Image Background
header
Umum KAPAL YG MANA?
KAPAL YG MANA?
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, - 2 Tim 3:12

Naik kapal pesiar adalah mimpi banyak orang. Bayangkan kalau kita bisa menghabiskan satu minggu saja di kapal pesiar bernama Carnival Dream yang bisa memuat sekitar 4000 orang. Alangkah menyenangkannya tinggal di hotel mewah terapung ini. Makan sehari 6 kali, gratis lagi. Kolam renang lebih dari satu. Ada seluncurannya, ada kolam anak. Mainan berlimpah. Ada fitness centre. Ada bioskop. Toko-toko jejer-jejer dalam kapal (bayar yah kalau belanja) … Aduh enaknya naik kapal pesiar. Santai, tenang… indah…
Apakah saudara bisa membayangkan nikmatnya?
Bayangkan sekarang kalau anda naik kapal perang. Pagi-pagi subuh, lagi enak-enak tidur, sudah dibangunkan untuk apel siaga. Habis itu latihan perang. Sesudah itu kerja membersihkan kapal. Lanjut lagi masuk kelas untuk belajar. Kemudian rapat. Apel sore. Ada waktu sedikit untuk bersantai sebelum tidur. Besok begitu lagi. Badan bonyok, kaki pegel, kepala mau pecah…
Apakah saudara bisa membayangkan capeknya?
Belum lagi suatu hari ada perang. Mendadak kemungkinan mati mulai terbayang. Kapal berlayar dalam ketegangan. Apakah rudal dari musuh sedang mendatangi kita? Akankah kita bisa kembali ke rumah dengan selamat?
Mana yang anda lebih pilih: naik kapal pesiar atau kapal perang? Pasti anda pilih kapal pesiar, kalau anda normal.
Nah, kalau ikut Yesus adalah seperti naik kapal…kapal apa yang dinaiki? Kapal pesiar atau kapal perang? Pikirkan baik-baik…
Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. – 2 Tim 2:3
Jadi jelaslah bahwa ikut Yesus ternyata naik kapal perang, bukan kapal pesiar.
Naik kapal pesiar berbeda dengan naik kapal perang.
Status:
Naik kapal pesiar, status anda adalah penumpang alias raja. Di atas kapal perang tidak ada yang namanya penumpang, semua yang ada di kapal adalah tentara.
Tujuan:
Di kapal pesiar, tujuan anda ada di sana adalah bersantai dan menikmati fasilitas yang memang disediakan untuk dinikmati penumpang. Bersantai adalah kewajiban anda. Di kapal perang, tujuan anda ada di sana adalah berperang melawan musuh. Bersiaga adalah kewajiban anda.
Resiko:
Di kapal pesiar, resiko yang kita tahu adalah kolesterol naik, gula darah naik, asam urat naik karena makan enak terus. Resiko lain adalah kena virus diare (kejadian beberapa kali), tapi orang Indonesia kayaknya kebal sama yang satu ini, saking seringnya diare di darat… Di kapal perang, resikonya adalah mati di tembak musuh, kecuali di negara tertentu (tidak usah sebut nama negaranya) yang tentaranya sering salah tembak sehingga teman sendiri menjadi korbannya.
Ikut Yesus adalah naik kapal perang, bukan naik kapal pesiar. Yesus bukan kapten kapal pesiar. Dia adalah Komandan Agung kapal perang. Anda ikut Dia, Sang Panglima Agung, bukan sebagai penumpang, tapi sebagai tentara.
Siapkah saudara?
Masalah besar terjadi ketika saudara dikasih tahu bahwa ikut Yesus adalah naik kapal pesiar, sedangkan yang benar adalah naik kapal perang. Baju apa yang saudara bawa? Baju pesta, baju renang, baju santai (celana pendek kaos oblong)… Apa pengharapan dalam hati saudara? Tidur seharian di ranjang, berendam di kolam anak berjam-jam (karena tidak bisa berenang…), makan minum sepuasnya.
Bayangkanlah betapa kagetnya ketika saudara tiba di pelabuhan dan disuruh naik ke kapal…perang.
Kekecewaan, kemarahan, ketakutan… hal-hal yang terbalik dengan yang orang katakan tentang hidup di dalam Yesus: damai, sukacita, aman …
Karena itu, jangan memiliki harapan bahwa ikut Yesus berarti hidup dijamin tidak ada masalah. Memang ada damai sejahtera; memang ada sukacita; memang ada jaminan keselamatan; tapi juga ada jaminan aniaya, penderitaan dan sengsara.
Nah, masih mau atau tidak ikut Yesus? (pst)
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT