Image Background
header
Umum A I R   M A T A
A I R M A T A
Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?
Maz 56:9
Anda pasti tidak pernah mendengar nama Lauren Bylsma, Ph.D., ilmuwan di University of Pittsburgh di Amrik sana. Beliau adalah ahli air mata ha…ha…ha… serius. Orang ini sudah melakukan banyak penelitian dan menulis beberapa tulisan ilmiah tentang air mata dan tangisan.
Airmata kok diteliti? Karena air mata ternyata tidak sesederhana yang kita kira. Bylsma menyatakan hal ini dalam karyanya yang berjudul: “The Riddle Of Emotional Tears: Why Do We Cry?” (Teka Teki Air Mata Emosional: Mengapa Kita Menangis?)
Menurut penelitian Bylsma, ada 3 jenis airmata:
1. Air mata basal: ini air mata yang berguna untuk melumasi dan melindungi mata kita supaya mata kita tidak kering. Jenis ini penting sekali untuk menjaga kesehatan mata kita. Air mata jenis ini cukup sering keluar secara teratur.
2. Air mata refleks: ini air mata yang keluar ketika mata kita kena zat tertentu, seperti asap, angin atau (mengiris) bawang merah. Ketika kita mengiris bawang merah, kita sering keluar air mata, bukan karena kasihan dengan bawang yang kita sedang potong, bukan juga karena kita ingat akan tiang listrik yang ditabrak sampai bengkok gitu. Kita keluar air mata karena ada gas sulfur yang dilepaskan ketika bawang diiris. Kalau gas itu kena ke mata kita, maka mata kita secara otomatis akan mengeluarkan air untuk melindungi mata kita.
3. Air mata emosional: air mata yang keluar ketika perasaan kita menggejolak, baik itu yang menggembirakan (seperti menang lotere) atau menyedihkan (seperti sakit sampai benjol sebesar bakpao). Inilah yang sering kita sebut menangis. Ini yang membedakan manusia dengan binatang. Binatang tidak ada yang mengeluarkan air mata emosional. Kita kenal istilah ‘air mata buaya’, karena buaya ternyata sering mengeluarkan air mata sampai mengalir ke pipinya. Tapi itu bukan air mata emosional. Buaya selalu keluar air mata kalau sedang makan. Jelas itu bukan air mata kesedihan. Rasanya juga bukan air mata bahagia. Para ahli sedang menunggu waktu yang tepat untuk mewawancarai buaya tentang hal ini.
Menurut Bylsma, air mata emosional memiliki banyak kegunaan. Dengan kata lain, menangis ternyata banyak manfaatnya. Sebagian kecil manfaat menangis:
 Mengurangi stress. Menangis bisa memberikan kelegaan. Dengan catatan: orang-orang yang melihat tangisan itu bisa berempati. Kalau mereka malah menertawakan, ya malah tambah stress.
 Membangkitkan empati. Melihat orang lain menangis membangkitkan belas kasihan. Karena itulah air mata bisa meredakan konflik.
Ketika Raja Hizkia divonis mati oleh Tuhan melalui Nabi Yesaya, raja duduk menghadap tembok dan berdoa sambil menangis. Lalu Tuhan berbicara kepadanya melalui Yesaya: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi,… Ternyata Tuhan melihat air mata kita.
Air mata kita berharga di hadapan Tuhan. Menurut Mazmur 56 yang kita kutip di atas, air mata kita ditampung oleh Tuhan dalam kirbat-Nya (kirbat = tempat menampung cairan yang terbuat dari kulit kambing atau domba). Bukan hanya itu, Dia juga mencatat penyebab air mata itu mengalir. Bukankah ini adalah gambaran yang indah sekali tentang Tuhan yang berempati dengan kita umat-Nya?
Ketika air mata kita mengalir dan menjadi kering, catatan di tangan Tuhan tidak pernah kering. Dia tahu persis pergumulan saudara dan saya. Dia menampung setiap tetes air mata kita.
Ada saat-saat dalam hidup kita ketika tekanan dan tantangan terasa begitu berat menghimpit kita. Terkadang kita bertanya apakah Tuhan tahu penderitaan kita. Jawabannya jelas: Dia tahu.
Karena itu ketika tekanan datang, mari kita ingat akan Dia yang menghitung kesengsaraan kita, menampung dan mencatat air mata kita.
Tentu kita juga tahu, bahwa Dia tidak hanya mencatat, tetapi juga akan turun tangan menyelesaikan pergumulan kita. Bersama pemazmur kita berseru: “TUHAN akan menyelesaikannya bagiku!” (Maz 138:8)
Kabar yang lebih bagus: suatu hari, kita tidak akan menangis sedih lagi. Di langit dan bumi yang baru, terjadi sesuatu yang indah:
Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." (Wahyu 21:4)
Amin!
Mari kita tinggalkan tahun 2017 dengan keyakinan yang teguh akan penyertaan dan kasih Tuhan Yesus atas hidup saudara dan saya di tahun 2018 dan seterusnya.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT