Image Background
header
Umum DOMBA atau KAMBING?
DOMBA atau KAMBING?
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, – Yoh 10:27
Kristen artinya pengikut Kristus atau menyerupai Kristus. Menjadi Kristen bukanlah sekedar menjadi anggota gereja, datang kebaktian tiap Minggu. Menjadi Kristen adalah memasuki suatu hubungan yang intim dengan Allah Sang Pencipta kita semua, yang menyatakan kasih-Nya dengan mengutus Putera-Nya yang tunggal, Yesus Kristus.
Yesus menggambarkan pengikut-pengikut-Nya sebagai domba. Domba adalah binatang yang lembut dan jinak tetapi sebenarnya tidak lemah. Mereka memiliki kekuatan dan bisa bertarung. Tetapi mereka memilih untuk bergantung kepada gembala mereka. Mereka taat dan gampang diatur. Dengan menggambarkan pengikut-Nya sebagai domba, Yesus menyatakan apa yang Dia inginkan dari pengikut-pengikut-Nya: ketaatan, ketergantungan, kelembutan.
Pengikut Kristus yang sejati menjalani hidup dalam ketaatan kepada perintah Tuhan. Mereka juga belajar bergantung kepada tuntunan, pemeliharaan dan perlindungan dari Sang Gembala Agung. Mereka memilih satu jalan kehidupan yang ditandai dengan kelembutan. Itulah ciri pengikut Kristus yang benar-benar domba!
Tetapi beberapa orang yang mengaku pengikut Yesus sebenarnya bukan domba melainkan kambing. Ini dinyatakan oleh Yesus di Mat 25:32:
Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
Kambing mirip tapi berbeda dengan domba, sekalipun beberapa orang susah membedakan keduanya. Sewaktu kita melihat kepada seekor kambing, yang menarik perhatian kita yang pertama-tama adalah tanduknya. Tanduk melambangkan perlawanan. Jadi sifat yang menonjol pada kambing adalah suka melawan. Kambing tidak suka diatur. Dia terbalik dengan domba yang taat. Dia maunya mengatur diri sendiri, atau mengatur orang lain, bahkan mengatur Tuhan! Kehendak dirinya yang menjadi patokan utama. Kambing cepat sekali melihat kesalahan dan meluncurkan embikan berupa kritik. Kalau perlu dia mulai menanduk. Dia tidak memiliki empati. Kalau dia salah dan dikritik, dia akan mengamuk dengan main tanduk. Sebaliknya, kalau orang lain salah, kambing tidak akan memberikan belas kasihan.
Yang kedua pada kambing yang menonjol adalah kurusnya. Lihat saja tampangnya. Wajah kambing selalu kurus, seberapa hijaunyapun padang rumput tempat dia berada. Kambing boleh saja makan Firman Tuhan setiap hari, kebaktian minggu tidak cukup satu kali, tetapi semua makanan itu tidak menjadi gisi. Dia tetap kurus di tengah makanan melimpah. Kambing bisa sangat rohani bahasanya, tetapi semua itu hanya sebatas kata-kata tanpa kuasa.
Hal ke tiga tentang kambing adalah dia tidak mau perduli orang susah. Di Mat 25, para kambing dihardik, bahkan diusir oleh Yesus karena mereka tidak perduli dengan mereka yang kelaparan, kehausan, telanjang, sakit dan terpenjara. Kambing adalah raja cuek. Motto kambing adalah EGP: Emangnya Gue Pikirin.
Tipe jemaat yang salah antara lain:
Kerbau – kerbau membuat susah gembala karena kesukaannya main lumpur dosa. Buat kerbau, berkubang di lumpur adalah salah satu cara dia melepaskan stress. Mungkin dia sudah kecapaian bekerja seharian di kantor, main lumpur setelah jam kantor membuat dia segar lagi. Mungkin dia sudah loyo mengejar target yang bergerak terus, main lumpur bersama sesama kerbau di tempat remang-remang membuat dia merasa hidup ini seimbang. Kalaupun hidup harus seimbang, tetap tidak boleh dicapai dengan bermain lumpur dosa.
Kerbau kelihatan tenang di luar tetapi gelisah di dalam. Happy di luar, sedih di dalam. Kerbau lamban sekali dan badannya gede, membawa dia keluar dari satu kubangan lumpur bisa menghabiskan semua enerji si gembala.
Sapi – ini jemaat favorit beberapa pemimpin rohani, terutama pemimpin rohani tipe Tukang Susu atau Tukang Daging. Sapi enak dijadikan perahan, dan memang ada sapi-sapi yang memiliki air susu yang berlimpah. Masalahnya sering kali sapi sudah kering tapi masih diperah terus sampai sapi menjerit kesakitan. Kalau hanya air susu saja yang diambil masih lumayan. Tetapi kalau dipotong untuk diambil daging? dan Sapi sering merasa kecewa dengan gereja karena adanya upaya pemerasan air susu yang berlebihan bahkan percobaan pemotongan daging terhadap mereka!
Marilah kita menjadi domba milik Yesus: bangunlah hubungan dengan Dia, biasakanlah mendengar suara-Nya. Maksudnya? Ambil waktu untuk berdoa, membaca Alkitab, dengarkan Firman Tuhan di gereja dengan sungguh-sungguh.
Bangunlah ketaatan kepada Tuhan, mulai dari hal-hal yang kecil. Contoh: Amanat Agung. Yesus meminta kita memberitakan Injil (Mrk 16:15). Lakukanlah itu kepada orang-orang di sekitar kita.
Bangunlah ketergantungan kepada Tuhan, berdoalah minta petunjuk Tuhan dalam kehidupan saudara.
Bangunlah kelembutan dalam hidup saudara. Belajarlah mengampuni kesalahan orang. Belajar sabar terhadap orang.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT