Image Background
header
Umum KETIDAKPASTIAN HIDUP
KETIDAKPASTIAN HIDUP
13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", 14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." 16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.
(Yak 4:13-16)

Minggu ini dunia diguncangkan oleh hilangnya pesawat Malaysian Airline System (MAS) yang terbang dari Kuala Lumpur ke Beijing. Penerbangan MH 370 itu membawa 227 penumpang dan 12 awak. Pencarian berhari-hari tidak bisa menemukan keberadaan salah satu pesawat terbesar di dunia itu. Pesawat Boeing 777 seberat 100 ton itu hilang begitu saja. Bagaimana rasanya seandainya saja ada anggota keluarga kita yang ada di pesawat itu? Kita turut merasakan kesedihan keluarga yang angggotanya ikut di pesawat tersebut, tetapi alangkah bedanya kalau kita yang mengalami hal ini. Mereka dalam keadaan sedih, kuatir, marah, takut, limbung, serba tidak pasti. Doa kita menyertai mereka semua.
Hilangnya pesawat ini membawa ke permukaan sesuatu yang selama ini selalu kita abaikan: KETIDAKPASTIAN HIDUP. Hidup ini serba tidak pasti. Banyak yang kita pikir/rencanakan akan terjadi ternyata tidak terjadi. Sebaliknya, banyak hal yang kita anggap tidak akan terjadi, justru terjadi.
Semakin kehidupan modern berjalan, semakin muncul ketidakpastian itu. Globalisasi membuat apa yang terjadi di satu pojok dunia akan segera/langsung diketahui oleh pojok dunia yang lain. Kemajuan teknologi membuat dunia menjadi satu. Hal ini membawa kebaikan tertentu tetapi juga membawa ketidakpastian. Sebab dunia jadinya saling mempengaruhi. Dua ratus tahun yang lalu hal yang demikian tidak terjadi. Hidup lebih tenang dan pasti.
Cuaca serba tidak pasti…
Politik serba tidak pasti…
Ekonomi serba tidak pasti…
Sementara kalau kita hidup dalam ketidakpastian, maka hidup kita akan seperti para anggota keluarga penumpang MH 370 tadi: gelisah, kacau, takut, kuatir, limbung…
Yakobus menunjukkan bahwa ketidakpastian sebenarnya bukanlah hal yang baru: ‘sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok.’ Bukankah itu benar sekali?
Karena ketidakpastian itu, hidup manusia menjadi tidak berarti: ‘Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.’
Darimanakah saya mendapatkan kepastian yang saya butuhkan itu? Dari Bapa segala terang, pencipta langit dan bumi.
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. – Yak 1:17
Dia tidak pernah berubah, mantap, dapat dipercaya, bisa dipegang. Seperti juga Putera-Nya yang tunggal, Tuhan kita Yesus Kristus:
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. – Ibr 13:8
Kuasa Yesus tidak berubah; Kasih-Nya tidak berubah; Karakter-Nya tidak berubah.
Perkataan-Nya:
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. – Luk 21:33
Dalam jaminan inilah, maka Yakobus menganjurkan kita untuk melibatkan Tuhan dalam setiap aspek hidup kita, terutama masa depan kita. Buatlah perencanaan akan hari esok, tetapi jangan melakukannya dengan sombong, yaitu: tidak melibatkan Tuhan.
Di sisi yang lain, kita diajak untuk belajar berserah dan percaya. Banyak hal yang kita anggap akan terjadi ternyata sering kali tidak terjadi, termasuk kekuatiran dan ketakutan kita. Jadi? Janganlah kamu kuatir, kata Yesus:
31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT