Image Background
header
Umum A  N  E  H
A N E H
Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan
menanggung kehinaan-Nya.
Ibr 13:13

Theo Van Gogh, cucu dari pelukis Belanda terkenal Vincent Van Gogh, merasa bahwa menghina orang adalah hak asasi beliau. Jadinya, sepanjang hidupnya dia hina orang-orang. Dia hina Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dan Juru Selamat bagi milyaran orang Kristen, dengan kata-kata yang sangat amat terlalu kurang ajar.
Tidak cukup dengan kata-kata, dia tambah lagi penghinaannya dengan satu perbuatan. Orang belanda gendeng ini dengan enteng menghina Yesus dengan cara yang, menurut saya, kebablasan blas blas blas. Dia membuat lukisan Yesus di tembok stasiun pusat KA kota Amsterdam. Saya tidak mau menceritakan apa yang dia lukiskan, tapi orang ini kebangetan dan kurang ajarnya benar benar luar biasa. Dia hina-hina Tuhannya orang kristen, tapi tidak ada yang bereaksi dengan kekerasan. Ada protes, tapi tidak ada yang berlebihan. Beraninya hanya sama kristen…? Tidak juga. Theo gendeng ini tambah jadi. Dia menghina satu agama lain. Reaksi yang dia dapat berbeda, sekali ini. Theo menerima ancaman pembunuhan. Dia anggap enteng ancaman itu.
Theo mati setelah ditembak 8 kali di pinggir jalan pada tgl 2 Nov 2004. Setelah ditembak mati, lehernya dipenggal dengan satu pisau, lalu dadanya ditusuk dengan satu pisau lain untuk menancapkan catatan peringatan kepada orang-orang yang berani menghina agama sang pembunuh. Menurut saksi mata, sebelum ditembak mati, Theo memohon-mohon kepada penembaknya, “Kasihani saya, kasihani saya…mari kita bicara baik-baik… jangan tembak, jangan tembak…”
Kristen itu aneh.
Seperti ayat yang dikutip di atas: Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya. Pengikutnya diajak menanggung kehinaan-NYA. NYA di sini maksudnya adalah Juru Selamat dan Tuhan orang kristen, Yesus Kristus. Jadi, pengikut Yesus harus rela dan siap menanggung penghinaan. Apa tidak aneh?
Kristen itu aneh.
Lambangnya yang diagungkan adalah kayu salib, alat hukuman mati, di mata Junjungan orang kristen dihina, dicerca, digebuki dan akhirnya mati sebagai penjahat.
Tetapi boleh jadi disitulah letak kekuatan kekristenan.
Mungkin saja ada agama yang didasarkan pada pemuliaan atas nabi atau orang suci atau hal hal lain yang dijunjung tinggi. Yang demikian ini bisa bereaksi keras terhadap segala bentuk penghinaan atau sesuatu yang dianggap/dirasakan sebagai penghinaan, baik itu penghinaan kecil maupun besar. Mereka akan mati-matian membela yang mereka muliakan itu. Rasa tidak aman terlihat sekali.
Kekristenan, karena disuruh menanggung kehinaan, jadi terbiasa dihina. Mereka tenang tenang saja ketika Tuhan mereka dihina, kitab mereka direndahkan, iman mereka diolok-olok. Kalaupun mereka protes, protes mereka hanyalah protes kata-kata.
Kristen itu aneh.
28 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. 39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. (Mat 5:38-40)
Dipukul bukannya melawan atau membela diri, malah disuruh kasih lagi bagian lagi supaya tambah dipukul…
Speechless…tapi itulah kekristenan.
Ketika Kristus dianiaya…
22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. 23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. (1 Pet 2:22-23)
Kristus disini menunjukkan suatu kekuatan yang luar biasa dalam menahan diri untuk tidak membalas ketika Dia diperlakukan dengan sangat tidak adil…
Kalau saudara tidak tahan alias kebelet ingin membalas, inilah cara membalas yang benar sesuai perintah Firman Tuhan:
20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. 21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Rom 12:20-21)
Gittu…!
Susah? Susah bingittssz!
Bisa? Pasti bisa!
21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. (1 Pet 2:21)
Kristen alias pengikut Kristus harus bertindak seperti Kristus bertindak.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT