manusia ini tidak diberi makan. Atau kalaupun dikasih makan, hanya 1 minggu 1 kali. Akibatnya roh dan jiwa kita menjadi kelaparan.

Karena tetap perlu makan, maka jiwa kita akhirnya mencari makanan yang tidak benar: buku-buku yang tidak benar, gambar-gambar yang tidak benar, tempat-tempat dan teman-teman yang tidak benar dll. Itu karena jiwa kita kelaparan, ditambah dengan kecenderungan kita terhadap dosa!

Saudara-saudari sekalian, mari kita makan yang benar dan cukup, selain untuk badan kita, juga untuk jiwa dan roh kita. Bagaimana caranya?

Ambil waktu untuk membaca Alkitab! Beri makan jiwa rohmu! Kasihan, sudah lama dia kelaparan…

Langkah praktis: mulailah dengan membaca Amsal, satu hari satu pasal, menurut tanggal pada hari itu. Jadi kalau tgl 1, bacalah Amsal pasal 1. Kalau tgl 7, bacalah Amsal pasal 7.

Lanjutkanlah atau gabungkanlah dengan membaca Injil, pertama dengan Injil Markus, sesudah itu Injil Lukas, dan sesudahnya kitab Kisah Para Rasul. Ini semua adalah kitab-kitab yang mudah dibaca. Saya tidak menjamin bahwa sesudah saudara menyelesaikan pembacaan kitab ini, saudara akan mendapatkan rejeki mendadak sebesar Rp 1 milyar. Tetapi hidup saudara akan diubahkan, kalau saudara memberi makan jiwa dan roh saudara dengan Firman Tuhan!

(pst)
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT