Image Background
header
Umum A   D   A
A D A
16 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya." 17 Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."
(Kej 28:16-17)
Kisah kehidupan Yakub adalah kisah kehidupan yang penuh dengan drama, naik turun, jatuh bangun seperti kisah sinetron.
Dia lahir sebagai kembar dengan abangnya, Esau. Esau lahir duluan, dan Yakub menyusul dengan tangan kecilnya memegang tumit si abang. Makanya dia dinamai Yakub, yang artinya: pemegang lutut. Tapi Yakub juga bisa diartikan lain. Nama ini diambil dari akar kata ‘aqab’ atau ‘aqav’ yang salah satu artinya: penipu.
Sekalipun mereka kembar, tetapi penampilan fisik mereka ternyata berbeda. Esau badannya berbulu, sedangkan Yakub tidak begitu. Kepribadian mereka juga berbeda. Esau suka berburu, Yakub orang rumahan.
Dari kecil sudah ada persaingan antara dua abang-adik ini. Orang tua mereka juga tidak bijaksana dengan masing-masing memiliki anak kesayangan. Esau kesayangan papa Ishak. Yakub kesayangan mama Ribka.
Yakub besar sebagai anak mami yang melindungi dia dan memanjakan dia. Sewaktu Ribka mendengar bahwa Ishak akan memberkati Esau sebagai anak sulung, dia mengambil jalan pintas demi kepentingan Yakub. Ribka menyuruh Yakub menyamar sebagai Esau dan mencuri berkat anak sulung dari papanya.
Karena hal tersebut Esau menjadi dendam. Dia bersumpah akan membunuh Yakub kalau bapaknya meninggal. Situasi di rumah menjadi tidak nyaman sekali. Jalan keluarnya? Yakub diminta pergi dari rumah untuk sementara, dengan alasan mencari jodoh di kampung ibunya.
Bayangkan seorang yang setiap hari hidup enak, apa-apa dicukupi, tiap hari hanya diam di rumah bersama mama, tiba-tiba terpaksa melakukan perjalanan berhari-hari melintasi gurun pasir dalam keadaan ketakutan dan kebingungan.
Suatu malam di tengah padang gurun, Yakub tidur dan bermimpi. Dalam mimpi itu dia melihat satu tangga yang menghubungkan surga dan bumi, dan malaikat-malaikat naik turun di tangga tersebut.
Lalu dalam mimpi itu, Tuhan muncul di sampingnya dan berbicara kepadanya, memberikan janji-janji yang luar biasa bagi kehidupannya. Disitu Yakub mengalami pengalaman pertamanya dengan Tuhan.
Di tengah-tengah keraguan dan keresahannya, Yakub mendapatkan jaminan ini yang dicatat di ayat 16: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."

Ternyata Tuhan juga ada di padang gurun tandus tanpa manusia…
Banyak orang seperti Yakub. Mereka tidak tahu bahwa Tuhan ada ‘di tempat ini’. Gantilah kata ‘tempat ini’ dengan situasi sdr:
Sesungguhnya TUHAN ada di dalam masalah ini, dan aku tidak mengetahuinya.
Sesungguhnya TUHAN ada di dalam pergumulanku, dan aku tidak mengetahuinya.
Sesungguhnya TUHAN ada di kantor/rumah/penjara/pelarian/tempat kering ini, dan aku tidak mengetahuinya.
Tuhan itu ada dalam berbagai situasi hidup kita, hanya kita sering kali tidak mengetahuinya. Sering kali dalam pergumulan kita, kita menjadi terlalu terpaku pada masalah kita. Kita terpesona pada ukuran masalah kita.
Kita seperti Maria dan saudarinya yang bernama Marta. Ketika saudara mereka, Lazarus, meninggal dan Yesus baru hadir setelah Lazarus sudah dikubur empat hari, kata-kata mereka sama:
"Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." (Yoh 11:21, 32)
Yaahh…sekiranya Engkau ada di sini, tapi sayang…Engkau tidak ada di sini…
Kita lupa bahwa “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini,...."
Pada saat Tuhan ada dan hadir, berarti juga ada mujijat, pertolongan, kelepasan, bahkan kebangkitan!
Yakub berkata, "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."
Sesungguhnya, dimanapun kita berada, tempat itu bisa menjadi pintu gerbang sorga, asal kita sadar, bahwa Tuhan ada di situ…
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT