Image Background
header
Kesaksian ANUGERAH
ANUGERAH
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia… – 1 Kor 15:10
“Kami seharusnya tidak ada di sini” (We were not supposed to be here…)
‘Kami’ yang dimaksud adalah Kevin Durant dan abangnya, Tony. ‘Di sini’ yang dimaksud adalah di dunia ini.
Kalimat ini diulang 2 kali oleh Kevin dalam pidato di malam penghargaannya sebagai NBA Most Valuable Player 2014 (Pemain Terbaik NBA 2014), ketika dia mengucapkan terima kasih kepada mamanya. Orang-orang merasa bahwa mamanya, Wanda Pratt, seharusnya tidak boleh melahirkan Kevin dan abangnya itu. Mereka terlalu miskin dan susah.
Kalimat ini, diucapkan dengan berderai air mata, membuat saya lama tercenung. We were not supposed to be here… Dan seandainya hal itu benar, dunia tidak akan bisa menikmati talenta yang begitu besar dari seorang bernama Kevin Durant. Seorang mama, dan beberapa saudara, tidak akan bisa menikmati kebahagiaan melihat anak dan saudara mereka menerima kehormatan.
Tetapi yang membuat saya tercenung adalah karena saya sadar bahwa kalimat ini seharusnya bukan hanya untuk Kevin dan Tony. Kalimat ini seharusnya diucapkan buat kita semua. We were not supposed to be here… Kita seharusnya tidak ada di sini…
Saya berasal dari satu tempat di pojok kota Pontianak. Satu parit kecil bernama Parit Pekong mengalir di depan rumah tua tempat kami berdelapan tinggal. Kalau anda pergi ke sana sekarang, anda harus menjalani jembatan kayu yang sudah ada sebelum saya lahir… Selama 5 tahun, dari kelas 2 SMP sampai kelas 3 SMA saya menjadi loper koran. Sekarang, setelah saya berkeliling ke hampir 30 negara di 5 benua, setelah mendapat kehormatan berbicara kepada ribuan orang, saya melihat ke latar belakang saya dan sadar, “I was not supposed to be here…”
Dalam berbagai hal, saya kalah dengan orang-orang lain. Saya kalah dalam pendidikan teologia, kalah dalam hal keberanian/kemantapan, koneksi, dan talenta… Belum lagi tampang yang tidak mendukung (terlalu dingin…he..he…) Maka nanti, ketika saya menghadap kepada Majikan Agung saya, Yesus Kristus Anak Allah, saya akan bertanya, “Tuhan, kenapa Tuhan pilih saya?”
Kalau sekarang saya ditanya pertanyaan ini, maka jawaban saya adalah ‘anugerah’, seperti yang Rasul Paulus katakan: Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia…
Kita seharusnya tidak ada di sini. Kalau kita bisa menikmati apa yang kita miliki, itu semua karena anugerah Tuhan saja. Kalau hari ini anda masih bernafas, itu karena anugerah. Kalau hari ini anda masih bisa melihat istri, suami, anak, orang tua… kalau hari ini anda masih bisa makan… kalau hari ini anda masih bisa melihat… bekerja… beraktifitas… itu semua karena anugerah… because we were not supposed to be here. Karena itu kita patut bersyukur…
Selain faktor anugerah, ada faktor lain juga yang membuat kita bisa ada hari ini. Ada orang-orang yang Tuhan pakai untuk menolong kita. Dan bisa jadi itu adalah mama kita.
Ketika ada hal yang baik terjadi pada anda, saya tidak tahu anda bagaimana, tapi saya cenderung melihat ke belakang kepada apa yang membuat saya bisa ada di sini. – Kevin Durant, pidato malam penghargaan MVP.
Kata-kata ini mencerminkan ucapan Yesaya 51:1:
TUHAN berkata: "Dengarlah Aku, hai kamu yang ingin diselamatkan dan datang kepada-Ku minta pertolongan. Ingatlah gunung batu dari mana kamu terpahat, dan penggalian batu dari mana kamu digali.
Kevin Durant mengingat bahwa semua pencapaiannya adalah karena ada seorang mama yang mengajar dia percaya, memberi dia semangat.
Ingatan saya yang paling kuat tentang mama dan saya di masa kecil adalah mama mengajar saya dan koko naik sepeda. Kami bangun jam 4.30, supaya tidak mengganggu orang lain dan juga supaya tidak kelihatan orang kalau sampai jatuh berkali-kali…
Mama saya kuat sekali. Dia memegang sepeda dari belakang, lalu kami disuruh mengayuh, dan dia berlari sambil memegang sepeda. Kami jatuh berkali-kali…nabrak pohon pisang…dan mama tidak ada capeknya, sampai kami bisa.
Sampai hari ini, ketika dia berumur 77 tahun, mama saya masih belum bisa naik sepeda…
Siapakah yang saudara patut datangi untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan mereka? Istrimukah? Suamimukah? Orangtuamukah? Tuhanmukah? Gurumukah? Lakukanlah itu.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT