Image Background
header
Umum A M N E S T Y
A M N E S T Y
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yoh 1:9)
Buat anda-anda yang suka mengeluh hidup ini tidak adil, saya akan memberikan bukti bahwa anda semua benar.
Selama 16 tahun terakhir ini, setiap 3-4 minggu sekali, Ken Modestou naik pesawat selama 16 jam dari London ke Asia. Dia punya urusan penting sekali yang mengharuskan dia melakukan perjalanan sejauh 11.000 kilometer itu. Di pesawat, Ken sudah dikenal sebagai pelanggan setia yang istimewa. Dia duduk di kelas satu yang harga tiketnya Rp 175 juta pp untuk satu orang. Ken bisa tidur di kursi pesawat yang bisa diubah menjadi ranjang mini. Begitu mendarat di negara tujuan, Ken disambut sebagai tamu VIP di pintu pesawat dan langsung dibawa ke hotel bintang 5. Semua keperluan Ken di tempat itu tersedia. Semuanya kelas satu. Dan Ken tidak usah membayar semua tiket pesawat, hotel, makan minum dll. Ditanggung semua. Besok atau lusa, Ken meninggalkan hotel untuk melakukan tugas yang menjadi tujuan dia melakukan perjalanan setengah bola bumi itu. Apa sebenarnya pekerjaan Ken Modestou? Dia adalah tukang cukur rambut. Dia datang ke kota itu, Brunei Darussalam, hanya untuk mencukur rambut Sultan Brunei.
Setiap kali cukur rambut, Sultan Bolkiah hanya mau dicukur oleh Ken. Jadi Ken yang harus ke Brunei tiap bulan. Tidak ada yang tahu berapa Ken dibayar oleh Sultan, tapi diperkirakan Bolkiah menghabiskan total Rp 300 juta tiap bulan hanya untuk cukur rambut saja. Padahal, di hotel Dorchester di London (milik Sultan juga), Ken mematok tarif hanya Rp 600.000,- untuk sekali cukur.
Kita banting tulang seumur hidup belum tentu bisa menabung Rp 300 juta. Orang ini dengan enteng mengeluarkan uang sebanyak itu setiap 3-4 minggu sekali. Hanya.untuk.cukur.rambut. Memang anda benar, hidup ini tidak adil…
Tapi,…tapi… hidup kan harus adil dong? Masak hidup tidak ada keadilan sama sekali?
Pertanyaan saya: dari mana datangnya pikiran dan perasaan bahwa hidup harus adil? Sumbernya dari mana?
Saya yakin pikiran dan perasaan itu muncul karena kita diciptakan dalam rupa dan gambar Allah. Kalau menurut teori evolusi, siapa yang kuat dialah yang menang. Sekalipun kamu benar, kamu akan kalah kalau kamu lemah. Dalam teori evolusi, keadilan berpihak kepada yang kuat dan kaya. Anda lemah? Anda akan binasa. Manusia tidak ada bedanya dengan binatang.
Jadi, kalau kita masih memiliki perasaan keadilan, itu karena kita diciptakan dengan cara yang spesial: dalam rupa dan gambar Allah yang adil. Tidak hanya ciptaan semata; tapi ciptaan yang serupa dan segambar dengan Sang Pencipta Agung.
Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan;… (Maz 11:7)
Tapi, sekalipun Tuhan itu adil, kita masih saja mempermasalahkan keadilan-Nya.
Satu, kita sering kali merasa Dia tidak adil. Harusnya orang jahat langsung ditewaskan saja begitu berbuat jahat. Malah kalau bisa, orang-orang jahat itu ditewaskan SEBELUM berbuat jahat. Dengan demikian dunia ini akan tenang, kejahatan akan hilang. Kenyataannya, orang jahat malah dibiarkan. Berbuat kejahatan malah hidup enak.
Tapi kalau buat diri kita sendiri, kita mau Dia itu sabar sama kita. Memberi kita kesempatan bertobat dan berubah. Kalau orang lain? Hajar langsung aja Tuhan. Jangan terlalu dikasih kesempatan!
Dua, kita merasa Tuhan itu sering terlambat menyatakan keadilan. Kita maunya keadilan terjadi di dalam hidup ini. Tetapi Tuhan punya pendapat lain. Dia akan menyatakan keadilan-Nya di penghakiman terakhir nanti, setelah dunia ini harus berlalu.
Dalam pengadilan dunia ini, orang bersalah sering kali lolos. Afriyani membawa mobil Avanza dan menabrak mati 9 orang. Dia dihukum penjara 15 thn. Si D masih di bawah umur, bawa mobil dan menabrak mati 7 orang. Menurut hakim di pengadilan dunia, D jangan dihukum karena dia masih kecil. Jadi D bebas!
Di pengadilan terakhir nanti, di mana Yesus Tuhan akan menjadi Hakim, orang bersalah tidak akan lolos. Semua catatan akan dibuka. Tidak ada yang tersembunyi.
Karena itu, kalau anda berbuat salah atau dosa, lebih baik dari sekarang kita minta amnesty alias pengampunan:
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yoh 1:9)
Pengakuan dan pertobatan kita akan mendatangkan pengampunan bagi kita. Manfaatkanlah Sin Amnesty ini. Naikkanlah doa ini:
Tuhan Yesus, saya mengakui dosa saya selama ini. Saya minta kemurahan Tuhan dinyatakan atas hidup saya. Ampunilah dosa-dosa saya, sucikanlah saya dengan darah-Mu. Terima kasih Tuhan. Amin.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT