Image Background
header
Umum A  N  I  A  Y  A
A N I A Y A
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, (2 Tim 3:12)

Ayat di atas perlu dibacakan, menurut saya, setiap kali ada orang angkat tangan menyatakan ingin menjadi pengikut Kristus. Dia perlu diberitahu pahitnya dulu. Menjadi pengikut Kristus bukanlah duduk di pinggir sungai nan jernih penuh ikan koi, dibuai angin sepoi-sepoi, ramai-ramai main kecapi pakai jubah/baju putih. Jaman sekarang ini, jubah/baju putih justru bikin trauma.
Setiap pengikut Kristus harus siap menghadapi kesusahan. Kesusahan ini muncul bukan karena dia repot ganti nama agama di KTP. Kesusahan ini muncul karena ada banyak orang yang tidak senang dengan keputusannya.
Mungkin ada orang-orang di rumah yang tidak senang ketika seorang anggota keluarga (kita sebut dia si A) menjadi Kristen.
Mungkin ada teman-teman di pergaulan atau di tempat kerja yang menjadi risih dan resah karena pertobatan si A.
Dan pasti ada satu pihak yang murka besar karena pertobatan si A: setan.
Sebagian dari orang-orang itu berusaha membuat petobat baru ini membatalkan niatnya. Usaha ini bisa berupa pembicaraan baik-baik (seperti yang saya alami) sampai kepada tindakan keras, bahkan pembunuhan (contoh: Nasrin Abek, 35, wanita Iran yang tinggal di kota Sydney, September lalu dibunuh oleh suaminya karena Nasrin menjadi pengikut Kristus.)
Kenapa bisa demikian? Ada apa dengan kekristenan yang membuat orang menjadi sangat takut dengannya? Bukankah kekristenan mengajarkan umatnya untuk mengasihi bahkan memberkati musuh?
Menurut saya ada beberapa hal:
1. Kekristenan membawa perubahan pada seseorang. Tidak semua orang suka dengan perubahan. Setiap hubungan adalah dinamis. Satu orang berubah, yang lain harus melakukan penyesuaian, alias terpaksa ikut berubah. Ini yang membuat orang jadi tidak nyaman. Ketika si A menjadi pengikut Kristus, dia jadi orang yang berubah. Semula dia suka humor jorok. Teman-temannya sudah tahu dan mereka ikut omong jorok. Lalu mendadak A berubah. Dia mengerinyitkan dahi begitu kumpul-kumpul dan ada yang omong jorok. Jadi yang lain sekarang harus berhenti omong jorok di depan A. Ini tidak menyenangkan. Perubahan pada si A membuat orang lain jadi tidak nyaman.
Atau dia sekarang tidak mau melakukan sesuatu yang dulu dia lakukan dengan senang hati. Umpama: urusan sembahyang kuburan. Sekarang dia tidak mau lagi mengangkat dupa (hio) di hadapan kuburan engkong. Semua jadi merasa terganggu.
2. Seorang pengikut Kristus tidak hanya berubah, dia juga mau semua orang lain ikut seperti dia. Jadi sekarang dia berusaha mengubahkan orang-orang sekelilingnya. Ini sungguh tidak nyaman. Kenapa dia tidak diam-diam saja dan berusaha hidup damai? Dalam kenyataannya, si A ini merasakan suatu perubahan yang luar biasa. Dia menemukan sukacita, damai sejahtera, arti hidup, dan bahkan keselamatan. Dan si A tidak mau egois. Dia ingin semua orang merasakan hal yang sama. Maka dia menceritakan apa yang dia alami, bahkan mengajak orang mengikuti jejaknya. Hal ini menyiratkan bahwa jalan yang diikuti sekarang oleh orang lain adalah salah. Itu sungguh menjengkelkan.
3. Kelompok lain melihat pertumbuhan kekristenan sebagai ancaman besar atas agenda mereka. Maka kristen harus dihancurkan. Kerajaan Romawi kuno melakukan hal ini. Di belakang orang-orang ini ada kuasa gelap yang memakai orang-orang ini untuk melakukan tindakan destruktif. Ketika kita sadar hal ini, maka kita bisa belajar untuk tidak membenci dan berperang melawan manusia, tetapi melawan kuasa gelap yang bekerja di balik semua ini.
Aniaya terhadap orang Kristen sudah dilakukan dari sejak awal. Dari jaman Kaisar Nero di tahun 64 sampai Kaisar Galerius di tahun 311, orang Kristen mengalami 129 tahun aniaya dan 120 tahun damai. Yang mengejutkan adalah fakta ini: aniaya selama 50 tahun terakhir jaman sekarang lebih hebat daripada selama 300 tahun pertama awal kekristenan. Lebih banyak orang yang mati sebagai martir selama 50 tahun terakhir daripada yang mati sebagai martir selama 300 tahun pertama gereja berdiri.
Dari Yerusalem sampai ke Dar-es-Salam, dari Samarinda sampai ke Sabuga, api aniaya terus membara terhadap gereja.
Apa kata Tuhan tentang hal ini?
“…Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yoh 16:33)
Dia tidak menjanjikan akan menghentikan penganiayaan, Dia justru minta kita menguatkan hati kita, karena kata Tuhan, Dia telah mengalahkan dunia. Dunia bukan sedang menang ketika dia menganiaya gereja. Dia sedang menunjukkan kekalahannya. Sebab kita hanya menganiaya yang menjadi ancaman untuk kita. Ketika aniaya tidak ada, gereja menjadi terlena dan bahkan bisa menjadi pihat yang menganiaya!
Karena itu kata Petrus:
12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. 13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. 14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. (1 Pet 4:12-14)
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT