Image Background
header
Umum A N I A Y A (2)
A N I A Y A (2)
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Mat 5:44)

Wajah pria Pakistan tersebut sulit untuk saya lupakan…
Dia sedang memeluk seorang anak kecil di tangan kirinya. Tangan kanannya memegang handphone. Anak di pelukannya itu terlihat lemas. Kaki kanannya maju ke depan sedang melangkah… Di sekelilingnya berserakan jenasah… Adalah ekspresinya yang membuat saya berhenti membaca, matanya terlihat nanar… dan saya mencoba melihat apa yang ada di balik tatapan nanar itu, ke dalam pikirannya dan hatinya…: bingung…kuatir…cemas…takut…gelisah… seribu pertanyaan terbaca di sana…
Dua tiga menit sebelumnya, dua bom baru saja diledakkan di gerejanya, All Saints Church, di Peshawar, Pakistan. Seratus dua puluh tujuh orang meninggal pada satu hari itu, 22 September, 2013. Seratus dua puluh tujuh orang meninggal, bukan karena mereka adalah penjahat internasional, psikopat pembunuh masal, bandar narkoba tak berhati-nurani atau teroris sadis. Mereka mati hanya karena satu hal saja: mereka kristen. Darimana kita tahu itu? Para pengebom, pengecut-pengecut itu, mengakui sendiri.
Kedengarannya agak susah diterima akal sehat. Haruskah kita membunuh orang lain yang tak berdosa hanya karena mereka tidak percaya dengan apa yang kita percayai? Kalau hal ini terjadi di satu peperangan yang melibatkan para tentara, kita masih bisa menerima, sekalipun tidak sepenuh hati. Tetapi ini adalah para ibu rumah tangga, anak-anak kecil, orang-orang tua lemah…
Kalau saudara mengira itu sudah berlalu, (kan itu 2013?), Minggu lalu, tgl 15 Maret 2015, dua bom meledak di Lahore, Pakistan. Satu di gereja Katolik, satu lagi di gereja Protestan. Empat belas orang meninggal… Menurut pihak kepolisian, para pengebom sengaja memilih jam di mana banyak jemaat hadir, supaya korban lebih banyak…
Bulan Januari 2015, ISIS Libia menculik 21 orang anggota jemaat gereja Koptik Mesir. Bulan Februari, mereka dibunuh di pinggir laut, supaya, kata para pembunuhnya, darah mereka bisa mengalir ke daratan Eropa, tanah kafir itu. Gereja Koptik Mesir menyatakan para korban sebagai martir, orang-orang Kristen yang mati karena iman mereka.
Saya menyampaikan berita-berita ini bukan karena saudara tidak tahu. Kemungkinan saudara sudah tahu hal ini, terutama berita tentang ISIS Libia. Saya menyampaikan berita-berita ini karena saya takut saudara sudah lupa. Kita bersyukur tinggal di negara besar ini, Indonesia, di mana kita relatif bebas menjalankan apa yang kita percayai. Tapi kenyamanan ini bisa membuat kita gampang lupa.
Presiden Mesir, Jend. Sisi, marah besar dengan kejadian di Libia ini. Beliau memerintahkan tindakan balas dendam dengan menyerang basis-basis ISIS di Libia. Orang-orang Kristen di Lahore juga marah sekali dan akhirnya membunuh dua orang yang dianggap bagian dari para pengebom.
Apakah ini respons yang tepat? Kita menghargai Jend. Sisi. Kita memahami perasaan saudara-saudari seiman kita di Lahore. Tetapi Yesus, memberikan kepada kita perintah yang tegas: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Ini bukan kata-kata yang enteng dan gampang diucapkan di tengah pertumpahan darah yang terjadi. Ini bukan upaya mengecilkan darah para martir ini. Ini bukan mengabaikan penderitaan keluarga yang ditinggalkan. Tetapi kata-kata Yesus ini menjadi sangat berarti, karena Dia sendiri melakukan apa yang Dia perintahkan.
Kata-kata Yesus juga memberitahu kita satu hal: Tuhan tidak akan menghapuskan aniaya dari kehidupan orang Kristen. Tuhan tidak berkata ‘berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu, supaya mereka tidak akan sempat menganiaya kamu…’
Yesus berkata: “…Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yoh 16:33)
Dia tidak berkata: “Jangan takut, aniaya tidak akan menimpa kamu. Aku akan menyingkirkan aniaya, sebelum aniaya kena ke kamu, kalau kamu percaya kepada Aku!”
Aniaya pasti terjadi. Apa yang harus kita perbuat? Kasihilah orang yang menganiaya kamu. Doakanlah mereka.
Jelas ini bukan jawaban yang kita harapkan… Tetapi itulah jawaban yang kita harus laksanakan.
Apakah saudara teraniaya? Bukan oleh para ekstremis dari luar sana. Tapi mungkin di sekolah. Mungkin di kantor. Mungkin juga di dalam rumah. Mungkin itu teman sekolah kita, atau teman kantor, atau mungkin pasangan kita yang belum percaya. Mungkin itu orang tua kita.
Kasihilah mereka, dan doakanlah mereka…

Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT