Image Background
header
Umum D A M A I
D A M A I
Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! – Rom 12:18

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih menjalani pendidikan terapi keluarga di Singapura, guru saya, Warren Tan, meminta tolong untuk dibelikan Irish Cream satu botol di toko bebas bea di bandara Changi. Jadi, dalam perjalanan berikut ke Singapura, saya mampir ke toko kosmetik di bandara Changi untuk mencari Irish Cream. Penjaga toko geleng-geleng kepala, tidak pernah menjual ataupun mendengar kosmetik bernama Irish Cream. Akhirnya saya telpon Warren. Barulah saya tahu: Irish Cream adalah minuman, bukan kosmetik!
Pelajaran penting dalam hidup ini: anda tidak akan menemukan apa yang anda cari, seberapapun rajinnya anda mencari, kalau anda mencarinya di tempat yang salah.
Salah satu fakta tentang hidup di dunia ini adalah betapa manusia membutuhkan, dan mendambakan sekaligus kehilangan damai. Manusia terus menerus mencari damai tetapi tetap terjebak dalam pencarian tiada akhir. Hadiah Nobel dibagikan, pada awalnya, hanya kepada orang-orang yang mengupayakan perdamaian di dunia. Setelah 100 tahun hadiah Nobel dibagikan, damai tetaplah belum ditemukan. Malahan, perang semakin berkobar di mana-mana. Terorisme semakin menjadi.
Jadi, kalau kita bicara tentang damai, kita sadar bahwa damai masih belum didapat bukan karena manusia kurang usaha. Manusia gagal menemukan damai karena manusia mencarinya di tempat yang salah. Persis seperti saya mencari minuman di toko kosmetik; ataupun Jojon mencari parfum di toko bangunan.
Lalu di mana mesti mencari damai?
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. – Yes 9:6
Yesus, Sang Raja Damai, menjanjikan ini:
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. – Yoh 14:27
Pertama-tama, kita berdamai dengan Pencipta kita, Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Setelah itu, damai sejahtera harus dipelihara dan diperluas.
Ayat di awal (Rom 12:18) mengajak kita untuk berdamai juga dengan sesama kita, terutama musuh kita. Karena Paulus, penulis kitab Roma, mengatakan ‘hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!’ Kata ‘semua orang’ perlu digarisbawahi.
Jadi, musuh sekalipun harus didekati (kecuali Setan yah…jauhi dia, lagi pula dia kan bukan orang!), apalagi ipar, mertua/mantu, istri/suami, orang tua/anak, tetangga, teman kantor, bos, bawahan, tukang parkir, sopir angkot, pendeta, sesama jemaat!
Kita diberikan mandat untuk mengupayakan perdamaian. Kata-kata Paulus: Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu,… Paulus sadar perdamaian harus dua pihak juga. Kalau satu pihak tidak mau, kita tidak bisa apa-apa. Tapi selama masih bisa, apalagi kalau itu bergantung di tangan kita, kita harus berdamai.
Bagaimana caranya?
1. Kalau ada yang bersalah dengan kita, jangan menuntut pembalasan, biarkan Tuhan yang bekerja (Rom 12:19): Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
2. Lakukan kebaikan kepada setiap orang, terutama musuh (Rom 12:20): Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Jangan mengganti ayat ini: tetapi jika seterumu lapar, syukurin dia; jika ia haus, ketawain dia! Dengan berbuat demikian kamu akan menumpahkan air comberan ke wajahnya…
3. Kejahatan jangan dibalas dengan kejahatan. Kejahatan hanya bisa kalah dengan satu hal: kebaikan. Rom 12:21: Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Nah…sekarang berhentilah membaca sebentar, dan coba pikir: siapakah yang perlu saudara datangi untuk mengupayakan perdamaian hari ini?
Kalau saudara membaca artikel ini sebelum kebaktian, tolong ingat baik-baik: berkat sepenuhnya akan tercurah kepada kita dalam ibadah ketika kita mengikuti perintah Firman Tuhan ini… (pst)
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT