Image Background
header
Umum B R A N G E L I N A
B R A N G E L I N A
Untuk pembaca yang ‘gaptek’ (gagap teknologi), ‘gapnet’ (gagap internet), ‘gapent (gagap entertainment alias dunia hiburan), BRANGELINA adalah singkatan dari nama pasangan suami istri top markotop di dunia hiburan: Brad Pitt dan Angelina Jolie.
Pasangan ini membuat heboh dunia hiburan karena Nyonya Jolie mengajukan perceraian minggu lalu. Berita ini menyebar ke mana-mana dan membuat penasaran banyak orang. Pasangan yang begitu serasi… Uang berlimpah… cantik dan ganteng di luar kebiasaan… Terkenal di mana-mana… Kok bisa-bisanya bercerai?
Sebagian lagi senang dengan perceraian ini. Mereka bersorak, “Hore… kok ngga dari dulu?” Sebagian mereka kelompok pendukung mantan istri Tuan Pitt bernama Jennifer Aniston. Mereka merasa Jennifer diperlakukan dengan tidak adil. Rumah tangga baik-baik, versi mereka, tapi dihancurkan oleh Nyonya Jolie dengan merebut Tuan Pitt dari Jennifer. Sebagian yang senang adalah orang yang memang senang lihat orang susah, susah lihat orang senang.
Tapi bagi kita, apa pelajaran yang kita bisa dapatkan dari peristiwa ini? Saya tidak ada urusan sama Tuan dan Nyonya Pitt ini; kenal juga kagak. Tetapi saya percaya bahwa kita bisa belajar dari kesalahan dan kegagalan orang lain, supaya kita tidak usah mengalami hal yang sama:
1. Tampang bukan segala-galanya dalam berrumah tangga. Saya tahu, setiap pria ingin memiliki istri yang cantik, kalau bisa malah super cantik (tidak ada salahnya berharap… amiiinn). Setiap wanita ingin bersuamikan pria ganteng, kalau bisa (mudah-mudahan Tuhan berkenan, amin…) malah luar biasa guanteng. Brad Pitt dianggap salah satu pria terganteng di dunia. Angelina Jolie dianggap salah satu wanita tercantik di dunia. Tetapi kenyataan menunjukkan bahwa ini bukan jaminan kelangsungan dan kebahagiaan rumah tangga. Justru ini sering kali membawa ketegangan karena adanya ketakutan dan kecurigaan. Nyonya Jolie curiga suaminya ada main gila dengan wanita lain bernama Marion Cotillard, bintang film Perancis yang bermain dalam satu film dengan Tuan Pitt.
2. Popularitas bukan segala-galanya dalam berrumah tangga. Pasangan Brangelina ini luar biasa terkenalnya. Boleh dibandingkan dengan pasangan keluarga kerajaan Inggris, William dan Kate, atau dengan pasangan mana saja. Kemana-mana dilihat orang dan dicari orang. Ini membuka banyak pintu. Kemana-mana mau ketemu dengan siapa saja, pintu akan terbuka. Itu juga bukan jaminan kelangsungan dan kebahagiaan rumah tangga.
3. Uang bukan segala-galanya dalam berrumah tangga. Keluarga Pitt ini, papa mana dan 6 anak, hidup dalam kemewahan. Kemana-mana naik pesawat pribadi, tidak mau naik pesawat biasa. Rumah di Inggris, Perancis, Amerika, dll. Kalau keluar makan malam, mereka akan pesan satu restoran untuk keluarga mereka, supaya tidak makan bersama dengan rakyat jelata yang pasti akan memelototi mereka, bahkan akan langsung keluarkan handphone untuk foto sambil membelakangi mereka (nggak sopan sekali). Atau langsung ke medsos untuk laporan keberuntungan mereka bisa satu resto dengan Brangelina. Untuk menghindari itu, mereka sering kali membayar sampai SATU MILYAR RUPIAH supaya restoran bersedia tutup satu malam untuk mereka. Sekali makan habis 1 M! Itupun bukan jaminan kelangsungan dan kebahagiaan rumah tangga.
Kalau begitu apa yang penting?
Percaya.
Rumah tangga tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kepercayaan. Bahkan hidup ini juga tidak akan jalan tanpa adanya unsur kepercayaan. Bayangkan kalau setiap saat kita harus mengecek segala sesuatu. Contoh: keluar rumah naik taksi, harus periksa dulu SIM supir taksi. Naik pesawat minta lihat SIM dari pilot. Makan di resto harus pakai alat untuk memeriksa racun. Ke sekolah harus melihat sertifikat sekolah, surat penunjukkan kepala sekolah, ijasah para guru dari SD sampai Universitas. Bayangkan kalau semua orang begitu! Hidup tidak akan jalan tanpa kita memberikan kepercayaan tertentu kepada orang atau proses tertentu.
Dalam percaya kita memang membuka diri kita untuk ditipu. Jelas sekali, yang bisa diperdaya hanya orang yang percaya. Dan diperdaya itu tidak enak sekali. Tetapi kalau kita bicara rumah tangga, maka ini hukum yang berlaku: Jangan menikah dengan orang yang tidak bisa anda percayai; dan kalau sudah menikah percayailah orang yang anda nikahi itu.
Jadi? Berhati-hatilah sebelum anda menikah.
Buka mata lebar-lebar sebelum menikah, tutup mata setelah kawin. Banyak orang justru kebalikannya: tutup mata sebelum menikah, setelah menikah baru buka mata lebar-lebar dan melihat semua kesalahan dan kelemahan.
Penerimaan
Di sisi lain, jangan juga mencari calon yang tanpa kesalahan dan kelemahan. Anda tidak akan pernah menikah kalau demikian. Karena calon yang demikian tidak akan pernah ada. Pertimbangkanlah dengan baik apakah anda bisa menerima kekurangan dan kelemahan pasangan anda.
Kalau sudah terlanjur menikah? Belajarlah untuk menerima kekurangan pasangan anda. Kecuali kalau yang sifatnya dosa, itu anda harus lawan. Tetapi melawannyapun tidak selalu bersifat frontal, sebab peperangan kita bukan melawan darah dan daging, tetapi melawan penguasa di udara. Mulailah perlawanan dengan mendoakan pasangan anda.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT