Image Background
header
Umum KENAPA HARUS KE GEREJA?
KENAPA HARUS KE GEREJA?
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. – Ibr 10:25
Seorang pengemudi mobil melewati gereja yang baru saja bubar ibadah. Beberapa anggota jemaat masih berdiri di depan gereja dan ngobrol. Si pengemudi meneriaki mereka, “Munafik!” Salah satu anggota jemaat berteriak balik, “Ayo gabung ke sini, masih tempat untuk satu orang munafik lagi!”
Beberapa orang tidak suka ke gereja. Mereka punya berbagai alasan.
Masih berdosa… tunggu kalau hidup sudah suci.
Sebel sama pendeta bicara duit terus…
Sebel sama orang kristen yang munafik.
Yang penting saya sama Tuhan, tidak perlu ke gereja segala…
Barang kali itu alasan yang dicari-cari, atau bisa juga memang itu yang mereka benar-benar yakini dan rasakan. Tapi, apapun alasannya, itu bertentangan dengan pesan Alkitab di Ibr 10:25 yang kita kutip di atas. Dari hari ke hari, menjelang kedatangan Tuhan, kita justru semakin perlu rajin ke gereja.
Barangkali anda susah bangun pagi? Bukan alasan. Ada ibadah sore.
Barangkali khotbah pendetanya membosankan? Bukan alasan. Ke gereja bukan semata-mata untuk mendengarkan khotbah, tetapi menunjukkan bakti kita kepada Tuhan, maka namanya ‘kebaktian’. (Tentu bukan alasan juga bagi pendeta untuk terus membosankan!)
Barangkali gerejanya jauh? Bukan alasan. Ada orang datang dari Bandung ke Jakarta tiap minggu hanya untuk kebaktian.
Tanya Luhrmann, seorang antropolog (antropologi = ilmu yang mempelajari tentang manusia dan perkembangan budaya dan masyarakatnya), membuat penelitian tentang gereja. Saya kutip tulisan beliau di koran New York Times tentang manfaat ke gereja:
Salah satu penemuan ilmiah yang paling menarik tentang agama dalam beberapa tahun terakhir adalah bahwa pergi ke gereja setiap minggu ternyata bagus buat anda. Kehadiran di ibadah mempertinggi sistem kekebalan tubuh dan menurunkan tekanan darah. Hal ini bisa memperpanjang umur anda selama dua sampai tiga tahun. Penyebabnya apa masih belum jelas.
Dukungan sosial jelas adalah bagian dari cerita ini. Di gereja-gereja injili (protestan) yang saya pelajari sebagai seorang antropologis, orang-orang terlihat saling memperhatikan satu dengan yang lain. Mereka muncul sambil membawa makanan ketika ada teman yang sakit dan duduk untuk berbicara dengan mereka ketika mereka lagi susah.
Bantuan yang diberikan kadang-kadang berbentuk nyata. Barangkali sekitar sepertiga dari anggota gereja ikut kelompok sel yang bertemu tiap minggu untuk berdiskusi tentang Alkitab dan hidup mereka. Pada satu malam, ada satu wanita muda di kelompok saya yang menangis. Dia perlu uang US$ 1.500 untuk pengobatan giginya, dan dia tidak punya uang sebanyak itu. Saya terkesima karena kelompok kami – sebagian besar mahasiswa – mengumpulkan dana sebanyak itu untuk menolong rekan kami itu.
Dalam satu penelitian di North Carolina ditemukan bahwa orang-orang yang sering ke gereja memiliki jaringan sosial yang lebih besar, dengan lebih banyak teman, lebih banyak perhatian dan lebih banyak dukungan sosial lain dari lingkungan mereka dibandingkan dengan mereka yang tidak ke gereja. Dan kita tahu bahwa dukungan sosial ini terkait langsung dengan kesehatan yang lebih baik. Secara umum, orang-orang yang ke gereja lebih sedikit minum alkohol, lebih sedikit merokik, lebih sedikit memakai narkoba dan lebih sedikit terlibat pergaulan bebas dibandingan dengan yang tidak ke gereja.
Di satu gereja yang saya pelajari di Southern California, kisah pertobatan umum yang terjadi adalah berjumpa dengan Tuhan dan berhenti memakai narkoba. Satu wanita bersaksi bahwa ketika dia sedang mempersiapkan narkobanya, tanpa sengaja dia memicu ledakan yang menghancurkan pintu kaca apartemen papanya. Dia berkata kepada saya, “Saya tahu bahwa Tuhan sedang memberitahu saya bahwa saya sudah salah jalan.”
Jadi, mari kita ikuti perintah dari Firman Tuhan. Jangan bosan ke gereja, dan makin hari justru kita harus makin rajin ibadah. Berkat besar menanti kita. Amin.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT