Image Background
header
Umum C U R R Y
C U R R Y
I am proud to be a child of God – Stephen Curry
(Saya bangga menjadi anak Tuhan)
Curry yang dimaksud di sini bukanlah makanan kari yang asal India itu. Curry yang akan kita bicarakan ini juga enak, bukan untuk dimakan tapi untuk dilihat permainannya. Stephen Curry adalah Pemain Terbaik (Most Valuable Player/MVP) tahun 2015 dalam kompetisi bola basket NBA di Amerika Serikat. Dia adalah motor yang membawa tim basket Golden State Warriors menjadi juara NBA setelah penantian panjang selama 40 tahun. Rekor demi rekor dipecahkan oleh Stephen Curry bersama dengan rekan-rekan satu timnya.
Melihat dan membaca keberhasilan Steph Curry adalah belajar melihat kemurahan Tuhan dalam hidup anak-anak-Nya. Ada banyak pelajaran-pelajaran penting yang bisa kita dapat dari kehidupan anak Tuhan ini.
1. PENTINGNYA IMAN. Curry adalah seorang yang terang-terangan menyatakan imannya kepada Yesus Kristus. Ketika menerima penghargaan MVP, Curry diminta menyampaikan pidato. Dia memulai dengan berkata begini: “Pertama-tama saya harus berterima kasih kepada Tuhan dan Juru Selamat saya, Yesus Kristus, yang memberkati saya dengan talenta untuk bermain… saya adalah hamba-Nya yang tidak punya apa-apa, dan saya tidak bisa mengungkapkan betapa pentingnya iman saya dalam diri saya dan permainan saya.” Pentingnya iman ini terlihat terutama pada masa-masa di mana cedera menghantui karirnya. Dalam periode gelap itu, imannya menguatkan dia terus. Di sepatu basketnya, ada bordiran tulisan ‘4:13’. Ini mengacu kepada Filip 4:13: Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Apabila anda, yang sekarang membaca artikel ini, sedang mengalami masa-masa gelap, percayalah akan kuasa dan kasih Tuhan. Pertolongannya selalu tersedia buat kita yang percaya. Tuhan akan menenangkan badai pada waktunya. Lembah ini akan berakhir. Tapi sebelum badai berlalu dan lembah berakhir, Tuhan tetap akan memberikan kekuatan kepada kita yang berharap kepada-Nya.
2. PENTINGNYA MEMULIAKAN TUHAN MELALUI HIDUP KITA. Steph Curry berkata begini, “Orang-orang harus tahu siapa yang saya wakili dan mengapa saya menjadi seperti sekarang ini, dan itu karena Tuhan dan Juru Selamat saya.” Setiap kali mencetak angka, Steph selalu memakai tangan kanannya untuk memegang dada kirinya, lalu menunjuk ke atas. Menurut dia, itu adalah cara dia untuk menyatakan bahwa dia punya hati untuk Tuhan, dan itu menjadi pengingat bahwa dia bermain untuk Tuhan.
Firman Tuhan berkata di 1 Kor 10:31: Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. Baik itu main basket, atau main catur, entah itu membuka toko, ataupun menyapu jalan, kita melakukannya untuk kemuliaan Tuhan. Ketika kita melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan, maka Tuhan akan menyertai usaha kita.
Bagaimana caranya seseorang memuliakan Tuhan? Dia melakukan segala sesuatu dengan cara Tuhan. Dia mendoakan segala apa yang dia lakukan. Ketika dia berhasil, dia membuat pengakuan bahwa semua itu karena Tuhan.
Ini seperti tukang sapu jalan di kota Leeds di Inggris, yang setiap pagi, sebelum bekerja, akan mampir dulu ke gereja di jalan yang dia sapu. Dia membawa sapunya ke dalam gereja, menaruh sapu itu di altar, lalu sujud dan berdoa meminta Tuhan menyertai dia ketika menyapu jalan. Jalan yang dia sapu adalah jalan paling bersih di kota itu. Karena dia menyapu jalan untuk kemuliaan Tuhan.
3. PENTINGNYA KEGIGIHAN DALAM PERJUANGAN. Stephen Curry bukan langsung berhasil di NBA. Di awal dia dianggap terlalu kecil untuk bisa berhasil di NBA. Memang tinggi badannya 1.9 meter. Tetapi untuk ukuran NBA, dia masih dianggap pendek. Badannya tidak kekar seperti yang lain. Lagi pula, cedera mengganggu awal karirnya. Jadi, dia tidak dianggap sama sekali.
Tetapi dia bekerja keras dan berdoa sungguh-sungguh. Steph menjadi penembak paling jago se-NBA. Gerakannya sangat cepat. Dribble bolanya hebat. Bola seolah lengket dengan tangannya, berpindah dari tangan kanan ke tangan kiri, melalui selangkangan atau belakang badan…lawan-lawannya keteteran menghadang dia. Semua ini terjadi karena selain berdoa, Steph juga berlatih keras.
Doa memang penting, tetapi setelah kita berdoa, kita tetap perlu keluar keringat. Janganlah kita mengira bahwa dengan berdoa, semuanya langsung mulus dan pasti lancar. Perjuangan dan pergumulan tetaplah ada. Kita tetap harus gigih dan bekerja keras, tidak gampang menyerah.
4. PENTINGNYA MENGHARGAI DAN MENDUKUNG REKAN KERJA. Steph dikenal sebagai juara mencetak angka Golden State Warriors, tetapi dia juga dikenal jago assist. Assist adalah membantu rekan mencetak angka. Jadi Steph ini bukanlah orang yang egois, merasa diri hebat. Dia menyadari bahwa sehebat-hebatnya dia, keberhasilan tetaplah juga hasil dari kerja keras rekan-rekan timnya. Hal ini terlihat di pemain hebat yang lain, Lebron James dari klub Cleveland Cavaliers. Lebron ini pemain dengan talenta luar biasa. Tapi timnya sulit menjadi juara, sekalipun berkali-kali masuk final. Ini karena semua bergantung kepada dia sendiri. Hasilnya tidak maksimal.
Barangkali rekan kerja kita kadang menjengkelkan. Pasangan kita sering-sering bikin kesal. Tapi ingat, kita tetap perlu mereka.
Stephen Curry akan terus mencatat prestasi yang luar biasa, dan kita tahu itu karena apa: Yesus Kristus, yang memberikan kekuatan kepada dia. Dan juga kepada saudara dan saya…
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT