Image Background
header
Umum GAYA HIDUP
GAYA HIDUP
…hiduplah di dalamnya… – 1 Tim 4:15
Creflo Dollar memiliki 2 mobil Rolls-Royce (harga perbiji: Rp. 10 milyar). Kemana-mana, kalau terbang, dia naik pesawat jet pribadi Gulfstream (harga pesawat: Rp. 750 milyar, diskon 0.5% untuk yang tebal muka menawar). Setiap kali tampil, dia selalu memakai baju merk Armani (harga per stel: Rp. 20 juta). Bapak Dollar adalah seorang pendeta. Apakah ada hubungannya antara kekayaannya dan namanya? Kalau ada, mari kita ramai-ramai ganti nama.
Menurut Pdt Dollar, semua kekayaan ini adalah karena imannya kepada Tuhan, yang dia tunjukkan melalui gaya hidupnya yang mewah. Bagi beliau, gaya hidup mewah itu tidak salah, tapi mencerminkan berkat Tuhan dalam hidupnya. Penekanan saya di sini bukan mengkritik kekayaannya, tapi kata ‘gaya hidup’. Pak Dollar ini, dari satu sisi, menunjukkan satu hal yang penting: iman kita harus tercermin dalam gaya hidup kita.
Mari saya jelaskan apa yang saya maksud supaya saudara jangan mengira saya mendukung gaya hidup pendeta Dollar.
Iman bisa saja hanya menjadi pengakuan di mulut.
Kita mengaku kita percaya kepada Tuhan, tetapi gaya hidup kita tidak mencerminkan pengakuan kita.
Kita bilang kita bersandar pada Tuhan, tetapi terbenam dalam kekuatiran.
Kita bersaksi kita beriman, tetapi berkubang dalam kenajisan.
Kita berkoar kita murid Tuhan, tetapi hidup tanpa pertobatan.
Iman tidak boleh hanya berhenti di pengakuan, sekalipun dia diawali oleh pengakuan, dan pengakuan adalah bagian dari iman. Setelah pengakuan, iman harus bertumbuh kepada perbuatan, bahkan sampai menjadi gaya hidup. Atau, kalau menurut bahasanya Rasul Paulus di 1 Timotius yang dikutip di atas: hiduplah di dalamnya.
Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. – 1 Tim 4:15
Pengakuan tanpa perbuatan ini ditegur oleh Tuhan Yesus:
"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? – Luk 6:46
Kata ‘gaya’ adalah kata yang menunjukkan hal-hal yang bersifat kelihatan/di luar. Kata-kata seperti: ‘gaya jalan’, ‘gaya main’, ‘hanya gaya saja’ memberi kesan kedangkalan. Tetapi ketika ditambah dengan kata ‘hidup’, dia menjadi dalam. ‘Gaya hidup’ artinya sesuatu yang sudah mendarah-daging, tidak terpisahkan. Ketika ‘iman’ sudah menjadi ‘gaya hidup’, iman tersebut sudah merasuk sampai ke dalam kepribadian orang tersebut.
Nilai-nilai kehidupan Kristen haruslah lebih dari sekedar pengakuan. Dia harus menjadi gaya hidup. Ucapan syukur, ketaatan, pengampunan, kemurahan dll adalah hal-hal yang bisa kita yakini dan terapkan sedemikian rupa sehingga nilai-nilai ini menjadi gaya hidup.
Bagaimana caranya?
1. Menerima nilai-nilai tertentu sebagai kebenaran. Kalau saudara tidak menganggap suatu nilai sebagai kebenaran, saudara akan susah menerapkan hal itu menjadi gaya hidup. Contoh: mengampuni; kalau saudara tidak menganggap mengampuni sebagai kebenaran, saudara akan susah mengampuni orang yang bersalah kepada saudara.
2. Memegang erat nilai-nilai itu dalam hidup saudara. Kalau ada orang yang memberikan bantahan atau nilai-nilai itu, saudara tidak akan terpengaruh. Kalau ada hal tertentu dalam hidup ini yang menunjukkan nilai yang bertentangan, saudara tidak akan goyah. Umpama: nilai kejujuran. Saudara percaya orang jujur disayang Tuhan. Lalu ada si tukang bohong yang hidupnya enak, kaya raya, makmur, banyak teman. Hal ini tidak menggoyangkan nilai kejujuran dalam hidup saudara.
3. Menjalani hidup berdasarkan nilai-nilai itu. Keteguhan kita terlihat ketika kita menderita justru karena berpegang kepada nilai-nilai yang kita yakini. Kalau kita hanya berpegang kepada satu nilai karena dia menguntungkan kita, maka nilai itu menjadi rapuh. Begitu pencobaan datang, dia akan hancur. Tetapi kalau kita bisa tetap hidup sesuai dengan pengakuan kita saat kita menderita karena nilai-nilai itu, maka itu menjadi berharga di mata Tuhan.
Tuhan Yesus, Panglima Kerajaan Allah, menguatkan saudara semua; menguduskan dan memperlengkapi saudara untuk masuk dalam gaya hidup Kerajaan-Nya.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT