Image Background
header
Umum K   A   Y   A  (3)
K A Y A (3)
Apakah Alkitab, terutama Perjanjian Baru, anti orang kaya? Sekilas pandang, orang bisa mengiyakan hal ini dengan melihat beberapa bagian, sebagai contoh, di Injil Lukas.
Nyanyian Maria di Luk 1:53: Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
Khotbah Tuhan Yesus di Luk 6:24: Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya,
karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
Kata-kata Tuhan Yesus tentang orang kaya di Luk 12:20-21: Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."
Penderitaan orang kaya di neraka di Luk 16:24-25: Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Persembahan orang kaya tidak sebanding dengan persembahan janda miskin di Luk 21:3-4: Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. 4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."
Tapi puncaknya adalah di Luk 18:24-25, dimana Tuhan Yesus membuat pernyataan ini: Lalu Yesus memandang dia dan berkata: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Jadi, sekilas, terlihat bahwa kekristenan adalah anti orang kaya. Tetapi sebenarnya tidak demikian. Pernyataan-pernyataan ini justru menunjukkan kasih yang besar! Sebab Tuhan sendiri berkata di Wahyu 3:19: Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar.
Pernyataan-pernyataan Alkitab yang kita kutip tadi diberikan karena Tuhan mau menghindarkan orang kaya dari bahaya yang muncul karena kekayaan. (Jangan lirik kiri kanan untuk melihat apakah orang kaya membaca artikel ini. Menurut standar Alkitab, kalau saudara punya uang berlebih di bank dan persediaan makanan berlebih di rumah, saudara adalah orang kaya.)
Bahaya kekayaan bisa digambarkan dengan satu kata: SOMBONG. Rasul Paulus memberikan peringatan ini di 1 Tim 6:17: Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati…
Tidak semua orang kaya sombong. Saya sudah berjumpa dengan orang-orang yang sangat kaya tapi tidak sombong. Saya juga pernah bertemu dengan orang miskin yang sombong bukan main. Tetapi satu hal jelas: kekayaan memiliki kekuatan untuk membuat orang cenderung jadi sombong.
Dari kesombongan, dua hal akan muncul:
1. Merasa tidak butuh Tuhan. Kata Amsal 18:11: Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya dan seperti tembok yang tinggi menurut anggapannya. Perhatikanlah ini: kekayaan bisa menjadi suatu perlindungan (tembok yang tinggi) bagi orang kaya, sehingga dia tidak merasa perlu Tuhan lagi. Dengan uangnya dia bisa menyewa body guard berkepala plontos, berbadan kekar berotot, membawa senjata pamungkas, siap melindungi boss dari orang jahat. Dengan uangnya dia bisa naik pesawat pribadi untuk kabur keluar negeri. Dengan uangnya dia membeli teman dan koneksi. Karena itu, dia sudah tidak perlu berdoa ‘Dan lepaskanlah kami dari pada yang jahat…’.
Tapi perhatikan apa kata Alkitab: seperti tembok yang tinggi MENURUT ANGGAPANNYA. Keamanan itu sebenarnya hanya anggapan dia saja. Sebenarnya dia tidak aman. Kekayaan memberikan keamanan yang semu. Karena kekayaan bisa hilang dalam sekejap. Selain itu, kekayaan tidak bisa menghindarkan orang sekaya apapun dari ancaman terbesar: NERAKA.
Ayat sebelumnya berbunyi begini: 10 Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. Keselamatan kita ada pada TUHAN saja. Kalau TUHAN sudah menentukan waktunya kita habis, 1000 body guard tidak ada gunanya, dan 10.000 dokter tidak ada dayanya.
2. Memandang rendah orang lain. Am 18:23: Orang miskin berbicara dengan memohon-mohon, tetapi orang kaya menjawab dengan kasar. Kekayaan bisa membuat seseorang merasa sudah berhasil, lebih pintar, lebih hebat, lebih diberkati/dicintai Tuhan, dibandingkan dengan orang lain. Hati-hati dengan hal ini, karena ini gampang terjadi. Kita mungkin tidak memandang rendah orang lain secara terbuka, tapi bisa saja dalam hati kita berbuat demikian.
Di restoran: saya pesan lobster, kamu cuma pesan ebi…xi..xi..xi..; di bandara: saya naik Singapore Air, kamu naik Liontin Air… Saya menang…wkwkkkwk…
Alkitab tidak anti kekayaan. Banyak tokoh Alkitab yang kaya raya. Alkitab hanya mengajak kita semua memiliki sikap yang benar tentang kekayaan. Ketika kita diberkati, jangan lupa Tuhan, tetaplah rendah hati dan jangan lupa berbagi.
Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya. (1 Tim 6:18-19)
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT