Image Background
header
Umum K  A  W  I  N  (1)
K A W I N (1)
Kawin adalah bersatu. Bersatu harus bersatu full, tidak bisa seperempat bersatu atau setengah bersatu. Beberapa orang kawin tapi tidak bersatu full. Ada yang tidak disatukan, bisa saja tempat tinggal atau tempat tidur; bisa saja duitnya… Suami tidak tahu uang istri; istri buta soal uang suami.
Nicole Bricknell, seorang istri di Brisbane, Australia, kaget sekali ketika suaminya ditangkap polisi dan masuk penjara karena terjerat hutang besar sekali. Selama ini dia pikir keuangan suaminya baik-baik saja, sebab suaminya, Matthew Perrin, adalah CEO perusahaan baju renang terkemuka Billabong. Ternyata suaminya memalsukan tanda tangan istrinya untuk menggadaikan rumah yang atas nama istrinya. Mereka kehilangan segala-galanya.
Bersatu dalam perkawainan adalah bersatu yang dalam sekali karena ini bersatu segala-galanya. Bukan hanya sekedar tinggal satu rumah, makan satu piring, atau tidur satu ranjang. Mereka juga bersatu tubuh, sesuatu yang sangat sakral sekali, hanya boleh dilakukan oleh suami istri. Orang tua, saudara, teman tidak boleh melakukan ini. Negara dan masyarakat mengeluarkan hukum yang melarang persatuan tubuh antara non-suami istri. Kitab Suci jelas-jelas melarang hal ini.
Bersatu begitu dalamnya sehingga tidak boleh ada pihak lain di antara mereka berdua, orang tua sekalipun (…seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya…). Supaya tidak ada gangguan terhadap persatuan ini, maka persatuan ini diumumkan ke masyarakat dan negara, supaya semua orang tahu bahwa dua orang ini sudah jadi satu. Masyarakat diberitahu melalui resepsi. Tamu diundang untuk makan-makan karena tuan rumah berbahagia sekali. Tapi tamu diundang juga supaya tahu bahwa dua orang ini sudah bersatu, tidak lagi available. Yang masih mengharapkan salah satu dari pasangan ini mohon segera mengundurkan diri dan cari yang lain. Move on… kata anak muda jaman sekarang.
Negara juga diberitahu supaya persatuan mereka sekarang dicatat dan sah secara hukum. Nantinya kalau salah satu dari pasangan ini mencoba-coba bersatu dengan yang lain, layar komputer di Kantor Catatan Sipil langsung menampilkan pop-up alias ‘kotak nongol’ bersuara telolet dengan tulisan (kira-kira) ‘Jangan dicatat ya, yang laki udah kawin tuh!’.
Lalu, supaya persatuan mereka ini langgeng sampai kakek-nenek, maka mereka datang ke hadapan Tuhan memohonkan berkat dari Tuhan atas rumah tangga mereka.
Dengan segala upaya itu, ternyata tidak semua rumah tangga berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan. Sebagian lagi kandas, berantakan di tengah jalan. Saya rasa empati mesti kita berikan kepada mereka yang menjadi korban. Sebab 100% orang yang menikah tidak mau rumah tangganya kandas. Mereka mungkin sudah berupaya dengan segala cara, berdoa jatuh bangun,… Mereka mungkin menderita karena kesalahan suami atau istri mereka. Empati perlu ada untuk yang demikian.
Bersatu dalam perkawinan adalah bersatu yang kuat sekali karena hanya maut atau kematian yagn bisa memisahkan mereka. Ini terdengar sungguh keren tapi bikin mengkeret. Setiap orang yang mau kawin harus memikirkan hal ini baik-baik!
Artinya: apapun yang terjadi, saya harus tetap berada dalam rumah tangga ini sampai mati. Mungkin saya merasa salah pilih? Tetap bersatu! Mungkin saya baru tahu sifat-sifat jeleknya? Tetap bersatu! Mungkin saya baru tahu rahasia besar tentang kesalahannya yang besar? Tetap bersatu! Mungkin saya tidak dapat apa yang saya harapkan dari rumah tangga ini? Tetap bersatu!
Badai topan tornado apapun yang melanda rumah tangga ini tidak akan membuat saya mundur. Yang namanya hubungan terdiri dari dua orang. Kalau pihak sana sudah tidak mau lagi, memang tidak bisa dipaksa. Tapi selama masih di tangan saya, saya akan tetap berupaya menjaga rumah tangga ini dengan upaya yang ada, tetap bersatu. Dulu pernah gagal? Tidak apa-apa, ambil pelajarannya dan sekali ini jangan gagal.
Yah…berat sekali pak…
Memang…siapa yang bilang kawin itu gampang? Orang itu perlu digaplok!
Makanya, bagi yang belum menikah, bukalah mata lebar-lebar sebelum kawin. Setelah kawin, tutup sebelah.
Pikir baik-baik sebelum kawin. Jangan pernah kawin buru-buru. Baru kenal seminggu sudah melamar….
Jangan pernah MBA (Married by Accident). Jagalah kekudusan supaya tidak kejebak MBA. Kenali orangnya SEBELUM kawin, bukan sesudah kawin. Sekalipun memang kita tidak mungkin mengenal orang 100% sebelum kawin (atau sesudah kawin), tapi paling tidak, jangan terlalu banyak surprises! Bentar-bentar kaget… bentar-bentar kaget…
Penelitian University of Lincoln menunjukkan bahwa 2 dari 3 pasangan yang mengalami persoalan rumah tangga akan mengalami kebahagiaan 10 tahun kemudian. Jadi? Kita tidak boleh menyerah ketika badai datang. Tetaplah bersatu, karena sorga menyertai rumah tanggamu.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT