Image Background
header
Umum 2  0  1  7
2 0 1 7
26 Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." 27 Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.
(Ibr 12:26-27)

Tahun 2016 baru saja berlalu. Catatan menunjukkan bahwa 2016 adalah tahun yang penuh gejolak.
Rakyat Inggris memutuskan untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa. Goncanganan besar terjadi di Eropa karena hal yang tak terduga ini.
Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, sesuatu hal yang sama sekali tidak terpikirkan ketika dia mencalonkan diri tahun lalu. Berbagai upaya masih terus dilancarkan oleh musuh-musuhnya untuk menggagalkan pelantikannya di bulan Januari 2017. Jepang pusing, Tiongkok jengkel, Eropa bingung, Meksiko lemas dengan terpilihnya Trump.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menjadi terdakwa di pengadilan atas tuduhan penistaan agama.
Demo besar-besaran pada tgl 4 November melanda ibukota Jakarta. Sekalipun berlangsung damai, demo ini semula sempat menimbulkan kekuatiran akan pecahnya kerusuhan.
Bagaimana dengan tahun 2017?
Tahun 2017 dan tahun tahun selanjutnya akan menjadi tahun yang lebih bergejolak dibandingkan dengan tahun 2016. Hal ini menggenapi nubuatan Alkitab, salah satunya di Ibrani 12:26-27 yang kita kutip di atas. Gejolak dan goncanganan akan menjadi ciri kehidupan manusia menjelang kembalinya Tuhan Yesus ke bumi ini. Berbagai sisi kehidupan manusia akan digoncangkan sehingga manusia akan dibingungkan dan kehilangan pegangan, dan akan mengalami tekanan dan gangguan secara mental. Itu sebabnya menurut ramalan WHO, pada tahun 2020 depresi akan menjadi penyakit utama nomor 2 di dunia, hanya kalah dari penyakit jantung. Pada tahun 2030, depresi akan menjadi penyakit nomor 1 di dunia.
Bagaimanakah kita bersikap menghadapi gejolak dan ketidakpastian ini?
Ibrani memberikan jawabannya di 12:28:
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
Semua yang bisa digoncangkan akan digoncangkan, tapi ada satu dan hanya satu hal saja yang tidak tergoncangkan: Kerajaan Tuhan. Kerajaan ini adalah kerajaan yang kekal, tetap kokoh, tetap bertahan dan tetap ada sampai selama-lamanya.
Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. (2 Pet 1:11)
Kita semua adalah warga Kerajaan ini melalui kelahiran kembali oleh iman percaya kita kepada Yesus Kristus. Karena itu, kita harus terima dan percaya bahwa kita ada dalam satu Kerajaan kekal yang tak tergoncangkan. Dunia boleh jungkir balik, tetapi Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita tidak tergoncangkan, tetap kokoh sampai selama-lamanya. Dan kita sebagai warga kerajaan ini, juga akan aman dan tidak ikut tergoncangkan, apapun yang terjadi dengan dunia ini.
Oleh karena itu, penulis Ibrani mengajak dan mengajar kita untuk melakukan 2 hal, sebagai mana disebutkan di Ibr 12:28:
Satu: mengucap syukur. Ucapan syukur memiliki kekuatan yang sangat besar dalam menguatkan seseorang ketika dia ada dalam tekanan. Seseorang yang mengucap syukur menyatakan bahwa di tengah-tengah pergumulannya, masih ada banyak hal yang baik dalam hidupnya. Bahwa sekalipun banyak goncangan terjadi, hari depannya adalah indah di dalam Tuhan. Bahwa sekalipun dunia membingungkan sekali, tetapi dia akan baik baik saja karena Tuhan menyertai dia. Haleluyah! Orang yang sering mengucap syukur, kata orang Betawi, kagak ada matinye…
Dua: beribadah kepada Allah. Jadi, dalam menghadapi kehidupan yang makin bergejolak, mari kita rajin beribadah. Dalam ibadah kita menerima kekuatan dari Tuhan melalui Firman-Nya. Melalui ibadah kita berjumpa dengan saudara-saudari seiman. Dalam ibadah sukacita memenuhi kita ketika kita menaikkan pujian bagi Dia. Tetapi ibadah kita harus kita lakukan dengan cara yang berkenan kepada Dia, yaitu dengan hormat dan takut. Artinya kita tidak sembarangan dalam ibadah kita. Kita tahu Tuhan hadir di tengah-tengah ibadah kita.
Tahun 2017 akan menjadi tahun yang penuh berkat Tuhan bagi kita yang adalah warga negara Kerajaan Tuhan Yesus. Amin!
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT