Image Background
header
Umum CUCI  PIRING
CUCI PIRING
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
(Pkh 3:1)
Max Fichtman dan Oded Brenner, Yahudi botak (menurut kata-kata mereka sendiri), sungguh pintar membuat coklat panas yang enak, yang dikenal dengan merek Max Brenner. Dari pusatnya di Israel, sampai ke cabang-cabang di Singapura, Amerika sampai Australia, Max meracik coklat yang membuat orang yang minum sampai ketagihan.
Suatu hari saya ngantri di salah satu cabang Max Brenner. Toko ramai sekali. Karena menunggu lama, mata saya sempat memperhatikan seluruh toko. Yang menarik perhatian saya adalah seorang karyawan toko yang sedang mencuci gelas dan piring yang habis dipakai oleh pelanggan. Ini kelihatannya kurang pas ya. Toko sedang ramai. Antrian pembeli sudah mengular. Kenapa malah membuang waktu mencuci gelas piring? Harusnya bantu temannya yang lagi keteteran melayani pelanggan dong? Benar tidak pemikiran saya, pembaca?
Kalau saudara menjawab ‘benar’, saudara berpikir jangka pendek. Memang karyawan yang mencuci piring gelas itu bisa saja tidak mencuci, tapi menolong melayani pelanggan. Tetapi piring gelas adalah alat utama untuk menyajikan minuman dan makanan kepada pelanggan. Tanpa gelas bersih, coklat panas tidak bisa dijual. Apakah orang bisa minum coklat dengan ditaruh di jarinya? Kalau kue gemblong masih bisa. Coklat panas lain lagi… Kalau piring gelas tidak segera dicuci, sebentar lagi penjualan juga akan berhenti. Terlebih lagi di Max Brenner, yang terkenal dengan gelas unik bernama Hug Mug.
Cuci piring adalah bagian yang paling dianggap remeh dalam rangkaian kegiatan suatu restoran. Bagian ini pasti diserahkan kepada karyawan paling bodoh/rendah di restoran. Pekerjaan ini tidak perlu sekolah dulu, tidak perlu magang sekian bulan, tidak perlu buku panduan tebal, tidak perlu IQ jenius. Cukup lihat orang lain melakukannya satu dua kali, kita sudah bisa meniru dengan baik.
Cuci piring sendok gelas juga pekerjaan yang paling menyebalkan dan kotor dalam rangkaian kegiatan suatu restoran. Melihat sisa makanan…ugh… Bayangkanlah sang tukang masak…masih kebagian mencicipi makanan ketika masak. Bayangkanlah sang waiter, masih melihat yang indah-indah dan mencium yang wangi-wangi. Cuci piring…? Wasalam (kata Asmuni)
Tetapi bayangkanlah restoran yang sibuk tanpa ada bagian cuci piring. Saking sibuknya, piring bekas pelanggan sebelumnya hanya dibuang makanan sisanya lalu dilap pakai tissue lalu dipakai lagi. Cepat, hemat, ringkas… Saudara mau makan dari piring demikian? Restoran begini akan segera tutup pintu.
Dalam hidup ini, kita juga perlu cuci piring… maksud saya dengan cuci piring adalah:
1. KESEIMBANGAN: kata Pengkhotbah yang kita kutip di atas, untuk segala sesuatu ada waktunya. Lalu dia memberikan daftar panjang: ada waktunya diam, ada waktunya bicara dst. Kalau saya boleh menambahkan sesuatu: ada waktunya pesta, ada waktunya cuci piring. Dalam hidup ini, jangan hanya mau enaknya saja. Hanya mau pesta saja tapi tidak mau mencuci piring. Ada waktunya melakukan apa yang tidak enak tapi perlu. Hidup tidak bisa hanya mau enaknya saja. Ini berlaku di segala bidang kehidupan. Dari rumah tangga, bisnis, pekerjaan, sekolah sampai ke pelayanan dan pergaulan. Ada waktunya sebagai suami atau istri kita melakukan apa yang rasanya tidak enak, tapi perlu. Di bisnis/pekerjaan apa lagi…disuruh melakukan apa yang tidak kita sukai. Buat anak sekolah: ada waktunya belajar dan ujian.
Hal keseimbangan ini penting, karena segala sesuatu yang tidak seimbang akan hancur. Contoh: Sepasang anak muda di Amerika kumpul kebo dan punya anak. Anak tidak diperhatikan. Alasan mereka adalah, mereka terlalu asyik dengan narkoba mereka. Tidak ada waktu untuk melihat anak itu. Anak itu akhirnya meninggal dalam keadaan kelaparan dan kotoran berlepotan di badannya.
2. PEMBERSIHAN: Proses cuci piring memang tidak menyenangkan tapi hasilnya akan menyenangkan. Dari waktu ke waktu, kita perlu melakukan proses pembersihan ini. Kalau tidak, racun dan kotoran akan menumpuk. Yang dibersihkan bukan badan kita tetapi hati dan pikiran kita.
Masih adakah hal-hal tertentu yang kalau saudara ingat masih membuat hati pedih?
Adakah orang tertentu yang membuat hati teriris?
Adakah hal/kebiasaan tertentu mengikat saudara?
Mungkin sekarang waktunya mencuci piring dalam kehidupan kita, yaitu melakukan proses pembersihan. Bagaimana melakukannya?
Mintalah ampun kepada Tuhan.
Ampunilah orang yang bersalah.
Mintalah kekuatan dari Tuhan untuk kita boleh hidup benar di hadapan Tuhan.
Jikalau kita melakukan ini, maka berlakulah seperti kata Pengkhotbah:
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,…
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT