Image Background
header
Umum B  I  L  L  Y
B I L L Y
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
(Mat 25:21)
Pdt Billy Graham menghadap Tuan-nya pada tgl 21 Februari 2018, pada umur 99 tahun. Hamba Tuhan ini bisa dianggap sebagai ikon aliran Protestan di dunia.
Banyak yang bisa kita bicarakan, renungkan dan pelajari dari kehidupannya. Tetapi sekali ini, mari kita bicara tentang fokus pelayanannya.
Billy Graham pernah menggembalakan sidang jemaat. Beliau pernah menjadi rektor sekolah Alkitab. Tapi pelayanan yang membuat dia menjadi alat Tuhan di seluruh dunia adalah sebagai seorang penginjil keliling. Itulah fokus pelayanan Billy Graham. Untuk itu, dia meninggalkan penggembalaan dan seminari.
Fokus memberikan konsistensi.
Dalam pelayanan sebagai penginjil keliling, pdt Billy tidak menyembuhkan orang sakit, tidak menyampaikan nubuatan-nubuatan, tidak memunculkan manifestasi lawatan Roh Kudus, apalagi membuat orang tumbang. Pelayanan Billy Graham hanya satu saja: memberitakan Injil. Isi khotbah beliau hanya satu dan satu saja: saudara harus lahir baru dengan menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadi. Illustrasinya boleh berganti, pendekatannya boleh berubah, tapi isi khotbahnya ya hanya itu saja.
Fokus memberikan kekuatan.
Sejak tahun 1947 (61 tahun yang lalu), dia mulai menyelenggarakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di mana-mana. Dia terus melakukan ini, selama berpuluh-puluh tahun, keliling dunia, sampai tubuhnya tidak kuat lagi. Sepanjang pelayanannya, Billy telah berkhotbah secara langsung di depan sekitar 215 juta orang di lebih dari 185 negara.
Di negara-negara tertentu, termasuk negara kepulauan terbesar di dunia, Billy tidak bisa datang karena para penguasa takut kehadirannya akan membuat banyak orang menjadi Kristen.
Fokus memberikan arah.
Billy memakai berbagai sarana dan media untuk memberitakan Injil. Dia muncul di radio dan TV. Dia menulis buku dan juga artikel di koran. Dia mendirikan majalah. Dia membuat film dan situs Internet. Pokoknya, semua sarana dipakai untuk melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus. Dia tahu apa yang dia mau.
Pelayanannya tidak melebar kemana-mana, sekalipun godaan untuk melebar itu pasti ada. Berbagai tawaran datang terus. Dia bisa menjadi kaya raya. Dia bisa menjadi bintang film dan bintang TV, tetapi Billy tetap bertahan dengan panggilan Tuhan dalam hidupnya.
Teman pelayanan Billy Graham, Pdt Charles Templeton, tidak bertahan lama dalam panggilannya sebagai hamba Tuhan dan dalam iman kepada Kristus Yesus. Templeton menanam satu gereja di Kanada dan ikut mendirikan Youth For Christ. Dia berbicara di KKR-KKR bersama Billy. Tapi akhirnya dia menjadi ateis.
Suami istri Jim dan Tammy Bakker memulai acara TV bernama Praise The Lord. Pelayanan mereka berkembang sangat luar biasa melalui acara TV ini. Dari situ mereka kemudian mendirikan satu pusat retret khusus untuk orang Kristen. Gaya hidup mereka menjadi sangat mewah. Kandang anjing mereka saja dipasangi AC. Keran air di kamar mandi dilapisi emas. Kemana-mana naik pesawat pribadi. Mereka kehilangan fokus. Kejatuhan hanya menunggu waktu. Sampai akhirnya suatu hari, Jim Bakker masuk penjara karena penipuan dan penyalahgunaan dana.
Anak mereka, Jay Bakker, menulis demikian: Papa saya menciptakan satu monster bernama pelayanan, yang harus dikasih makan 1 juta dollar tiap dua hari. Kalau tidak, dia akan mati dan membawa kita ikut mati bersama dia. Jangan heran kalau setiap kali muncul di TV, papa saya selalu minta uang…
Tidak gampang bertahan dalam pelayanan, entah itu pelayanan yang ‘sukses’ atau tidak.
Pada saat pelayanan kita tidak dilihat orang, kita bekerja keras tapi penghargaan terasa kurang, dorongan untuk berhenti besar sekali. Rasanya mau menyerah saja.
Pada saat pelayanan berkembang dan maju, dikenal di mana-mana, tantangan untuk tetap setia berat sekali. Tanpa sadar, banyak orang sudah berhenti melayani Tuhan dan mulai melayani ambisi pribadi.
Pada akhirnya, Billy Graham adalah contoh orang yang setia. Sekarang dia sudah masuk dan menikmati kebahagiaan Tuan-nya.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT