Image Background
header
Umum F A K T A  J A M A N
F A K T A J A M A N
Sekitar 20 tahun yang lalu saya diminta mengajar di sekolah Alkitab Penyebaran Injil (SEAPIN) di kota Majalengka. Perjalanan masih lumayan susah waktu itu. Saya naik bis dari Pulo Gadung ke Cirebon. Saya turun di daerah Palimanan (kalau tidak salah ingat), lalu sambung bis lain ke Majalengka. Saya tiba di sana subuh dan langsung mengajar seharian.
Saya mengajar mata pelajaran bernama Fakta Jaman. Isinya bukan teologia akhir jaman (eskatologi), tetapi perkembangan di dunia yang mengarah ke tanda-tanda akhir jaman. Di situ saya menyatakan beberapa hal sesuai dengan hasil penelitian saya:
1. Kontrol terhadap kehidupan umat manusia akan terjadi. Kemana kita pergi, kapan pergi, bagaimana pergi, melakukan apa saja di sana; semua ini akan ketahuan.
2. Kontrol itu terjadi melalui teknologi.
3. Kamera akan dipasang di mana-mana: di jalan, di gedung kantor, tempat umum dll.
4. Handphone akan berkamera.
5. Manusia akan dipasang chip di badannya.
6. Pembayaran akan semakin mengarah ke transfer/cashless.
7. GPS akan semakin banyak (sekarang GPS terpasang secara otomatis di HP kita)
Dari satu sisi, kita diberitahu bahwa semua hal ini diperlukan demi keamanan dan kenyamanan dan kelancaran hidup, baik hidup nyata maupun dunia maya. Ini ada benarnya. Dengan adanya kamera di jalan-jalan, penjahat beraksi bisa terekam kamera (mudah-mudahan) dan kemudian ditangkap (mudah-mudahan). Dengan adanya kamera di HP kita bisa merekam berbagai peristiwa kehidupan kita. Bayar apa-apa semakin gampang dengan transaksi melalui kartu kredit atau kartu debet.
Di sisi lain, saya percaya semua ini terjadi karena diperlukan untuk bisa terjadi kontrol politik dan ekonomi atas semua manusia di dunia oleh satu orang, antikris. Antikris akan menguasai dunia, dan dia akan mengontrol kehidupan umat manusia melalui teknologi.
Setelah 20 tahun berlalu, beberapa data saya memang sudah terasa kuno, tetapi apa yang saya gambarkan 20 tahun justru semakin terlihat nyata.
Hari-hari ini kita sudah tidak punya lagi yang namanya privacy. Privacy adalah bagian kehidupan kita yang tidak kita bagi ke orang lain atau tidak diketahui orang lain. Privacy tidak selalu bersifat rahasia atau jelek. Tapi ada bagian tertentu hidup saya yang saya tidak usah bagikan ke orang lain atau orang lain tidak usah tahu. Saat ini apapun yang kita perbuat bisa ketahuan orang lain.
Kematian privacy kita terjadi melalui internet dan HP kita. Peralatan rumah tangga, kulkas, AC, TV dll juga nantinya akan terkoneksi ke internet. Saat ini beberapa jenis TV sudah terkoneksi ke internet. HP sudah menjadi bagian hidup kita. Kita susah membayangkan hidup tanpa HP. Itulah benda pertama yang kita pegang begitu bangun tidur dan benda terakhir yang kita pegang sebelum tidur. Itulah benda yang kita kantongi dan lirik terus. Dia bukan lagi ada di samping kita. Dia ada menempel ke badan kita. Dari HP kita melakukan kegiatan perbankan, beli makanan, main, urus kerjaan, dll melalui koneksi ke Internet.
Google menyimpan semua data pencarian yang kita lakukan. Youtube setia sekali, selalu ingat anda sukanya film jenis apa, dan menyimpan data itu di komputernya. FB nempel sekali dgn kita selama kita berkelana di Internet, mengumpulkan data tentang semua kegiatan kita di dunia maya. Dan data tentang kita ini bisa dijual dan tidak pernah bisa dihapus. Apapun yang anda ketik di internet selalu disimpan dan tidak pernah bisa dihapus atau dihilangkan.
Internet selalu melihat kita, dan dia tidak pernah lupa. Ini judul berita di situs androidcentral.com.
Data internet tentang kita bisa dipakai oleh seorang diktator untuk kontrol massa. Ini kesimpulan dari koran Australia, Sydney Morning Herald.
Apa yang bisa kita perbuat dalam menghadapi semua ini?
Beberapa orang memutuskan untuk "off the grid". Lepas dari internet, HP, TV dan berbagai teknologi modern. Apakah ini bisa? Bisa. Kaum Amish di AS melakukannya. Tetapi untuk kita anda perlu kelompok yang mendukung.
Menurut saya, teknologi sifatnya netral. Bisa dipakai untuk kebaikan atau kejahatan. Kita harus memanfaatkan teknologi untuk kebaikan.
Selain itu, kalau anda orang percaya, anda juga tahu bahwa Tuhan juga melihat semua tindakan kita, lebih dari Google, FB dll. Rekaman Tuhan ini lebih canggih dari semua komputer atau internet. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Apa yang kita perbuat juga direkam dan nanti akan diperlihatkan pada penghakiman terakhir. Jadi, saran saya: hidup benar saja. Kalau hidup kita benar, kita tidak perlu takut dengan apapun juga, kecuali takut Tuhan.
Mintalah Roh Kudus untuk memampukan kita hidup seturut Firman Tuhan.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT