Image Background
header
Umum B  E  R  U  B  A  H  (2)
B E R U B A H (2)
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Kor 5:17)
Sekalipun kita sendiri ingin berubah, ternyata perubahan bukanlah sesuatu yang gampang. Ada hambatan-hambatan yang menghalangi terjadinya perubahan dalam diri seseorang. Sejauh menyangkut perubahan, manusia terdiri dari 4 jenis:
ORANG BUTA: ada orang yang tidak sadar dia perlu berubah atau tidak sadar apa yang perlu diubah. Ini adalah orang buta. Sebagai contoh adalah orang dengan bau mulut. Semua orang tahu dia bau mulut tapi dia sendiri tidak sadar dia bau mulut. Atau bisa saja orang ini heran kenapa orang-orang sekitar dia menghindari dia. Orang demikian perlu ditolong dengan diberikan pengetahuan.
Beberapa tahun yang lalu saya melayani ibadah penghiburan di satu rumah duka di Jakarta. Sementara menantikan mulainya ibadah, saya melihat di lantai dekat sepatu saya ada kotoran berwarna hitam di lantai yang berkeramik putih. Bentuknya seperti gumpalan kecil-kecil. Saya dalam hati mencela pihak pengurus rumah duka yang tidak perhatian kepada kebersihan. Ketika saya maju untuk khotbah, kotoran tambah banyak. Saya baru sadar, yang salah bukan rumah duka, tetapi saya sendiri. Rupanya sol sepatu saya hancur sampai akhirnya separuh sol lepas. Itulah orang buta. Dia sendiri bermasalah tapi dia tidak sadar, malahan menyalahkan orang lain.
ORANG BEBAL: ada orang yang sadar dia perlu berubah tapi dia tidak mau atau tidak siap berubah. Dia sadar yang dia perbuat ini salah tapi dia tetap melakukannya. Inilah orang bebal. Sering kali ini terjadi karena bagi dia, perbuatannya itu, meskipun salah, ternyata nikmat buat dia. Dosa mengandung suatu kenikmatan yang membuat seseorang susah lepas dari dia. Atau ada manfaat lain. Contoh orang tidak mau mengampuni, karena kalau mengampuni dia tidak bisa lagi menjelekkan orang lain. Atau contoh orang memakai narkoba. Dia sudah tahu itu merusak dia tapi dia teruskan juga. Barangkali untuk pelarian dari masalah. Orang demikian paling susah ditolong. Sering kali dia perlu kena masalah berat barulah dia siap ditolong.
ORANG BUNTU: ada orang yang sadar dia perlu berubah, mau berubah tetapi ternyata tidak bisa berubah. Orang ini dalam keadaan buntu. Yang menjadi masalah bukanlah kesadaran atau kemauan yang kurang. Sering kali ada ikatan-ikatan kebiasaan tertentu yang membuat kita tidak bisa berubah. Kita menjadi budak dari kebiasaan buruk tersebut. Atau ada ikatan kuasa kegelapan yang bekerja. Dia memerlukan kuasa dari luar dirinya untuk dia bisa berubah.
Jadi kita harus membedakan antara ingin berubah dengan kuasa untuk berubah.
ORANG BEBAS: ada orang yang sadar dia perlu berubah, tahu apa yang harus dia ubah, dan mampu menjalankan perubahan itu. Inilah orang bebas.
Tetapi, sesuai dengan kata Alkitab, orang bebas tidak bisa bebas dari dirinya sendiri. Orang bebas sebelumnya adalah orang buta, orang bebal dan orang buntu. Dia bisa mengalami kebebasan karena ada kuasa yang memerdekakan dia.
Adakah harapan bagi orang buta, bebal dan buntu?
Jawabannya ada di artikel yang lalu: Tuhan mau kita berubah.
Kalau kita sendiri juga mau berubah, maka perubahan menjadi mungkin.
1. Untuk orang buta: dia perlu disadarkan/dibukakan pikirannya. Tuhan Yesus berkata begini: “…dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Orang buta perlu mengetahui kebenaran. Ada di mana kebenaran itu? Di Firman Tuhan, yang bisa ditemukan di dalam Alkitab.
Kata Yakobus 1:23, Alkitab itu seperti cermin, tempat kita bisa melihat diri kita. Dan dari situ kita sadar bahwa jidat kita ternyata ada luka, pipi kita ternyata ada coretan. Lalu kita melakukan apa yang Firman Tuhan katakan, sehingga diri kita dibersihkan.
2. Untuk orang bebal: apa boleh buat, dia harus mengalami hal-hal yang tidak enak dalam hidupnya, supaya berhenti bebal. Saya adalah contoh orang bebal, tidak mau mengenal kebenaran. Akhirnya setelah terkena penyakit parah, barulah saya mau diajak ke gereja. Saya menerima kesembuhan yang ajaib dalam kunjungan saya yang pertama. Rupanya Tuhan sudah lama menantikan saya.
3. Untuk orang buntu: dia perlu kuasa yang ajaib. Kuasa itu ada dalam diri Roh Kudus. Orang buntu perlu mengalami perjumpaan dengan Roh Kudus. Itu juga yang terjadi pada diri saya. Kuasa yang ajaib bekerja dalam diri saya, sehingga depresi berat selama 9 bulan lenyap dalam satu malam.
Sekarang pertanyaanya: saudara ini termasuk kategori yang mana? Kalau saudara sudah termasuk orang bebas, terpujilah Tuhan.
Kalau saudara orang bebal, kemungkinan saudara tidak akan membaca artikel ini sampai di sini. Doa saya menyertai saudara.
Kalau saudara tidak tahu kenapa harus berubah atau apa yang harus berubah, siapa tahu hari ini pengkhotbah di depan sana akan dipakai Tuhan untuk menyatakan kebenaran yang akan membebaskan saudara. Atau siapa tahu, ayat yang ditulis di atas dipakai oleh Tuhan.
Kalau saudara sungguh-sungguh ingin bebas tapi masih terikat, berdoalah minta kuasa Roh Kudus dinyatakan dalam hidup saudara. Tuhan yang mendengarkan doa akan menolong saudara.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT