Image Background
header
Fun Kenapa GBI Putera, cerita dari Roseto
Kenapa GBI Putera, cerita dari Roseto
Kenapa GBI Putera? Cerita dari Roseto.

Pada artikel sebelumnya, saya menceritakan pengalaman pribadi berkenalan dengan bapak gembala Sukirno Tarjadi dan ibu gembala Ailin melalui suatu peristiwa dalam kehidupan kami. Saya kemudian melakukan perenungan mengenai komunitas GBI Putera, mengapa saya menjadi bagiannya dan peran apa yang seharusnya saya jalankan sebagai bagian komunitas GBI Putera.

Kemudian perenungan tersebut mendapat referensi yang menarik dari buku yang berjudul ‘Outliers – the Story of Success’, karangan Malcom Gladwell. Outliers sendiri dalam definisi statistik berarti suatu keadaan luarbiasa yang tidak bisa diterangkan penyebab terjadinya – banyak orang sukses memang tidak gampang dicerna penyebabnya, apalagi ditiru!

Dalam konteks buku tersebut, Gladwell berusaha menerangkan bahwa keberhasilan seseorang tidak melulu karena faktor talenta, tetapi banyak faktor lain yang terlibat didalamnya, seperti budaya seseorang, tempat dimana seseorang dibesarkan, sistem dan nilai yang berlaku hingga kesempatan-kesempatan yang menghampiri hidup seseorang. Contohnya, kita semua hampir yakin kalau Barack Obama memutuskan melanjutkan sekolahnya di Indonesia dan bekerja di Jakarta kemungkinan besar Obama tidak akan menjadi Presiden pertama kulit (asli) hitam di Indonesia.

Dalam konteks rohani, jelas sekali resepnya mendahulukan pekerjaan untuk kerajaan Allah dan menunggu sesuai dengan waktu-Nya merupakan rahasia Allah dalam mencukupi umatnya, dan kita semua pasti setuju Allah yang ‘mencukupi’ kita itu artinya luar biasa cukup!.

Pengarang buku ini mengangkat kisah sejati (true story) mengenai komunitas Roseto. Dalam hal ini, kesuksesan luar biasa dari komunitas Roseto adalah mereka terbukti secara medis sebagai komunitas tersehat di Amerika yang pernah dicatat. Hampir semua orang di Roseto meninggal karena faktor umur tua, bukan karena penyakit. Komunitas itu memiliki tingkat kriminal sangat kecil dan hampir tidak ada masalah dengan narkoba maupun minuman keras.

Jejak keberhasilan tersebut diawali pada tahun 1896 ketika Pastor muda Pasquale de Nisco menjalankan tugasnya di gereja bunda Karmel di kota kecil yang bernama Roseto, di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat. Kota Roseto sendiri berasal dari nama suatu desa di Italy. Tak heran, kota kecil ini didirikan oleh komunitas kelompok migran yang berasal dari desa Roseto di Italia pada tahun 1882.

Dalam menjalankan tugas pastoralnya, Pastor Nisco mengembangkan komunitas Roseto secara spiritual maupun pembangunan fisik (infrastruktur). Pastor Nisco menganjurkan komunitas Roseto dengan menanam segala macam tanaman yang dapat mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membangun kota secara bersamaan. Demikian juga, dia membolehkan diadakan perayaan-perayaan. Singkat kata, komunitas Roseto bertumbuh sangat pesat secara spiritual maupun fisik. Selang beberapa dekade kemudian komunitas Roseto semakin tumbuh berkembang, tetapi nama Roseto tidak akan terkenal sebelum seorang dokter yang bernama Stewart Wolf diawal 1950an melakukan penyelidikan lanjutan setelah mendengar cerita dari rekannya seorang dokter yang menyatakan keheranan bahwa sangat jarang sekali ditemukan pasien penderita jantung yang berumur diatas 65 tahun yang berasal dari Roseto.

Dokter wolf dibantu dengan teamnya melakukan test darah terhadap penduduk Roseto, hasilnya sangat baik. Kemudian, dokter Wolf menduga komunitas Roseto menjalankan semacam program diet secara bersamaan. Dugaan itu langsung dipatahkan dengan kenyataan bahwa mereka adalah sama dengan orang Italia lainnya yang setiap harinya memasak makanan pasta ala Italia dengan bumbu-bumbunya mengandung kolesterol tinggi. Bahkan, hasil menunjukkan 41% jumlah kalori penduduk Roseto berasal dari lemak. Berikutnya, mereka meneliti kebiasaan komunitas Roseto yang ternyata tidak banyak yang melakukan olah raga, bahkan banyak yang mengalami obesitas (berat badan diatas normal alias sangat subur). Lantas bagaimana dengan faktor genetika? Dan faktor lokasi atau tempat dimana mereka tinggal? Merekapun meneliti semua orang yang berasal dari kampung Roseto (asli Italia) yang kemudian berimigrasi ke Amerika tetapi tidak tinggal di Roseta, Penssylvania. Hasilnya orang yg berasal dari Roseta (Italia) tetapi tidak tinggal di Roseta, Penssylvania mempunyai tingkat kematian hampir sama dengan orang Amerika lainnya. Singkat kata tidak ada yang se-sehat komunitas Roseta.

Akhirnya dokter Wolf sadar bahwa faktor kunci sehatnya komunitas Roseta bukan karena genetika, diet, ataupun kebiasaan berolah-raga, melainkan karena komunitas itu sendiri.
Dalam presentasi kepada komunitas medis, dokter Wolf memaparkan kita selalu berpikir bahwa penyebab utama kesehatan ditentukan oleh keputusan kita, apa yang kita makan, berapa banyak kita berolah-raga dan apakah secara genetika kita bagus. Tidak ada yang berpikir bahwa kesehatan dalam istilah komunitas! Singkat kata, orang-orang di Roseto mempunyai hubungan yang dekat, saling bertegur sapa, dan hidup tolong-menolong.
Argumen dokter Wolf mengatakan bahwa suatu komunitas mempunyai efek yang sangat besar dalam menentukan siapa diri kita termasuk kesehatan kita.

Kenapa komunitas GBI Putera? Karena saya percaya bahwa komunitas ini pertama-tama dibangun oleh kepemimpinan yang mumpuni menjalankan apa yang ditetapkan oleh Allah. Kepemimpanan yang membumi, yang mengenal semua dombanya dan apa yang dihadapinya. Kepemimpinan yang mengajarkan bahwa memberi adalah lebih baik dipraktekan daripada sekedar teori di mimbar. Roh yang murni sedang berhembus dalam komunitas ini. Tak heran kita bertumbuh subur. Impartasi dari roh yang murni adalah tugas dari kita masing-masing. Kita pun bisa berbagi cerita Outliers dari GBI Putera!

FS
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT