Image Background
header
Umum K A W  I  N
K A W I N
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." (Kej 1:28)
TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kej 2:18)

Kawin adalah kehendak Allah. Dia yang mengawali semua perkawinan dengan menyatukan pria dan wanita yang Dia ciptakan serupa dan segambar dengan Dia. Tetapi Allah membentuk lembaga perkawinan ini bukan sekedar supaya pria dan wanita itu menjadi satu. Jelas sekali dari kutipan di atas bahwa Dia punya satu tujuan dalam menyatukan mereka, yaitu supaya mereka beranakcucu dan memenuhi bumi dan menaklukkannya. Ini perlu digarisbawahi. Kawin itu bukan supaya kita menemukan kebahagiaan.
Pandangan kita tentang rumah tangga sangat dipengaruhi oleh Hollywood dan para pendongeng seperti Hans Christian Andersen, Walt Disney dll. Apa kata-kata terakhir dari cerita dongeng seperti Putri Salju atau Cinderela? Ini dia: And they lived happily ever after (Dan mereka hidup bahagia sampai selama-lamanya). Apa yang ada di benak kita ketika membaca kata-kata ini? Bulan madu setiap saat; saling cinta terus tanpa pernah saling sebel atau berantem; tiap hari pesta; saling menatap tanpa pernah bosan; tetap awet muda nggak tua-tua.
Realita sungguh sangat berbeda dengan dunia dongeng…
Kebahagiaan rumah tangga bukan tujuan, tapi merupakan bonus tambahan yang membuat rumah tangga menjadi sangat indah untuk dijalani. Tujuan kawin adalah untuk menggenapi rencana Allah untuk umat manusia. Itulah mandat Alkitab dan itulah yang saya temukan dalam rumah tangga saya.
Tgl 1 Maret ini saya dan Ai Lin merayakan ulang tahun pernikahan yang ke 24. Kami memulai dengan sangat sederhana. Pengantin perempuan tidak memakai baju pengantin. Dia memakai baju warna putih. Ada hiasan bunga di rambutnya. Kenapa tidak memakai baju pengantin? Penghematan. Kami tidak punya banyak uang. Tidak ada pesta kawin. Kenapa? Sama: penghematan. Lagi pula kami tidak kenal banyak orang. Percuma juga bikin resepsi. Dan menurut kami berdua, kalaupun kami ada uang, lebih baik uangnya dipakai untuk cicilan rumah.
Kawin adalah mengambil resiko. Kita tidak pernah bisa mengenal 100% orang yang kita akan nikahi. Saya rasa disitulah salah satu letak keindahan suatu rumah tangga. Ada unsur iman dalam orang membina rumah tangga. Kita percaya, terkadang memakai logika atau intuisi atau bahkan emosi, bahwa orang ini akan menjadi pasangan yang baik. Terkadang otak kita bilang jangan kawin, tapi hati kita bilang harus kawin. Itu sebabnya seseorang harus mendoakan jodohnya (sebelum ada pasangan) dan harus berdoa sebelum dia memutuskan untuk menikah dengan seseorang.
Ai Lin mengambil resiko dengan menikahi saya. Dia mengambil langkah iman. Dia percaya bahwa saya akan bisa menjadi seorang suami yang baik. Apa buktinya? Tidak ada. Dia bisa memilih orang lain, tetapi dia memilih untuk bersama dengan saya. Saya tidak punya apa-apa sama sekali. Saya masih pegawai di satu perusahaan ketika kami menikah. Gaji saya pas-pasan untuk kami berdua. Makanya jangan heran kalau saya tidak pernah habis-habisnya bersyukur kepada Tuhan untuk istri saya.
Dari awal sekali, Ai Lin percaya bahwa saya bisa menjadi seorang hamba Tuhan yang dipakai Tuhan. Ketika dia mengatakan itu, saya baru bertobat. Dia bertanya apakah saya mau menjadi hamba Tuhan. Saya ingat sekali jawaban saya, “Gila kamu!”
Dari awal sekali, Ai Lin percaya bahwa Tuhan punya rencana buat hidup saya dan akan memakai hidup saya. Saya sama sekali tidak percaya.
Ternyata dia benar…
Kawin adalah perjuangan. Cinta saja tidak cukup. Rumah tangga adalah suatu yang hidup. Dia bukan barang mati. Karena itu dia perlu bertumbuh dan harus bertumbuh. Dia juga bisa sakit, bahkan bisa mati.
Supaya perkawinan atau rumah tangga bisa bertumbuh, maka dia harus dijaga, dipelihara dan dirawat dengan baik. Rumah tangga tidak boleh dibiarkan berjalan begitu saja. Itu lebih dari seperti tanaman. Saudara tanam satu pohon mangga di depan rumah. Dibiarkan saja, jangan diapa-apakan. Mungkin dia hidup mungkin dia mati. Rumah tangga lebih ruwet daripada pohon mangga. Ada suatu kekuatan yang bekerja untuk menghancurkan rumah tangga, yaitu Setan. Dia pakai segala cara untuk meruntuhkan setiap keluarga. Lagi pula kita, ketika menikah, masih membawa sifat-sifat jelek kita, yang nantinya akan membuat rumah tangga jadi ruwet.
Rawatlah rumah tangga saudara. Nasihat ini terutama untuk para suami. Suami merasa tugas dia adalah mencari nafkah. Selebihnya adalah urusan istri. Alkitab melihatnya berbeda. Seorang suami adalah kepala rumah tangga. Dia berfungsi sebagai raja, imam dan nabi. Dia mencari nafkah, tetapi dia juga harus memimpin rumah tangganya, dengan bekerja sama dengan istrinya yang mendukung dia. Berikanlah waktu untuk memikirkan rumah tangga. Ambillah kesempatan untuk mendiskusikan rumah tangga dengan pasangan saudara.
Saya tahu bahwa ini tidak gampang. Pasangan kita tidak sempurna. Kita sendiri tidak sempurna. Tetapi kita harus mengusahakan hal ini.
Saya tidak menikah dengan seorang istri yang sempurna. Sama juga, istri saya tidak mendapatkan seorang suami yang sempurna. Tetapi saya mendapatkan seorang istri yang terbaik buat saya. Dan ini adalah anugerah Tuhan yang indah. Ai Lin diberikan Tuhan kepada saya sebagai penolong yang sepadan, supaya kehendak Tuhan dalam hidup saya bisa digenapi. Untuk itu saya tidak habis-habisnya bersyukur kepada Tuhan.
Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT