Image Background
header
Umum B  A  Y  A  R
B A Y A R
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Mat 13:45-46

Orang Amerika punya dua kata untuk menggambarkan sepak bola. Kata pertama adalah ‘soccer’. Itulah sepak bola yang kita biasa tonton dan yang ada piala dunianya. Pemain yang terkenal secara internasional adalah, antara lain, Ronaldo, Messi, Rooney, Tarjadi. Kata kedua adalah ‘football’. Ini adalah sepak bola juga tapi gaya mamarika alias amerika.
Kalau saudara menonton sepak bola gaya amerika ini, saudara bisa jadi bingung. Namanya sepak bola (football) tetapi bolanya dibawa pakai tangan. Kebingungan menjadi bertambah ketika melihat para pemain beraksi dengan saling terjang, saling tabrak di lapangan. Tapi, itulah sepak bola gaya amerika. Liga mereka namanya National Football League alias Liga Sepakbola Nasional. Siapa pemainnya yang terkenal? Ngga tahu… semua pemain memakai helm dan baju busa tebal, jadi kita susah mengenali para pemainnya.
Karena main terjang ini diperbolehkan, maka jangan heran kalau cedera adalah makanan sehari-hari para pemain, sekalipun sudah pakai helm dan busa sebagai pengaman. Majalah Esquire melaporkan bahwa pada musim liga tahun 2011, sekitar 2000 pemain mengalami 4500 cedera. Berarti tingkat cederanya adalah 225%. Apa saja cederanya? Gegar otak, tendon putus, ligamen sobek, tumit terkilir, tulang patah, siku ketarik, otot kepelintir, tulang punggung geser dan berbagai memar.
Itulah harga yang mereka harus bayar untuk menjadi terkenal dan mendapatkan uang banyak.
Ketika melihat orang sukses, banyak orang iri dan merasakan diperlakukan tidak adil oleh hidup ini atau oleh nasib atau oleh Tuhan. Mereka tidak tahu harga yang harus dibayar oleh orang-orang sukses itu.
Dalam segala hal, selalu ada harga yang harus dibayar. Memang keselamatan adalah cuma-cuma, tapi itu bagi yang menerima keselamatan. Harga yang harus dibayar supaya kita selamat adalah Anak Allah yang tersalib.
Dalam perumpamaan pendek yang kita kutip di atas, Yesus mengatakan bahwa Kerajaan Sorga itu seperti seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah dia menemukan mutiara itu, maka dia menjual semua hartanya untuk mendapatkan mutiara itu.
Ada dua pendapat para komentator Alkitab tentang perumpaan ini. Satu pihak mengatakan bahwa mutiara itu adalah Kerajaan Allah dengan segala kemegahannya. Kita adalah pedagang tersebut. Yang lain mengatakan bahwa mutiara itu adalah kita-kita ini. Pedagang itu adalah Yesus. Masing-masing memiliki argumentasi sendiri. Saya cenderung mengambil posisi pertama.
Perumpamaan ini bukan mengatakan bahwa Kerajaan Sorga itu bisa dibeli. Tetapi ini mengatakan bahwa ketika seseorang sadar betapa berharganya dan indahnya Kerajaan itu, dia akan bersedia membayar berapa saja demi mendapatkannya.
Orang kristen percaya bahwa dia sudah diselamatkan. Dan keselamatan itu dia dapat dengan cuma-cuma. Dia cukup percaya saja. Efek sampingnya adalah: orang kristen cenderung menjadi puas diri, tenang-tenang dan masuk dalam zona nyaman. Pokoknya hari Minggu jangan lupa ibadah. Habis itu, selesailah tugas kita kepada Tuhan. Kalau perlu bantu gereja sana sini. Jangan lupa kolekte sekedarnya.
Ini sama sekali tidak sesuai dengan kehendak Allah.
Kita perlu menyadari betapa besarnya pengorbanan Yesus dan betapa besar harga yang Dia sudah bayar. Dari situ, kita menghargai keselamatan dan hidup kekal yang dijanjikan. Dan dari penghargaan tersebut, kita terpacu untuk hidup sungguh-sungguh sesuai dengan kehendak Allah.
Kita akan bersedia bayar harga untuk melakukan kehendak Allah.
Kita akan menguasai tubuh kita dan keinginan daging kita.
Kita akan berkorban demi perluasan Kerajaan-Nya.
Kita akan berupaya memberitakan Kabar Baik.
Kita akan bekerja keras, bersungguh-sungguh dalam melayani Dia dan pekerjaan-Nya.
Itu kalau kita menyadari dan menghargai pengorbanan Tuhan kita.
Kalau tidak? Yah…biasa sajalah jadi orang kristen. Ngga usah ngoyo, jangan terlalu semangatlah … Kita lagi menunggu giliran kita masuk surga. Sambil menunggu, mari kita nikmati hidup ini…
Kalau demikian, Tuhan akan membangkitkan orang lain untuk Dia pakai. Tapi jangan iri dan jangan marah, kalau hal itu terjadi dan saudara tertinggal dalam pertandingan iman ini.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT