Image Background
header
Umum G A G A L
G A G A L
15) Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." – Yoh 21:15

Gagal adalah kata yang dibenci orang. Tidak ada orang yang suka dengan kegagalan, atau mencari kegagalan. Semua orang ingin berhasil.
Kegagalan adalah aib. Maka rasa malu, putus asa, marah, sedih dan takut menyergap mereka yang pernah gagal.
Apakah anda, pembaca, pernah gagal? Dari urusan kecil sampai ke urusan besar…
Gagal dalam rumah tangga…
Gagal dalam bisnis…
Gagal dalam hubungan…
Gagal dalam sekolah…
Gagal dalam pekerjaan…
Gagal dalam pelayanan…
Belajarlah dari Petrus, yang gagalnya berat bukan main. Petrus ini seseorang yang berapi-api, cepat bicara cepat bertindak. Sering kali tanpa berpikir matang-matang. Apa yang ada di pikiran langsung dikeluarkan di mulut. Orang jujur tapi sering kecebur. Tapi dari kegagalan dan kesalahan dalam hidupnya, ada satu kegagalan Petrus yang menghantui dia.
Dia sedang berdiang di api unggun di luar rumah imam besar Kayafas ketika Yesus sedang diadili di dalam. Lalu ada yang menuduh dia sebagai salah satu murid Yesus. Petrus menyangkal bahwa dia murid Yesus. Dia bahkan menyangkal dia mengenal Yesus.
Sebelumnya, Petrus dengan gagah menyatakan bahwa sekalipun murid lain akan meninggalkan Yesus, dia akan tetap bertahan. Sekarang terbukti, bahwa dia bukanlah seperti yang dia nyatakan. Petrus bukan pemberani, tapi pengecut.
Membaca kisah bagaimana Yesus memulihkan Petrus adalah membaca kisah bagaimana sang Penasihat Agung alias Konselor Agung melakukan karya kesembuhannya.
Pertama-tama, Petrus ditanya: Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.
Perhatikan pertanyaan Yesus dan jawaban Petrus. Ada yang tidak sinkron.
Pertanyaan Yesus adalah: ‘apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?’
Jawaban Petrus ngambang: ‘Benar Tuhan…’ tapi bagian ‘lebih dari pada mereka ini’ sama sekali tidak dijawab.
Yesus mengulang pertanyaan-Nya sampai tiga kali. Tapi setiap kali diulang, pertanyaan Tuhan bertambah pendek. Kali kedua bertanya, Tuhan sudah tidak lagi memakai kata-kata ‘lebih dari pada mereka ini’.
Kenapa bertanya? Bukankah Yesus sudah tahu jawabannya?
Memang, tetapi Petrus sendiri yang perlu mendengar jawabannya. Pengakuan yang dia ucapkan perlu dia dengar sendiri. Dia perlu mendengar bahwa dalam dirinya masih ada hal yang baik, yaitu dia masih mengasihi Tuhan!
Sebab kebanyakan orang gagal cenderung menyalahkan dirinya sendiri (sekalipun ada juga yang menyalahkan orang lain). Harga diri dan gambar diri mereka menjadi hancur dan mereka tidak ingin maju lagi. Mereka merasa tidak berharga dan tidak berani bergerak maju.
Tuhan Yesus mau memulihkan ‘Petrus-Petrus’ yang sedang membaca artikel ini. Apakah anda pernah gagal? Tuhan Yesus mau mengingatkan saudara bahwa dalam diri saudara masih ada kebaikan yang perlu saudara perhatikan.
Dengan kata lain, jangan berkutat pada kegagalan, tapi tinggalkan itu semua dan bergerak maju. Fokus pada apa yang baik dan masih ada, dan pakai itu sebagai modal untuk bergerak maju, dengan pertolongan Tuhan yang maha pengampun.
Orang-orang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal. Mereka hanya tidak terbenam dalam kegagalan mereka, tetapi menjadikan kegagalan mereka sebagai pemacu untuk bergerak maju dan menggapai keberhasilan.
Petrus akhirnya bangkit dari kegagalannya. Ketika pencurahan Roh Kudus terjadi, dialah yang maju ke depan, si jagoan gagal ini, dan menyampaikan khotbah yang membawa 3000 orang bertobat! Gimana tuh!?
Bahkan nanti, ketika kita tiba sampai ke surga, kita akan menemukan nama Petrus ditulis di fondasi tembok surga!
Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.
Why 21:14
Gimana tuh?!
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT