Image Background
header
Umum I  K  U  T
I K U T
Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita.
Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. (Kol 2:6)

Thomas Brodnicki jadi berita di tahun 2011. Bukan karena dia berhasil jadi ketum parpol atau masuk kabinet hasil reshuffle jilid ke sekian, tetapi karena dia mengikuti nona Selena Gomez, yang minggu lalu nyanyi di Jakarta. Semua berita tentang nona ini dia ikuti. Rumah sang nona dia datangi. Surat cinta diluncurkan ratusan kali. Konser Selena di mana-mana dia hadiri. Menguntitnya sedemikian keterlaluan, sehingga nona Selena merasa sangat terganggu dan terancam dan menuntut Thomas ke pengadilan. Hakim tidak mengabulkan permintaan nona Selena supaya memenjarakan Thomas, tetapi memerintahkan supaya Thomas jangan mengikuti Selena lagi dan tidak boleh dekat dekat sama si nona. Di pengadilan, Thomas mengaku dia sudah berbicara dengan Tuhan tentang Selena dan masa depan mereka berdua.
Kata ‘kristen’ berasal dari kata bahasa Yunani: Christianos. Artinya: pengikut Kristus. Apakah saudara, sebagai orang Kristen, memiliki semangat yang sama seperti Thomas itu dalam hal mengikuti? Barangkali dia agak terganggu jiwanya, tetapi orang jatuh cinta memang rada gila. Orang ini tidak kenal lelah mengikuti obyek yang dia cintai. Mungkin saudara protes: ikut Yesus kok disamakan dengan orang setengah gila? Jawaban saya: ikut Yesus itu memang gila. Kita disuruh meninggalkan segala-galanya, kehilangan harta benda, bersedia dianiaya, lepaskan hidup nyaman dan alami kesusahan demi Yesus. Apa tidak gila?
Mengikut Yesus Kristus adalah suatu proses, bukan suatu peristiwa atau kejadian. Namanya juga ‘mengikut’. Kata ‘mengikut’ menggambarkan proses dan waktu. Di sini ada tersirat unsur ‘seumur hidup’. Yang mengikut dipanggil sebagai ‘pengikut’. Pengikut itu mengikut seumur hidup, bukan hanya 2-3 bulan atau 2-3 tahun. Ada unsur kesetiaan di dalam kata ‘pengikut’.
Dalam kata ‘ikut’ juga tersirat unsur ‘memperhatikan dan meniru’. Pengikut harus menujukan matanya kepada yang dia ikuti. Kalau tidak, dia akan kehilangan sasaran yang dia ikuti itu. Tidak hanya memperhatikan dan mengamat-amati, pengikut juga harus meniru apa yang dilakukan oleh yang dia ikuti. Sasaran belok kiri, pengikut juga belok kiri. Sasaran bergerak cepat, pengikut juga ikut gerak cepat. Sasaran naik kereta, pengikut juga naik kereta. Sasaran masuk toko, pengikut harus ikut masuk toko. Pendek kata, apa yang sasaran lakukan, pengikut juga harus lakukan. Itulah pengikut yang baik.
Kita memulai pengikutan ini dengan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan kita. Setelah itu apa? Selesai sampai di situ? Tidak. Baptisan saja sudah cukup? Tidak. Kalau hanya satu doa saja atau baptisan saja sudah cukup, itu namanya peristiwa, bukan proses.
Kata ayat 6 di atas, setelah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita, kita diperintahkan untuk hidup tetap di dalam Dia. Kata ‘hidup’ disini adalah suatu perintah yang harus dijalankan.
Kita diperintahkan untuk hidup TETAP di dalam Kristus. Ini bicara tentang KONSISTENSI. Tetap artinya selalu, terus menerus. Tidak keluar masuk; bukan Senin Kamis. Diperlukan suatu kekuatan yang sangat luar biasa untuk bisa TETAP. Kuasa Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan itu. Tetapi ingat, pelakunya tetaplah kita sendiri. Dari diri kita sendiri, harus ada satu hal lain supaya kita tetap kuat, yaitu cinta.
Mengikut Yesus haruslah melibatkan unsur cinta kepada Dia. Tanpa adanya cinta kepada Kristus, kita akan kelelahan mengikuti Dia. Cinta memberikan kita energi dan kekuatan yang dibutuhkan untuk kita bisa terus menerus alias TETAP mengikuti Dia.
Pertanyaan: Apakah saudara cinta Yesus?
Tentu cinta yang dimaksud di sini bukan cinta romantis yang pakai deg-deg-an itu. Ini adalah cinta AGAPE seperti yang dikatakan Yesus: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu…"
AGAPE adalah cinta yang bersumber dari kehendak. Karena itu dia bisa diperintah. Ini adalah cinta yang sifatnya tidak egois dan selalu memberi. Agape adalah bentuk cinta atau kasih yang paling tinggi dan murni. Kita diminta ALL OUT alias habis-habisan, TOTAL, dalam kasih kita kepada Dia. Perhatikan kata ‘segenap’ yang muncul 3 kali dalam satu kalimat Tuhan Yesus.
Mencintai Yesus ditunjukkan lewat ketaatan kita kepada perintah-Nya. Tidak mungkin kita mengaku cinta Yesus tetapi melawan perintah-Nya. Yoh 14:15:
Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Darimana munculnya cinta atau kasih ini? Dia muncul ketika kita menyadari betapa Dia sudah mengasihi kita dengan kasih yang luar biasa: mati bagi kita.
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. (1 Yoh 4:19)
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:8)
Saudara sekalian, marilah kita semua belajar mengasihi Tuhan, Allah kita, dan dengan kekuatan dari kasih itu, kita menjadi pengikut Kristus yang baik.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT