Image Background
header
Umum B  O  R  D  E  N
B O R D E N
Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
(Fil 3:7)
William Borden atau ‘Borden dari Yale’ lahir pada thn 1887. Pada tahun 1904, dia lulus SMA. Orang tuanya yang kaya raya memberikan dia hadiah kelulusan yang luar biasa: perjalanan keliling dunia. Demikianlah anak muda ini, umur 16 tahun, menjelajahi Asia, Timur Tengah dan Eropa. Ketika pulang, Borden menjadi orang yang berbeda. Perjalanan ini membawa dampak besar kepada kehidupannya. Dia merasakan beban akan orang-orang susah di dunia. Di tengah perjalanan, William Borden menulis surat kepada ayahnya tentang keinginannya menjadi misionaris. Di Alkitabnya, dia menulis 2 kata ini: ‘NO RESERVES’ (tidak tanggung-tanggung).
Pulang dari perjalanan, dia kuliah di Universitas Yale. Sekalipun kaya raya, dia tidak memamerkan kekayaannya, malah berusaha tidak menonjol. Tetapi rekan-rekannya menemukan sesuatu yang berbeda pada dirinya, dan itu bukan karena hartanya, tetapi karena kerohaniannya.
Salah satu temannya menulis demikian:
"Dia masuk universitas dengan kerohanian yang jauh sekali melampaui kami. Dia sudah memberikan hati sepenuhnya kepada Kristus. Kami teman sekelasnya belajar untuk bersandar kepada dia dan mendapatkan dalam dirinya suatu kekuatan yang mantap seperti batu karang, yang muncul karena adanya tujuan yang sudah jelas dan penyerahan hidupnya."
Semester pertama di Yale, Borden mengajak satu teman berdoa bersama tiap pagi. Dari situ, muncullah kegerakan mahasiswa yang mengubahkan Yale waktu itu. Borden giat menjangkau jiwa-jiwa. Ketika dia kuliah di tingkat pertama, 150 mahasiswa masuk dalam persekutuan doa. Ketika dia ada di tingkat akhir, 1000 dari total 1300 mahasiswa Yale terjaring dalam persekutuan doa yang dia bangun.
Borden tidak hanya aktif di kampus. Dia memperhatikan para janda, yatim dan orang cacat. Dia menjangkau para pemabuk dan mendirikan pelayanan Yale Hope Mission. Malam-malam dia sering ditemukan ada di perkampungan miskin atau di jalan-jalan, memberi orang makan, membawa orang kepada Kristus.
Ketika lulus dari Yale, Borden menolak tawaran pekerjaan bergaji besar. Dia masuk sekolah Alkitab di Princeton Seminary. Dia menulis tambahan dua kata di Alkitabnya: ‘NO RETREATS’ (Tidak Mundur), di bawah kata-kata ‘NO RESERVES’.
Lulus dari Princeton, beban Borden adalah menjangkau kaum Muslim di propinsi Gansu di Tiongkok, yang dulu pernah dia kunjungi. Untuk itu, dia memutuskan untuk mampir ke Mesir (dalam perjalanan ke Tiongkok) untuk belajar bahasa Arab. Di Mesir dia terkena penyakit meningitis dan meninggal pada umur 25 tahun. Kuburannya ada di Kairo sampai saat ini. Kenapa Tuhan membiarkan hamba-Nya yang demikian berpotensi meninggal muda? Jawabannya: Karena William Borden sudah menyelesaikan tugasnya di dunia ini.
Sebelum meninggal, Borden menambahkan 2 kata lagi di Alkitab kesayangannya: ‘NO REGRETS’ (Tidak ada penyesalan).
Jadi ada 3 baris tulisan di Alkitabnya:
NO RESERVES (Tidak tanggung-tanggung)
NO RETREATS (Tidak mundur)
NO REGRETS (Tidak ada penyesalan)
Banyak orang ikut Yesus tanggung-tanggung. Dari waktu ke waktu masih terus menoleh ke kiri kanan atau bahkan ke belakang.
Banyak orang melayani Yesus maju mundur. Sebentar berapi-api, sebentar lagi melempem. Sebentar iya, sebentar tidak. Kaki satu sudah maju, kaki satunya lagi masih di tahan.
Gara-gara sikap demikian, banyak orang akhirnya menyesal di akhir kehidupannya.
Rasul Paulus menjalani kehidupan yang seperti digambarkan oleh kata-kata Borden.
Dia meninggalkan segala-galanya, tidak tanggung-tanggung demi Kristus: NO RESERVES.
7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, (Fil 3:7-8)
Dia tetap maju dan tidak mundur di tengah tekanan dan ancaman: NO RETREATS.
13 … aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Fil 3:13-14)
Dia menghadapi kematian dengan tenang: NO REGRETS.
7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. (2 Tim 4:7)
NO RESERVES.
NO RETREATS.
NO REGRETS.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT