Image Background
header
Umum K  A  T   A
K A T A
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
(Am 18:21)
Pada tgl 20 Des 2013, Justine Sacco, direktur komunikasi perusahaan raksasa Internet, Interactive Corp, menaiki pesawat dari London ke Cape Town, Afrika Selatan. Sebelum naik pesawat, dia mengirimkan satu cuit (pesan di Twitter) yang berbunyi begini: "Pergi ke Afrika. Mudah2an ngga kena AIDS. Guyon yah. Aku bule soalnya."
Selama 11 jam dia terbang dan tidak sadar akan kehebohan di dunia Twitter yang yang terjadi gara2 cuit itu. Cuit itu diulang lebih dari 2000 kali oleh orang-orang yang marah karena apa yang menurut mereka adalah penghinaan terhadap orang Afrika yang berkulit gelap. Menurut Justine, dia hanya main-main. Menurut sebagian pembacanya, dia menghina. Dan mereka menyebarkan cuit itu sambil meminta supaya orang ini dihukum karena rasialis.
Justine turun dari pesawat dan membuka HP-nya. Dia kaget sekali ketika membaca pesan panik dari teman-temannya. Langsung dia hapus cuit itu dan minta maaf. Terlambat. Dia dipecat oleh perusahaannya hari itu juga. Selama 2 tahun berikut, dia depresi dan tidak bekerja. Tidak ada perusahaan yang mau terima dia sebagai pegawai.
Dunia maya sering kali menipu. Karena ada kata ‘maya’, seolah-olah dia hanyalah ilusi, tidak nyata. Padahal dunia maya tidaklah semaya yang kita bayangkan. Tanyakanlah hal ini kepada Justine Sacco; atau mereka yang karir atau rumah tangga hancur gara-gara percakapan di WA atau FB; atau mereka yang mengalami ‘cyber-bullying’; tanyakanlah kepada para tentara siber di berbagai negara yang siap menghancurkan telekomunikasi suatu negara, memadamkan listrik satu negara, mengambil alih pesawat terbang dan menghancurkannya, memindahkan uang milyaran dolar, semua melalui yang namanya dunia ‘maya’.
Kata-kata tetaplah kata-kata; entah itu diucapkan melalui mulut atau ketikan jari di HP kita. Kata-kata membawa dampak. Kata-kata kuat membawa dampak kuat. Kata-kata keras membawa dampak keras. Dampak dari kata-kata (tertulis) terlihat sekali dari peristiwa pembakaran 10 wihara di Tanjung Balai. Suatu peristiwa yang tidak mengenakkan terjadi. Lalu seseorang menuliskannya dan menambah-nambahi dengan versi yang membuat pembaca menjadi panas hati dan emosi. Dikirim berantai dari satu HP ke HP lain. Lalu terjadilah peristiwa yang menyedihkan itu.
Dampak kata-kata dinyatakan melalui ayat di Amsal yang kita kutip di atas: Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Jelas yang dimaksud dengan ‘lidah’ di sini bukanlah lidah secara fisik, tetapi lidah dalam arti perkataan. Apa yang kita sering ucapkan sekarang ini akan kita petik hasilnya suatu hari. Jadi, berbicara adalah seperti orang yang sedang menabur. Suatu hari kita akan menuai ucapan kita, entah itu baik atau buruk.
Dua orang muda dari Inggris pergi ke Amerika Serikat. Sebelum berangkat, salah satu dari mereka mengirimkan cuit yang berbunyi begini: “Bebas minggu ini untuk gosip/persiapan sebelum saya pergi dan hancurkan Amerika?” Begitu pesawat mereka mendarat, mereka diborgol oleh polisi Amerika dan ditahan.
Alkitab mengajar kita supaya berpikir sebelum berbicara. Amsal 15:28 versi BIS: Orang baik mempertimbangkan kata-katanya; orang jahat mengucapkan hal-hal yang keji.
Di jaman ini: berpikirlah sebelum mengetik dan mengirim sesuatu. Pikirkanlah dampaknya baik terhadap kita sendiri maupun terhadap orang yang membaca. Apa yang kita kirim tidak bisa dihapus lagi kalau sudah di rekam (screen capture) oleh yang lain.
Kepekaan tiap orang berbeda-beda. Buat si A, kata tertentu (baik melalui mulut ataupun tulisan di HP) tidak apa-apa; buat si B, itu mengganggu tapi dia diam; buat si C, itu mengganggu dan dia protes; buat si D, itu melukai sekali. Seorang sahabat yang baik menyadari hal ini sebelum dia berbicara.
Saya mengajak para pembaca untuk memperhatikan apa yang kita tulis dan kirim melalui media sosial, baik itu Facebook, WA (terutama group), Instagram dan lain-lain.
Hindari pemakaian kata-kata yang tajam, keras atau kasar, baik itu melalui yang namanya japri (jalur pribadi) atau pembicaraan di group.
Hindari menghakimi orang, menyerang orang atau menghina orang.
Hindari menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya, supaya kita tidak menyebarkan fitnah.
Hindari menyebarkan berita yang hanya membawa kemarahan, percekcokan dan perdebatan yang sia-sia.
Peringatan dari Tuhan Yesus yang berikut perlu kita simak baik baik (ini berlaku untuk kata-kata lisan maupun tulisan):
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum." (Mat 12:36-37)
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT