Image Background
header
Fun Letting Go Bitterness
Letting Go Bitterness
Saat kita disakiti oleh seseorang yang kita kasihi dan kita percaya, kita menjadi marah, sedih atau galau. Kalau kita terus menerus tinggal dalam lembah duka tersebut, penuh rasa dongkol dan kebencian, maka kita mulai dikuasai oleh keinginan untuk balas dendam dan menunjukkan permusuhan. Kalau kemudian perasaan negatif ini mengalahkan perasaan positif, maka hidup kita akan ditelan oleh kepahitan kita sendiri.
Jika kita tak memilih untuk memaafkan, maka kita akan dirugikan oleh dampak kemarahan dan kepahitan tersebut dalam pengalaman hidup dan hubungan kita di masa depan. Hidup kita terus dililit oleh keburukan di masa lalu, sehingga kita gagal menikmati saat ini. Kita cenderung mengalami depresi dan kecemasan. Hidup terasa tak ada arti dan tujuan, sehingga mengganggu kehidupan spiritual kita juga. Kita bisa kehilangan kesempatan untuk menikmati hubungan yang sehat dan berarti dengan orang lain.
Saat kita memutuskan untuk memaafkan seseorang, situasi, atau apapun yang mengakibatkan kepahitan tersebut, maka kita dapat menikmati:
•Hubungan yang lebih sehat
•Kesehatan spiritual dan psikologis
•Berkurangnya tingkat kecemasan, stress dan kemarahan
•Tekanan darah yang lebih normal
•Turunnya gejala depresi
•Rendahnya resiko ketergantungan pada alkohol, obat-obatan dan makan berlebih

Bagaimana cara memaafkan?

Memaafkan adalah komitmen pada sebuah proses perubahan. Untuk memulainya, kita dapat menempuh langkah-langkah ini:
• Sadarilah pentingnya memaafkan dan dampak positifnya dalam hidup kita saat ini.
•Pikirkan ulang, kejadian yang menyakitkan itu, bagaiman reaksi kita saat itu, dan bagaimana seluruh kejadian sudah menimbulkan kepahitan yang membuat hidup kita tidak nyaman.
•Buanglah sikap mental sebagai “korban” dalam kejadian tersebut. Ambil peran aktif sebagai pihak yang memaafkan.
•Saat kita sudah siap, maafkan semua kejadian dan siapapun yang terlibat dalam kepahitan tersebut, dan fokuslah pada masa kini dan masa depan yang bebas dari tekanan kepahitan.
Saat kita berhasil membuang kepahitan tersebut, hidup kita tak lagi ditentukan oleh bagaimana kita disakiti di masa lalu. Kita bahkan bisa lebih peduli dan punya pemahaman yang lebih jernih terhadap sesama.
Sumber: Mayo Clinic

Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT