Image Background
header
Umum DISIPLIN ROHANI
DISIPLIN ROHANI
7 …Latihlah dirimu beribadah. 8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. 9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. 10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
(1 Tim 4:7-9)

Martin Luther menggagas Reformasi Protestan di abad ke 16 dengan seruan ‘Sola Gratia’ (Anugerah Semata). Keselamatan adalah anugerah semata, bukan hasil karya manusia. Ini adalah pernyataan Alkitab juga, seperti yang ditulis di Ef 2:8-9. Tetapi seruan dan pernyataan Alkitab ini sering disalahgunakan untuk menyatakan bahwa seorang Kristen yang sudah selamat tidak perlu berbuat apa-apa dalam perjalanan imannya. Sesuatu yang dimaksudkan untuk berbicara tentang awal keselamatan kemudian diaplikasikan ke seluruh perjalanan keselamatan.
Surat Paulus di 1 Tim 4 yang kita kutip di atas menyatakan bahwa ‘karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya’ maka ‘Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang’. Berjerih payah dan berjuang bukanlah hal yang haram dan sesat dalam iman kita. Itu dilakukan karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juru Selamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
Paulus menekankan dalam kutipan di atas akan pentingnya melatih diri beribadah. Latihan badani (olah raga) bukan tidak ada gunanya. Tetapi kegunaannya terbatas karena manfaatnya hanya untuk dunia ini saja. Orang sesehat apapun tetap akan meninggal, dan dia tidak akan masuk surga hanya karena tubuhnya sehat! Ibadah, sebaliknya, memberikan janji-janji untuk hidup ini dan juga hidup yang akan datang.
Jadi, saya menganjurkan kita semua untuk menerima janji-janji ini melalui latihan ibadah atau disiplin rohani.
Disiplin rohani mencakup minimal kegiatan sebagai berikut: saat teduh (doa dan perenungan), pembacaan Alkitab, puasa. Ambillah waktu untuk secara teratur melakukan kegiatan-kegiatan ini.
Langkah-langkah untuk memulai:
1. Jangan menunggu sampai kena masalah baru memulai. Ini kelemahan manusia. Hanya datang ke Tuhan ketika sedang kena masalah. Tuhan akan tetap menolong. Tetapi akan lebih baik kalau kita sudah datang kepada Tuhan ketika kita tidak sedang menghadapi masalah.
2. Doa minta pertolongan Tuhan. Setiap kegiatan rohani haruslah dilakukan dengan mengandalkan kekuatan Tuhan melalui doa. Kuasa kegelapan tidak suka ketika kita melakukan kegiatan ini. Godaan dan tantangan sangat besar. Cerita yang umum adalah bagaimana seseorang memutuskan untuk puasa makan, dan pada hari itu pagi-pagi sudah merasa lapar sekali. Jam 12 rasanya mau pingsan. Padahal pada hari di mana dia tidak puasa, dia bisa tahan tidak makan dari bangun pagi sampai sore jam 3!
3. Buat support group. Melakukan apapun juga akan berat kalau kita sendirian. Ajaklah beberapa orang untuk memulai bersama. Kata Pengkhotbah 4:9-10: Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!
4. Mulai dengan langkah kecil. Contoh untuk saat teduh: cukup 5 menit setiap hari. Lama-lama ditambah waktunya.
5. Jalankan sekalipun merasa belum siap sepenuhnya. Kita tidak akan pernah 100% siap. Dan kita tidak perlu 100% siap untuk memulai.
6. Kalau gagal, bangkit dan maju lagi. Kalau minggu ini sdr lupa melakukannya, tidak apa-apa. Masih ada besok. Jangan berkecil hati. Coba lagi.
7. Pandanglah Yesus sebagai sumber inspirasi kita. Ada saat-saat di mana kita merasakan kelelahan. Pada saat itu, terimalah kekuatan dengan mengingat akan Yesus Juru Selamat kita. Kata Ibr 12:2: …marilah kita…berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
Ada bahaya yang bisa saja terjadi saat seseorang menjalankan disiplin rohani ini:
 menjadi show – pamer kemana-mana sebagai ‘bukti’ orang rohani.
 menjadi sombong – merasa lebih baik dari orang lain yang tidak melakukan.
 menjadi alasan pembenaran diri – merasa harus dibenarkan oleh Allah karena sudah melakukan sesuatu.
Yang penting untuk diingat adalah bahwa Tuhan tidak akan pernah terkesan dengan kesalehan dan kegiatan kita. Dia ingin kita dekat dengan Dia, membangun suatu hubungan yang dekat dengan Dia. Disiplin rohani hanyalah salah satu sarana untuk mencapai itu.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT