Image Background
header
Umum BERSIH
BERSIH
Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. – Yes 1:18
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. – 1 Yoh 1:9

Setiap satu tahun satu kali, berjuta-juta orang menempuh perjalanan panjang untuk pulang kampung alias mudik Lebaran. Berhimpit di bis panas, berjubel di kereta padat, menanti pesawat telat. Semua kesusahan rela dijalani supaya bisa sampai ke kampung tua di udik sana.
Setiap Lebaran, ada satu ucapan yang sama yang selalu dikeluarkan: Mohon maaf lahir batin. Dasar orang Indonesia, sudah pendek begini masih juga disingkat: lahir batin ya… Barangkali yang begini memang tidak ada niat minta maaf.
Melalui ucapan ini, kita mengasumsikan bahwa kita pernah berbuat salah, entah sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja, makanya kita minta dimaafkan. Ini adalah suatu sikap yang sangat luar biasa: pengakuan. Kerendahan hati terlihat di sini. Permintaan maaf yang tulus membawa kelegaan dan kesembuhan. Pemberian maaf/pengampunan yang tulus membawa pemulihan dan kesembuhan.
Pasal 1 dari kitab Yesaya berisi kecaman terhadap bangsa Israel yang sudah mengalami penurunan moral dan spiritual. Dengan kata-kata tajam, Tuhan berbicara melalui Nabi Yesaya untuk mencela dosa-dosa orang Israel. Tetapi Tuhan juga memberikan suatu jalan keluar untuk mereka yang mau berubah. Tawaran ini dinyatakan di pasal 1:18 yang kita kutip di atas dengan menyebut dua warna: krimizi dan kesumba.
Kirmizi adalah warna merah mencolok yang didapat dari semacam ulat/cacing bernama kermes. Induk ulat kermes akan menempel ke satu pohon lalu bertelur dan telur menetas. Dia akan terus menempel sampai mati di pohon itu. Waktu dia mati, dia mengeluarkan cairan merah yang akan mewarnai bangkainya dan pohon yang dia tempeli. Orang lalu mengambil binatang itu, dan memakai abunya untuk mewarnai kain. Hasil warna merah kirmizi akan bertahan lama alias susah luntur. Kesumba adalah sama dengan kirmizi (menurut Cambridge Bible for Schools and Colleges).
Sekalipun dosa, seperti kirmizi atau kesumba, susah sekali dihapus atau diputihkan, Tuhan berjanji akan melakukan pemutihan atau pembersihan ini. Janji ini ditegaskan kembali melalui Rasul Yohanes di suratnya, 1 Yoh 1:9. Tidak perduli betapa dalamnya dosa kita, pengampunan tersedia untuk kita yang datang dan mengakui dosa dan kesalahan kita. Ini adalah bagian yang penting dari iman kita.
Dalam banyak agama, dosa hanya bisa diselesaikan dengan satu cara: yang berdosa harus menanggung akibat dosanya dan berusaha memperbaiki diri dengan banyak berbuat baik. Tidak ada pengampunan.
Kekristenan menyadari bahwa manusia tidak akan pernah bisa menebus dosanya. Manusia sendiri sudah jatuh dalam dosa. Ibarat orang yang sedang tenggelam, dia tidak bisa menyelamatkan dirinya. Dia perlu diselamatkan. Tapi ada syaratnya: dia harus mengakui dosanya itu.
Manusia dengan segala cara berusaha menghindari pengakuan ini. Berbagai cara dipakai. Yang satu mengatakan bahwa dosanya kecil atau sedikit, jadi tidak usah dipermasalahkan. Yang lain mengatakan bahwa banyak yang lain juga berbuat sama seperti dia. Yang lainnya lagi menyangkal bahwa dia berdosa. Ada juga yang memberikan alasan kenapa dia sampai berdosa supaya dia bisa dimaklumi. Yang satunya lagi memberikan daftar kebaikan yang sudah dia lakukan sebagai kompensasi.
Tuhan tidak memerlukan semua alasan tadi untuk mengampuni kita. Yang Dia minta cuma satu saja: akuilah kesalahanmu.
Jangan hanya dekat-dekat hari Lebaran saja kita meminta maaf dan pengampunan, terutama dari Tuhan. Hari ini juga, saudara bisa merendahkan hati, mengakui kesalahan dan menerima pembersihan.
Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! – Maz 51:9

Tuhan Yesus, aku mengakui semua dosa dan kesalahanku. Ampunilah aku dan basuhlah aku dengan darah-Mu supaya aku boleh menjadi bersih lagi…Amin.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT