Image Background
header
Umum Dunia Bencana
Dunia Bencana
1 Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. 2 Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? 3 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. 4 Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? 5 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian." – Lukas 13:1-9

‘KOTA BANJIR DUNIA’ adalah julukan Jakarta yang terbaru. ‘NEGERI SIAGA BENCANA’ adalah cap untuk negeri tercinta ini. Dari Sinabung di perbatasan Aceh sana sampai Manado. Dari kekeringan sampai ke banjir berhari-hari. Dari longsor sampai ke gempa.
Dan ini bukan yang terakhir. Kalau benar bahwa angin kutub bernama Polar Vortex masih terus mengalir ke selatan, maka paling tidak dalam 2 minggu mendatang, hujan dan udara dingin masih akan terus mendera kita.
Bencana bukan hanya melanda Indonesia. Amerika Serikat mengalami cuaca dingin yang begitu mengerikan, sehingga suhu di salah satu kota di Amerika Serikat bagian tengah ternyata lebih dingin daripada suhu di Kutub Selatan!
Daerah Somerset di Inggris sudah terendam 1 bulan lebih.
Kita sedang mengalami perubahan besar karena cuaca ekstrim.
Pada waktu bencana terjadi, reaksi manusia biasanya bisa diduga:
1. Yang terkena bencana: mengeluh, protes, baik kepada manusia maupun kepada Tuhan.
2. Yang tidak terkena bencana: menonton atau menghakimi.
Pdt Pat Robertson menjadi sasaran cacian ribuan orang karena mengomentari bencana badai Katrina di Amerika Serikat (29 August 2005: kerugian 81 milyar dolar) dan gempa di Haiti (12 Jan 2010: 316.000 orang mati) dengan kata-kata ini: Bencana itu adalah hukuman Tuhan atas orang berdosa.
Beberapa korban meninggal di Sinabung diperkirakan adalah mereka yang datang untuk menonton gunung yang sedang meletus itu.
Koran-koran Inggris memuat foto orang-orang yang nekat berdiri di pinggir pantai dan memotret gelombang setinggi 5 meter yang menghantam pantai Inggris.
Yesus memberikan pandangan yang berbeda. Ketika Dia didatangi oleh sekelompok orang yang memberikan informasi tentang bencana, komentar-Nya yang tajam diberikan kepada orang-orang ini.
Yesus memberikan 3 hal yang harus diperhatikan dalam setiap bencana:
1. Orang yang menderita ini tidaklah lebih parah daripada orang lain. Orang yang tidak menderita tidaklah lebih baik di mata TUHAN daripada mereka yang menderita. Di hari-hari penuh bencana ini, kita perlu perhatikan ini.
2. Setiap orang seharusnya/pantas menderita seperti itu. Jadi kalau menderita jangan bertanya: kenapa saya?
3. Hanya ada satu cara ketika mendengar berita bencana: bertobat.
Yesus menghendaki kita melakukan hal berikut ini: MERENUNG (introspeksi) dan BERTOBAT. Tanyakanlah pertanyaan ini: apakah hidup saya lebih baik daripada orang-orang yang mengalami bencana itu? Apakah saya harus bertobat? Kalau hari ini saya mati, siapkah saya?
Jawaban dari semua pertanyaan ini adalah antara jelas dan tidak jelas:
JELAS saya tidak bisa mengaku bahwa saya lebih baik daripada orang lain.
JELAS saya harus bertobat setiap hari.
Pertanyaan ketiga: tergantung saudara sendiri menjawab.
Dan kalau jawabannya adalah: TIDAK SIAP, maka persiapkanlah dirimu.
Carilah Tuhan – hiduplah menurut kebenaran-Nya…
Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup,… (Amos 5:6)
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT