Image Background
header
Umum B  A  L  O  K
B A L O K
41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? 42 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." (Luk 6:41-42)

Beberapa pernyataan dan perumpamaan Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Dia juga memiliki selera humor yang baik. Salah satunya adalah cerita di atas. Bisakah saudara membayangkan ada orang yang kemana-mana bawa balok nancep di matanya, tapi kemana-mana suka nunjuk-nunjuk debu di mata orang lain? Menurut Tuhan, itu yang namanya orang munafik.
Terlepas dari sisi humor dari cerita tadi, kita bisa mengambil pelajaran dari teguran Tuhan ini.
1. Perlunya sadar diri. Ada orang-orang yang kepo, kemana-mana suka mencari kesalahan orang lain. Mereka mengangkat diri mereka sendiri sebagai nabi yang harus memperbaiki kesalahan orang. Yang membuat kita garuk-garuk kepala adalah: orang lain bisa melihat bahwa masalah para ‘nabi karbitan’ ini lebih besar daripada masalah orang lain yang mau mereka selesaikan. Balok ukuran 6x12 cm panjang 4 meter dibandingkan dengan selumbar alias serbuk/debu kayu yang keciiiilll banget. Tapi mereka sendiri tidak sadar akan keberadaan balok mereka.
Kesadaran diri bukanlah satu hal yang gampang; banyak kita tidak sadar diri. Ada yang merasa dirinya ganteng padahal tampangnya berantakan sekali. Tidak apa-apa sih. Ada yang merasa diri pintar padahal kalau bicara orang bisa mendengar jelas kebodohannya. Ada yang merasa dirinya mampu dan bernyali, padahal belum teruji. Ada yang merasa apa yang dia perbuat adalah benar, padahal orang lain bisa melihat bahwa dia jelas-jelas salah.
Gereja di Laodikia ditegur keras sekali oleh Tuhan Yesus sebagai gereja yang tidak sadar diri. Why 3:17: “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,”. Merasa diri kaya dan tidak kurang apa-apa, padahal kenyataannya melarat, malang, miskin, buta dan telanjang pulak! Tidak sadar diri kelas atas tas tas!
Contoh pribadi yang sadar diri tentu adalah Yesus sendiri. Dia tahu Dia siapa. Dia tahu posisi, panggilan dan rencana Bapa untuk hidup-Nya. Dia mengenal diri-Nya sendiri, sehingga Dia berani menantang musuh-musuh-Nya: Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? (Yoh 8:46). Wwoooww…
2. Perlunya periksa diri. Ini nasihat Tuhan kepada orang yang matanya ada balok: bereskan matamu dulu. Untuk itu, yang punya balok perlu memeriksa matanya sendiri. Kepada jemaat di Laodikia, Tuhan Yesus berkata, “maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku … minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.”
Perhatikan bagian ini: belilah minyak untuk melumas matamu supaya engkau dapat melihat. Kita perlu pertolongan Tuhan untuk bisa melihat. Saat kita bisa melihat, kita bisa mulai memeriksa diri kita.
Masalahnya: memeriksa diri memerlukan keberanian. Kita mungkin akan menemukan kejelekan dan kekurangan diri kita yang terkadang mengagetkan diri kita sendiri. Maka banyak orang takut memeriksa diri atau diperiksa. Ini seperti satu orang yang tidak pernah mau periksa kesehatan ke dokter. Bukan karena dia yakin dia sehat, tapi karena dia takut nanti dokter akan menemukan bermacam-macam penyakit di dalam tubuhnya. Jadi? Lebih baik penyakit itu ada terus di badannya, dibiarkan makin merusak kesehatannya karena tidak diobati, daripada diperiksa dan ketahuan sakit. Kita bilang: orang ini menipu dirinya sendiri.
Bagaimana caranya memeriksa diri? Firman Tuhan adalah cermin untuk kita semua. Ketika kita membaca atau mendengar Firman Tuhan, jangan suka berpikir bahwa ini cocok untuk si A dan si B (yang tidak hadir). Kita harus membiarkan Firman Tuhan menelanjangi diri kita.
Terkadang orang lain dipakai Tuhan untuk menunjukkan balok di mata kita. Di sini diperlukan kerendahan hati untuk menerima masukan dari orang lain.
3. Perlunya ubah diri. Tindakan nyata perlu dilakukan setelah kita memeriksa diri kita dan sadar akan keadaan diri kita. Nasihat Tuhan Yesus: Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu,… Jadi, jangan hanya memeriksa diri tanpa mengambil tindakan untuk mengubahkan yang perlu diubah. Bagian ini juga tidak gampang. Banyak orang sadar diri tapi tidak bisa atau tidak mau berubah. Kita perlu minta kekuatan dari Tuhan supaya kita bisa mengambil langkah perubahan.
Setelah kita melakukan langkah-langkah ini, barulah kita bisa menjadi berkat bagi orang lain, termasuk membersihkan mata orang lain dari selumbar. Kalau tidak, balok di mata kita bisa mentungin orang yang matanya ada selumbar itu. Maksud hati mau menolong, hasilnya malah melukai orang. Amsiong…
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT