Image Background
header
Umum IBADAH
IBADAH
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. – Ibr 10:25


Bagi beberapa orang, pergi ke gereja adalah kewajiban atau tugas. Kadang membosankan, kadang menghibur. Kadang menyebalkan, kadang menyenangkan. Bagi yang lain, ibadah adalah kesukaan.

Mengapa kita diminta setia beribadah? Karena ibadah memberi manfaat:
 Bergereja yang aktif mengecilkan resiko terkena serangan jantung sebesar 60%.
 Bergereja secara aktif mengecilkan kemungkinan mengalami kecelakaan mobil 55%.
 Umur lebih panjang 7.5 tahun bagi mereka yang aktif bergereja.
 70% orang yang aktif bergereja merasa hidupnya bahagia, yang tidak ke gereja hanya 30% yang merasa bahagia.
 Lembaga Kesehatan Nasional AS memberikan 5 faktor penghambat serangan jantung: salah satunya adalah ke gereja setiap minggu.
 Bunuh diri di kalangan remaja: sangat jarang terjadi di kalangan remaja yang ke gereja setiap minggu.
 Survei menunjukkan bahwa faktor paling penting dalam menjalani hidup sehat adalah kerohanian.

Jonathan Gruber, profesor ilmu ekonomi dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan Harvard University, melakukan penelitian untuk mencari tahu tentang hubungan agama dan keadaan keuangan pengikutnya. Hasil penelitian beliau disarikan di majalah Economist tgl 20 Des 2005. Kesimpulannya adalah bahwa memang ada hubungan antara agama seseorang dan keadaan keuangan pengikutnya. Secara umum, pengikut Kristus memiliki kondisi keuangan yang lebih baik. Rajin beribadah meningkatkan pendapatan sebanyak 10%.

Seratus tahun yang lalu sosiolog Max Weber menyatakan bahwa etika kerja Protestan yang membuat Eropa menjadi makmur. Awal thn 2000an, Robert Barro, professor di Harvard, meneliti hubungan antara agama dan pertumbuhan ekonomi. Hasilnya: pada tingkat ekonomi mikro, beberapa penelitian menyimpulkan bahwa partisipasi agama berkaitan dengan tingkat kejahatan, pemakaian narkoba yang lebih rendah. Richard Freeman, ekonom dari Harvard, menemukan 20 tahun yang lalu bahwa pemuda kulit hitam yang ke gereja akan lebih rajin sekolah dan berkurang kemungkinan melakukan kejahatan atau memakai narkoba.

Jadi jelaslah bahwa rajin beribadah ternyata memberikan dampak terhadap kesehatan, baik kesehatan dompet, tubuh maupun jiwa. Malah seperti kata Rasul Paulus kepada Timotius:
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. – 1 Tim 4:8

Tentu ini bukan alasan untuk kita tidak berolahraga ya. Tetapi di sini Paulus menjelaskan bahwa keuntungan dari ibadah bukan saja untuk dunia ini (seperti olahraga), tetapi sampai kepada hidup yang akan datang.

Sewaktu beribadah, kita:
 Menerima pedoman kehidupan – Mz 119:105: Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Melalui ibadah, kita menerima petunjuk akan apa yang harus kita perbuat dalam hidup kita.
 Mendengar berita kebenaran dan positif yang menguatkan. Firman Tuhan yang disampaikan dalam ibadah selalu memberikan kata-kata positif dan menguatkan.
 Menerima berkat Tuhan: damai sejahtera, sukacita dll. Sewaktu kita beribadah, ada damai yang turun ke jiwa kita.
 Mendapatkan banyak kenalan dan sahabat. Kita manusia diciptakan tidak untuk sendirian, tapi harus hidup dalam komunitas. Di gereja kita menemukan komunitas ini.

Tentu ada yang bilang begini: “Yang penting saya percaya sama Tuhan. Saya bahkan berdoa setiap hari. Tapi saya tidak perlu ke gereja! Cukup saya dan Tuhan saja!” Inilah seruan orang-orang yang sudah bosan atau sakit hati dengan gereja atau pendeta. Inilah teriakan orang-orang yang ingin bebas dari doktrin dan ikatan. Untuk orang-orang yang demikian, Profesor Michael King dari University College London memberikan peringatan. Beliau meneliti 7.403 orang di Inggris dan hasilnya mengagetkan: ‘orang-orang yang mengaku rohani tapi tidak ke gereja (spiritual but not religious) ternyata rentan mengalami gangguan kejiwaan.’

Jadi, nasihat dari penulis Ibrani yang kita kutip di atas masih relevan sampai saat ini. Saya tahu kadang kita bisa malas ke gereja. Kadang pendeta menyebalkan. Kadang orangnya baik tapi khotbahnya yang menyebalkan. Kadang anggota jemaatnya yang menyebalkan. Kadang gedungnya, atau lalu lintasnya, atau parkirannya ..bla..bla..bla… Sekalipun demikian, marilah kita melakukan apa yang Firman Tuhan katakan.

Mari kita semakin giat beribadah!
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT