Image Background
header
Umum K  I  T  A  B
K I T A B
Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja,
dan sesudah itu dihakimi, (Ibr 9:27)
Setiap tahun, dari sejak bulan Agustus, saya mencari buku agenda tahun yang akan datang, sekalipun tahun baru itu masih berbulan-bulan di muka. Saya perlu buku agenda itu untuk membuat dan mencatat janji pelayanan sepanjang tahun yang akan datang. Jadi, dari bulan Agustus atau September 2016, saya sudah memiliki catatan untuk kegiatan saya di tahun 2017. Saya tahu pada hari apa dan tanggal berapa, bahkan jam berapa, saya ada di gereja mana untuk melayani pemberitaan Firman Tuhan.
Tapi selama bertahun-tahun, ada satu janji pertemuan (appointment) yang saya miliki tapi tidak pernah saya isi. Hal ini terjadi karena saya belum tahu pasti kapan janji akan terjadi. Janji itu adalah janji saya dengan kematian.
Saudara dan saya memiliki satu janji pertemuan yang satu ini.
Kematian dan, sesudah itu, penghakiman adalah dua hal yang pasti akan terjadi dalam hidup setiap manusia. Setiap.Manusia. Tidak ada yang terkecuali. Presiden, tukang becak, menteri, pengamen, profesor, anggota DPR … bahkan nabi sekalipun. Semua akan mati dan dihakimi.
Perhatikanlah kata ‘ditetapkan’ di kutipan Ibrani tadi. Penetapan adalah sesuatu yang ‘tetap’, pasti akan terjadi, tidak bisa dihindari. Penetapan bukan dari kita, tetapi dari Sang Pencipta kita.
Banyak orang takut dengan kematian dan penghakiman. Pengikut Kristus Yesus tidak demikian. Kita menghadapi kematian dan penghakiman dengan tenang, karena maut sudah dikalahkan oleh Tuhan kita, dan Dia-lah yang menjadi Hakim Agung Sejati dalam penghakiman atas umat manusia. Hore…! Hakimnya Tuhan kita!
1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati,… (1 Tim 4:1)
11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. 12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
Semua kitab akan dibuka…
Kitab-kitab ini berisi catatan semua perbuatan manusia. Tidak ada yang tersembunyi. Semua akan terbuka dan dibukakan. Yang paling tersembunyipun, pada hari itu, akan dibacakan.
Nah, tolong berhenti membaca sebentar dan membayangkan. Kalau itu terjadi, bagaimana perasaan saudara kalau saudara duduk di kursi terdakwa dan semua perbuatan saudara dibacakan di depan milyaran orang? Bagaimanakah perasaan saudara ketika menyadari bahwa saudara akan dibuang ke api penyiksaan nan kekal?
Saudara akan merasa panik, malu, takut atau tenang-tenang?
Kalau saudara yakin saudara akan panik dan takut, saudara tidak sendirian. Setiap kita pernah berbuat salah dan melakukan hal-hal yang memalukan. Lalu bagaimana jalan keluarnya?
Saudara bisa minta supaya catatan lama saudara dihapus saja, dan supaya saudara diberikan kertas baru yang masih kosong. Saudara sekarang bisa mengisi halaman kitab itu dengan hal-hal yang justru akan membanggakan kalau dibacakan di muka umum.
Inilah janji Alkitab:
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
(1 Yoh 19)
Jika kita meminta ampun dan mengakui dosa kita, catatan kita yang lama dihapus dan nama kita dimasukkan ke dalam satu kitab khusus bernama Kitab Kehidupan.
Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. (Why 20:15)
Jikalau saudara mau, naikkanlah doa singkat ini:
Bapa Surgawi, aku mengakui segala dosa dan kesalahanku. Aku minta pengampunan boleh berlaku atas hidupku. Basuhlah dan sucikanlah aku. Berikanlah aku kesempatan dan kemampuan untuk memulai lembaran baru dalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT