Image Background
header
Umum C I N T A
C I N T A
Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. – Yer 31:3
Wajahnya muncul di mana-mana, salah satu wanita tercantik di dunia… Setiap lelaki mendambakan dia, bahkan Presiden Amerika yang sudah beristripun tergila-gila dengan dia. Namanya dikenal di seluruh dunia sebagai bintang film Hollywood. Semua akan mengira bahwa wanita demikian pastilah hidupnya bahagia… semua kita ingin seperti dia: cantik, kaya, terkenal…
Wanita ini, Marilyn Monroe (terkenal dengan singkatan MM), meninggal bunuh diri pada umur 36 thn. Kesepian, frustrasi, mencari cinta…
Semua orang mencari cinta dalam hidup ini. Itulah kebutuhan jiwa manusia. Kita perlu cinta dan perlu mencintai. We can’t help it… Tanpa cinta kita merana, dibilang hidup tapi sudah mati.
Rene Spitz, psikolog, melakukan eksperimen. Dia memperhatikan bayi-bayi yang diasuh di satu panti asuhan di satu negara di Amerika Selatan. Para pengurus di sana kekurangan tenaga, 1 orang mengurusi 7 anak, sehingga mereka lari dari satu anak ke anak lain. Anak-anak tidak sempat dipeluk atau diajak bicara atau main. Mereka hanya diurus kalau sedang rewel, atau jam makan. Spitz lalu mengamati sekelompok anak lain yang dirawat oleh mama-mama mereka yang sedang dipenjara. Jadi bayi-bayi ini ikut tinggal dalam penjara. Bertahun-tahun kemudian, terlihatlah jelas perbedaan antara 2 kelompok ini. Bayi-bayi yang di panti asuhan mengalami gangguan kesehatan dan kejiwaan, bahkan beberapa meninggal. Bayi-bayi yang dipenjara bertumbuh dengan sehat. Bahkan anak-anakpun perlu merasakan dicintai.
Dr Dean Ornish, pakar pencegahan penyakit jantung, menyatakan bahwa kalau anda bertanya kepada para ahli tentang apa yang harus dilakukan untuk mencegah serangan jantung, jawabannya ada 3: berhenti merokok, olah raga, jaga makan. Tetapi banyak orang melakukan 3 hal itu dan tetap kena serangan jantung atau stroke. Mereka melupakan komponen ke 4: cinta.
Berdasarkan riset Dr. Ornish, dia menemukan bahwa orang-orang yang merasa dicintai dan memiliki orang yang dicintai ternyata lebih sedikit mengalami masalah jantung. Cinta adalah obat benaran (Love is Real Medicine adalah judul artikel beliau di majalah Newsweek 14 Nov 2005).
Pertanyaannya adalah: di manakah kita bisa menemukan cinta itu?
1. Sebagian kita menemukannya pada diri orang tua kita. Orang Yunani memakai istilah ‘storge’ untuk menggambarkan cinta orang tua kepada anak. Semua kita diperlengkapi dengan cinta bentuk ini. Secara insting, kita langsung merasakan sayang begitu melihat bayi kecil, apa lagi kalau dia sedang tidur.
2. Sebagian orang lain menemukannya dalam persahabatan atau persaudaraan. Istilah dalam bahasa Yunaninya adalah ‘philadelphia’ atau kasih persaudaraan.
3. Sebagian lagi menemukannya pada pasangannya. Alkitab memiliki istilah ‘agape’ untuk menggambarkan kasih sayang antara suami istri. Cinta kasih ini bersifat berkorban, memberi.
Bagaimana kalau saya tidak menemukan itu? Apakah saya harus hidup dalam kekosongan jiwa saya?
Ada satu sumber cinta kasih yang luar biasa, yaitu Tuhan yang menciptakan kita semua.
‘…Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal,…’
Dialah sumber kasih sayang yang terbesar. Seseorang yang memiliki ini akan menemukan rasa aman dan damai yang luar biasa. Tidak ada yang bisa menggoyahkan orang yang demikian.
Dari situ orang belajar mencintai dirinya sendiri. Ini bukan narsis yang adalah bentuk gangguan jiwa. Ini bukan bicara orang egois, yang segala kemauannya harus dituruti. Ini adalah orang yang sadar bahwa dia berharga di mata Tuhan, bukan karena dia memiliki pencapaian atau sesuatu yang hebat, tetapi semata-mata karena sifat Tuhan yang maha pengasih. Orang ini menghargai dan setuju dengan pendapat Tuhan. Karena itu dia melihat dirinya sendiri sebagai orang yang layak dicintai. Dengan cinta yang demikian orang ini tidak akan menjadi sombong, sebaliknya dia mulai melihat orang-orang lain sebagai orang-orang yang juga layak dicintai.
Dari situ juga orang belajar mengasihi sesamanya dengan benar. Dia akan memiliki sifat ‘sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak simpan kesalahan orang, tidak mensyukuri orang masalah, menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu.’
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT