Image Background
header
Fun COUPLES RETREAT
COUPLES RETREAT
Menyegarkan Kasih di Couples Retreat GBI Putera 2013

Selama 25 tahun Alzheimer mengambil alih kehidupan Muriel McQuilkin, istri dari Robertson McQuilkin, Presiden Columbia Bible College dan Graduate School. Seiring dengan makin parahnya penyakit tersebut, di tahun 1990, McQuilkin mengundurkan diri dari jabatannya untuk merawat istrinya sepanjang waktu. Muriel tidak lagi mengenali suaminya sendiri di tahun 1993. Muriel McQuilkin akhirnya meninggal di tahun 2003, di usia 81 tahun.
Berikut penggalan kisah McQuilkin, saat diwawancara oleh Christianity Today, tak lama setelah kepergian Muriel.
Tiap pagi saya menyiapkan sarapan, masuk ke kamar, menyalakan lampu, dan mendapatinya bangun dari tidurnya. Sayangnya pada satu atau dua tahun terakhir masa hidupnya, ia tak banyak membuka matanya. Biasanya, di pagi hari ia membuka matanya dan saya menyuapinya. Kemudian, tentu saja, saya harus membantunya mandi dan berganti pakaian. Kalau cuaca sedang cerah, saya akan membawanya ke taman di atas kursi rodanya, dan ia akan duduk di sana selama dua sampai empat jam. Setelah itu, memberinya makan siang. Ia perlu dibersihkan tiap empat jam.
Itulah kehidupan yang dijalani oleh McQuilkin selama 13 tahun. Walaupun harus meninggalkan karir yang cemerlang demi istri yang tak lagi mengenalnya, McQuilkin mengatakan bahwa merawat dan melayani istrinyia sampai akhir hayat sang istri adalah sebuah “hak istimewa”. McQuilkin mengatakan bahwa ia tetap mengenali dan mengasihi istrinya sampai kapanpun. Sampai saat wawancara berlangsung pun, ia mengaku masih merasa kehilangan Muriel.
Sebuah kisah mengharukan tentang komitmen seorang suami terhadap istrinya, “in sickness and health until death do us part”.
Komitmen adalah salah satu dari lima pilar kehidupan suami – istri yang dibahas dalam Couples Retreat GBI Putera yang diadakan di Mason Pine Hotel, Bandung, pada tanggal 14-15 Oktober 2013.
Pilar pertama adalah: Kasih. Tiap suami pasti mengasihi istrinya, begitu pula sebaliknya. Namun kadang cara menyatakan kasih tersebut berbeda sehingga tak jarang seorang istri tidak merasa disayang oleh suaminya, sementara Sang Suami mengaku sudah bekerja keras untuk membuat istri dan anak-anaknya bahagia. Agar sama-sama menangkap perwujudan kasih tersebut, maka dalam retreat ini diajarkan mengenai Bahasa Kasih yang pertama kali diperkenalkan oleh Gary Chapman, seorang relationship counselor.
Pilar ke dua adalah Kepercayaan. Kepercayaan itu sulit dibangun namun mudah hancur. Oleh karena itu suami dan istri mesti peka membaca hal-hal apa yang bisa membuat pasangan mereka terus dan makin percaya pada mereka. Selalu terbuka, memberi tahu pasangan saat bepergian ke mana saja, dan jangan pernah berbohong (dalam hal ini tidak ada istilah white lies), rupanya beberapa jurus untuk mempertahankan kepercayaan itu.
Pilar ke tiga dalam sebuah pernikahan adalah Saling Menghormati. Belajar mendengarkan saat pasangan berbicara, belajar menerima pendapat dari pasangan, ternyata mudah diucapkan tapi tak selalu mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu dalan retreat ini, pentingnya membuat pasangan merasa dihargai kembali diingatkan.
Pilar ke empat adalah Saling Mengerti. Untuk dapat mengerti, tentunya diperlukan komunikasi yang lancar. Lancar dalam arti si penyampai pesan dan penerima pesan berada dalam tingkat pemahaman yang sama. Kata-kata yang sama, bisa memiliki arti yang berbeda bila disampaikan dalam keadaan yang berbeda, apalagi kalau perasaan dan timbunan kekesalan sudah mulai bermain. Oleh karena itu, dalam topik ini suami-istri kembali diajak untuk terus melakukan cek dan ricek, mengenai apa maksud dibalik sebuah perkataan atau pesan, agar tidak salah paham.
Senyum yang mengembang, gandengan tangan, ciuman di pipi, tepukan di punggung antara suami-istri peserta retreat ini menjadi pemandangan yang indah saat acara terakhir ditutup. Tiap pasangan menuliskan sebuah komitmen dalam secarik kertas dan mendoakannya, agar Tuhan sendiri yang meneguhkan komitmen tersebut.
Waktu terasa sangat cepat berlalu saat kita sedang menikmati momen yang menyenangkan. Itulah yang dirasakan oleh para peserta retreat kali ini. Semoga bertemu kembali di retreat berikutnya, Tuhan memberkati!

Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT