Image Background
header
Umum D   O  S   A
D O S A
Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." (Kej 4:6-7)
NW, ibu berumur 30 tahun di Jakarta Barat, membunuh anaknya yang baru berumur 5 tahun, karena anak itu sering mengompol (detikcom, 12 Nov 2017). Berita demikian sungguh menyesakkan hati dan susah dipercaya. Berbagai pertanyaan muncul di pikiran kita. Kok bisa? Kok tega?...
Suatu pertanyaan besar juga muncul di benak saya ketika membaca kisah Kain dan kejatuhannya ke dalam pembunuhan. Bukan sembarang pembunuhan. Pembunuhan pertama yang tercatat di Alkitab. Pembunuhan seorang abang terhadap adik kandungnya sendiri. Mengkepret kecoak atau memotong ayam untuk dibikin kari sudah menjadi trauma tersendiri bagi beberapa orang. Apalagi membunuh sesama manusia. Apalagi membunuh adik sendiri.
Pergumulan saya bukanlah soal pembunuhan itu sendiri. Pergumulan saya adalah tentang peringatan Tuhan. Coba kita baca baik-baik:
1. dosa sudah mengintip di depan pintu; Ini peringatan yang bagus. Dosa bukan seperti Belanda yang masih jauh. Dia sudah di depan pintu, tinggal masuk. Seperti perahu yang sudah mau jatuh ke jurang tanpa sepengetahuan juru mudi perahu. Informasi diberikan kepada juru mudi, supaya bahaya bisa dihindari. Demikianlah TUHAN memberikan peringatan kepada Kain.
2. ia sangat menggoda engkau; Ini peringatan level kedua: dosa ini punya kekuatan hebat (SANGAT menggoda) untuk mengalahkan kamu. Atau bisa juga ditafsirkan: dosa ini sudah mulai bekerja (menggoda) dalam diri kamu. Hati-hati!
3. tetapi engkau harus berkuasa atasnya; sekalipun dosa sangat menggoda, tapi kamu jangan mau kalah. Kamu harus mengalahkan dosa. Di sini ada unsur pemberian semangat: kamu bisa mengalahkan dosa.
Ini yang mengganggu saya: kenapa TUHAN hanya memberikan peringatan saja dan, kesannya, membiarkan Kain menghadapi dosa itu sendirian? Tidakkah TUHAN tahu bahwa Kain akan jatuh?
Ada dua jawaban yang diberikan oleh para ahli teologia.
Pertama: kelompok divine determinism (divine = illahi; determinism: semua yang terjadi sudah ditentukan sebelumnya). Kelompok ini percaya bahwa semua yang terjadi di dunia ini sudah ditentukan (dari jauh hari) oleh Allah, dari kejatuhan Adam sampai kepada kejatuhan Kain dan seterusnya. Mereka percaya bahwa Allah berdaulat mutlak dan, karena itu, pasti menentukan segala peristiwa di dunia ini. Kalau tidak, berarti Dia tidak berdaulat mutlak. Masalah dengan cara pandang ini adalah: berarti manusia hanyalah robot semata, dan yang lebih parah lagi, Allah yang menentukan (sekaligus membiarkan) manusia ciptaan-Nya jatuh ke dalam dosa!
Kedua: kelompok free will (kehendak bebas). Kelompok ini percaya bahwa manusia diciptakan Allah dengan kehendak bebas untuk mentaati atau membangkang perintah dan kehendak Allah. Apakah kelompok ini tidak percaya akan kedaulatan Allah? Tidak. Mereka percaya bahwa Allah itu berdaulat. Tetapi dalam kedaulatan-Nya, Allah memutuskan untuk memberikan kehendak bebas kepada manusia. Jadi, manusia bukan robot. Dan kalau manusia jatuh dalam dosa, itu kesalahan manusia sendiri, bukan karena Allah.
Lalu apakah Allah membiarkan manusia berkutat sendirian dengan godaan dosa?
Tidak juga. Buktinya: Dia memberikan peringatan kepada Kain. Dia memberikan peringatan kepada Daud (melalui anak buahnya). Manusia diharapkan mau mentaati peringatan ini dan mundur dari dosa. Di Kejadian pasal 20, Raja Abimelekh mengambil istri Abraham, Sarah, untuk dijadikan istrinya, karena Abraham mengatakan bahwa Sarah itu adiknya, bukan istrinya. Lalu Tuhan muncul dalam mimpi Abimelekh dan memberikan dia peringatan, dan dia mengundurkan niatnya untuk memperistri Sarah. Begitulah seharusnya. Dikasih peringatan, langsung putar badan…
Tetapi bagi kita yang di Perjanjian Baru, kita mendapatkan tambahan kekuatan super untuk mengalahkan dosa:
1. Salib Kristus. Kuasa dosa sudah dipatahkan oleh karena pengorbanan Kristus di kayu salib. Kita sekarang bukan lagi budak dosa (Roma pasal 6)
2. Firman Tuhan. Kita sekarang memiliki tuntunan secara tertulis yang menjadi pegangan hidup kita. Kita tahu mana salah dan mana benar (Maz 119:9, 11)
3. Roh Kudus. Roh Kudus menyertai kita 24 jam sehari; bukan dari luar diri kita tetapi berdiam dalam diri kita. Dia menuntun kita, berbicara kepada kita dan membawa kita kepada seluruh kebenaran.
Apabila kita sampai jatuh dosa sekalipun, Dia akan mengampuni dan menyucikan kita kalau kita mengakui dosa kita (1 Yoh 1:9).
Jadi, Allah sekali-kali tidak meninggalkan kita sendirian menghadapi pergumulan dosa kita. Yang sekarang dibutuhkan dari kita hanyalah satu saja: TAAT.
Maukah saudara taat?
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT