Image Background
header
Umum A  M  A  N
A M A N
Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? – Mat 26:53

Selama 5 tahun terakhir ini, perusahaan Facebook (FB) menghabiskan uang sebanyak US$ 16 juta (kurang lebih Rp 200 milyar) untuk menjaga keamanan pendiri dan bossnya: Mark Zuckerberg. Sekalipun baru berumur 31 tahun, Zuckerberg sudah menjadi salah satu dari 10 orang terkaya di dunia. Maklum, pemakai FB sekarang berjumlah sekitar 1.6 milyar manusia. Setiap kali pemakai FB login ke FB, mereka disuguhi iklan-iklan. FB, dan Zuckerberg, menjadi kaya dari iklan-iklan itu. Pengawal Zuckerberg berjumlah 16 orang untuk menjaga dia sendiri. Ini belum termasuk pengawal untuk istri dan anak. Ini belum termasuk yang menjaga rumahnya.
Kenapa dia perlu dilindungi? Karena ada ancaman-ancaman terhadap nyawanya.
Dari siapa? Dari ISIS. Dari orang-orang yang pasangannya selingkuh gara-gara Facebook. Dari orang-orang yang merasa dirugikan oleh Facebook. Dari orang-orang yang iri; dan dari orang-orang yang terganggu jiwanya. Jadi orang kaya juga tidak gampang….
Pernahkah saudara merasakan suatu ancaman dalam hidup saudara? Pernah dirampok? Pernah ditodong? Pernah dijambret? Pernah diperas? Pernah mau dipukul? Pernah ditipu? Pernah dirundung alias di-bully? Pernah dipalak oleh preman, baik yang berseragam maupun tidak?
Pernahkah saudara takut? Takut letusan gunung berapi? Takut kualat? Takut kena sakit? Takut kena tsunami? Takut kelaparan? Takut kehabisan uang? Takut kecelakaan pesawat, kapal laut, kereta api, mobil, ojek, sepeda, motor, becak, bemo, jalan kaki? Takut anak alami kecelakaan? Daftarnya panjang sekali…
Semua kita pernah seperti Zuckerberg: merasa tidak aman. Tapi tidak semua kita bisa seperti Zuckerberg: mengeluarkan uang banyak untuk menjaga keamanan diri kita. Jadi, kita gawat dong? Tidak ada perlindungan?
Mari kita pahami baik-baik: sejago-jagonya para pengawal Zuckerberg, mereka tetap tidak bisa menjamin keamanan sang boss sampai sempurna. Presiden AS dijaga lebih dari Zuckerberg. Tetap saja ada yang bisa menerobos masuk ke Gedung Putih, bahkan ada yang sempat menembak presiden.
Karena kita tidak punya uang banyak untuk menyewa pengawal, mari kita cari saja lokasi yang aman. Ada dimana lokasi aman itu? Negara mana di dunia ini yang tidak ada kejahatan atau aman dari bencana? Jawabannya jelas: TIDAK ADA! Bahkan di Vatican sekalipun ada kejahatan.
Jadi? Tidak ada tempat aman? Ada.
Alamatnya? Tempat paling aman di dunia adalah: KEHENDAK ALLAH. Ketika kita berada dalam kehendak Allah, kita sedang ada di tempat paling aman di dunia. Sebab di dalam kehendak Allah ada kuasa Allah, ada perlindungan Allah, ada penyertaan Allah. Semua ini tersedia bagi orang-orang yang ada dalam kehendak-Nya.
Jadi kita harus bertanya: apakah saya saat ini sedang ada dalam kehendak Allah? Kalau saudara kurang yakin, saudara bisa berdoa dan tanya kepada Dia. Dia hidup, karena itu Dia mendengar dan berbicara. Dia akan menjawab pertanyaan saudara, sekalipun belum tentu langsung dan belum tentu terdengar seperti suara manusia biasa.
Tuhan Yesus sedang ada dalam ancaman besar. Ratusan tentara mengepung Dia di Taman Getsemani hendak menangkap Dia. Murid-murid-Nya yang sebelas orang itu bergerak untuk melindungi Sang Guru. Salah satu dari mereka membawa pedang dan memotong kuping salah satu tentara yang datang. Tidak jelas apakah memang dia memang bermaksud memotong kuping atau bermaksud memotong kepala tapi meleset kena ke kuping. Lalu Yesus menegur murid-Nya itu dengan perkataan yang kita kutip di atas. Dia bisa saja minta kiriman pengawal sebanyak lebih dari 12 pasukan. Satu pasukan umumnya memiliki 600 tentara. Jadi total tersedia lebih dari 7200 tentara. Bukan sembarang tentara, tapi pasukan malaikat yang bisa terbang. Semua itu tersedia bagi Yesus dan 11 murid-murid-Nya. Mereka sangat aman. Tidak akan terjadi apa-apa atas hidup mereka tanpa seijin dan sepengetahuan Bapa di surga.
29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 30 Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. (Mat 10:29-31)
Ketika Yesus menyerahkan hidup-Nya ke dalam kehendak Bapa-Nya, ketakutan hilang, keberanian muncul. Maukah saudara memiliki iman dan keberanian seperti itu? Serahkanlah hidupmu ke dalam tangan dan kehendak Bapa kita di surga. Naikkanlah doa singkat ini:
Bapa surgawi, aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan Bapa. Biarlah kehendak Bapa terjadi atas hidupku ini. Dalam nama Yesus. Amin.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT