Image Background
header
Umum K U T U K
K U T U K
Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania.
Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. (Luk 24:50)

Mei 2014, Wina, Austria.
Pria itu berlutut dengan hikmat dalam sikap doa di sebelah batu nisan. Airmatanya berderai jatuh ke tanah Austria, tempatnya mentornya yang dia kasihi beristirahat tenang. Dengan jeritan hati yang dalam dia menaikkan permohonannya. Pria itu, Eusebio, salah satu pesepakbola terbaik di dunia pada jamannya, datang bukan untuk sekedar berdoa biasa. Dia punya tujuan khusus, memohon almarhum mantan pelatihnya untuk mencabut suatu kutukan yang diucapkan sang pelatih 52 tahun sebelumnya.
Sang pelatih, Bela Guttman, adalah salah satu pelatih sepak bola legendaris di dunia. Di bawah asuhannya, klub Benfica, menjadi juara Eropa, bukan satu kali, tapi dua kali berturut-turut. Lawannya di final? Barcelona di thn 1961 dan Real Madrid 1962. Pencapaian yang luar biasa. Dan Guttman melakukannya dengan cara yang tidak kalah luar biasa. Begitu menjadi pelatih Benfica pada thn 1960, dia memecat 20 pemain senior dan menggantikan mereka dengan pemain yunior. Dengan modal pemain yunior itulah Guttman membawa Benfica merajai sepakbola Eropa selama masa jabatannya.
Karena merasa berjasa, Guttman minta naik gaji. Permintaannya ditolak. Guttman langsung angkat kaki dengan marah, sambil berkata begini: “Seratus tahun lagi pun, Benfica tidak akan pernah lagi menjadi juara Eropa!” Itulah yang dikenal dengan nama Kutukan Guttman.
Percaya tidak percaya, dari saat itu sampai thn 2015, 53 tahun berlalu, Benfica beberapa kali masuk final Eropa, tetapi selalu kalah. Pada bulan Mei 2014 itu, mereka masuk final lagi melawan tim Spanyol, Sevilla. Itulah yang membuat Eusebio pergi ke kuburan pelatih yang membesarkan dia itu untuk memohonkan kutukannya dicabut. Apakah doanya didengar? Tidak. Benfica, tim yang lebih baik, justru kalah adu penalti.
Yang menarik adalah bahwa pelatih Benfica tahun 2014 itu punya nama yang luar biasa: Jesus. Harian Kompas April 2016 mencatat begini: bahkan Jesus pun tidak bisa mematahkan Kutukan Guttman! Saya baca kata-kata itu dan ketawa ngakak…
Kata Rasul Paulus di Galatia 3:13-14: Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat. Apa itu kutuk hukum Taurat? Dijelaskan di 3 ayat sebelumnya, Gal 3:10: Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."
Jadi, apabila seseorang hidup di bawah hukum Taurat, menjalankan hukum Taurat dan kemudian gagal menjalankannya, orang itu ada di bawah kutukan.
Apa itu hukum Taurat? Hukum Taurat adalah hukum Musa yang dinyatakan di 5 kitab pertama Perjanjian Lama, dengan penekanan di kitab Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Taurat menekankan hal ini: selamat karena perbuatan baik.
Taatilah peraturan-peraturan dan hukum-hukum yang Kuberikan kepadamu. Kalau kamu berbuat begitu, hidupmu selamat. Akulah TUHAN." (Imamat 18:5; BIS)
Dalam hal ini, mayoritas agama di dunia adalah berasaskan hukum Taurat: keselamatan karena perbuatan baik, melakukan aturan dan perintah agama. Masalahnya cuma satu: tidak ada orang yang pernah bisa melakukan dengan sempurna semua perintah Tuhan. Sedangkan satu kesalahan saja akan menghapus semua perbuatan baik. Maka Kristus datang ke dunia ini. Dia menggenapi hukum Taurat dan memberikan hukum kasih karunia.
sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. (Yoh 1:17)
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. (Rom 10:4)
Hukum kasih karunia adalah: selamat bukan karena berbuat baik, tapi karena iman percaya kepada Tuhan Yesus. Ketika kita berada dalam Kristus, semua kutuk dalam hidup kita dilepaskan. Sebagai gantinya: berkat mengalir dalam hidup kita.
Jadi: Jorge Jesus, pelatih Benfica, tidak sanggup memutuskan Kutukan Guttman atas tim yang dia latih.
Tetapi Yesus Kristus, Anak Allah, melalui kematian-Nya di kayu salib, mematahkan semua kutuk dan melimpahkan semua berkat dalam hidup orang percaya. Haleluya!
Saudara yang membaca artikel ini: saudara bukan orang terkutuk, sekalipun ada orang pernah mengutuki saudara. Kutuk sudah dipatahkan! Saudara adalah orang yang diberkati! Sangat diberkati! Amin!
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT