Image Background
header
Fun BERSYUKUR
BERSYUKUR
Tadi malam, waktu lagi menunggu saat-saat ngantuk, seperti biasa gue ngubek-ngubek twitter, dan ketemu salah satu twit yang kasih link ini: http://globalrichlist.com/ . Website ini menarik karena menyuruh kita untuk memasukkan pemasukan kita selama setahun, dan setelah kita masukkan dan klik, akan muncul kita ini ada di urutan keberapa dan berusaha untuk menyadarkan kita bahwa kita ini sebenarnya lebih kaya dari yang kita kira. Bahkan dengan pemasukan $1200 alias Rp 12juta setahun aja alias Rp 1juta sebulan, orang tersebut ada di kumpulan top 36,25%, alias lebih kaya dari 63,75% atau bermilyar-milyar manusia dari populasi dunia ini.
Website ini bagus, karena mengajak kita untuk menyadari betapa beruntungnya kita, betapa kita harus bersyukur. Tapi, apa mau dikata? Banyak dari kita yang manusia (sisanya bukan manusia, lalu apa??), i mean banyak dari kita menjadi manusia-manusia yang ngga mau lihat ke bawah. We take things for granted. Kita waktu lihat foto di bawah ini, waktu baca statistiknya, kita ngga merasakan apa-apa. Udah numb, mati rasa

Can you imagine? Punya makanan di kulkas, punya baju (mau merknya Dior, Versace, Mango, atau cap 2 mangga), punya tempat tinggal di BSD Bumi Serpong Damai ataupun BSD Bangunan Sederhana Doang (kriukk…..maksa banget bos), itu aja udah jadi masuk dalam 8% manusia-manusia ‘terpilih’ dari populasi dunia ini. I am not saying ga boleh punya baju desainer luar negeri yang harganya bikin banyak orang ga perlu pake pemutih wajah lagi karena sangking pucatnya wajahnya begitu dengar harga bajunya, I am just saying, jgn pernah menjadikan itu sebagai obsesi yang akhirnya bikin kita ga bersyukur, bikin hidup ga hidup. Hidup itu ga hidup bukan karena ga pernah makan di hotel bintang lima, or baju desainer, or rumah mewah. Yang bikin hidup ga hidup adalah meskipun kita sehari 3x makan di hotel bintang 5 di jantung ibukota, baju dari baju luar, baju dalam, topi, kaos kaki, sepatu semuanya branded, rumah di Beautiful Hut alias Pondok Indah , tetap aja ga puas, ga hepi. Btw, dulu gue pernah kenal seseorang yg tergila-gila dengan merk GUCCI, bukan guci dari tegal ya! Sandal kamar mandinya aja Gucci, tempat tissuenya aja Gucci x_x , minum teh merknya teh Gucci….er….maap salah, teh poci maksudnya. Dan apakah semua barang bermerk ‘Gucci ajaib’ itu membuat hidupnya lengkap? Ngga juga. Gue berani bilang kayaknya gue dulu lebih hepi daripada dia.
Di Twitter juga gue pernah nemu kata-kata ini: be grateful, for your boring life, your crappy old car, your dysfunctional family, etc. Many would kill to have those.
You think your life is boring? Tiap hari cuma duduk di kantor, kerja, gitu-gitu aja. And akhirnya bikin kita ngomel-ngomel? Berapa banyak roang-orang di luar sana yang udah nganggur bertahun-tahun and would kill to have a job? So, bersyukurlah punya kerjaan, punya penghasilan.
You think you are driving a crappy old car? Ini sekarang lagi hujan when I am writing this. And I will always remember gimana rasanya kalau hujan, pas lagi naik motor. Ribetnya minta ampun. Ngga bawa jas hujan, mesti cari tempat berteduh dulu, jadinya ‘lumpuh’. Bawa jas hujan juga belum tentu ngga bakalan basah. Gue pernah naik motor dari Kemang sampai ke Kedoya, sepanjang jalan hujan gede, Jas hujan gue malah dobel. Udah pake yang model jaket dan celana, gue timpa lagi dengan yang model poncho. Tetap aja gue basah sampai ke dalam-dalam. Gue juga masih ingat gimana rasanya dulu ngejar-ngejar metro mini waktu masih naek kendaraan umum. Bertarung nyawa beneran. Kalau kita mau turun, kadang-kadang di turunin di tengah, bukan di pinggir jalan, Dan lebih sering bis nya ga berhenti total, kita disuruh loncat. Gue ingat dulu di Gunung Sahari gue pernah jatuh sekali gara-gara ‘salah kaki’ waktu disuruh loncat dari bis. So if you are in your car right now, and kering, ga basah, kalau mau turun dari mobil ga perlu loncat, ga perlu desak-desakan, bersyukurlah. Kalau orang yang naik motor dan naik angkot aja bisa bersyukur, masa yang naik mobil justru yang sengsara karena ga bisa bersyukur? Ga masuk akal….
Kalau mau dicari-cari, selalu ada hal-hal yang bisa kita keluhkan, yang bisa bikin kita ngomel. Orang yang ga mau bersyukur sih biasanya adaaaa aja bantahannya kalau dikasih tau. Tetapi, demikian juga dalam hal bersyukur, kalau kita mau cari-cari, selalu ada hal-hal yang bisa kita syukuri. And it’s a good thing kalau kita bisa bersyukur.
Orang kaya itu belum tentu lebih bahagia. We know that, but we refuse to believe it. Dan selalu ada yang protes kalau gue ngomong begitu. It doesn’t matter kalau ada yang protes. Dijalani dulu baru tahu deh. Money does make certain aspects in our lives easier, tapi kalau kita jadi orang ga bisa bersyukur, tetap aja deh hidup kayak orang susah. Tetangga punya rumput hijau, kita ga punya rumput? Bersyukur aja, kita bisa menikmati keindahan rumput tetangga tanpa perlu kita yang cape-cape ngerawatnya. (Apaan ini??? Mulai ngaco). Cabut dulu ahhh, daripada tambah ngaco. Pengen belajar bersyukur.

Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT