Image Background
header
Umum KUBUR ATAU KREMASI?
KUBUR ATAU KREMASI?
Perdebatan tentang kubur atau kremasi sudah terjadi bertahun-tahun di kalangan orang Kristen. Yang satu menyatakan bahwa kremasi tidak boleh. Yang satunya lagi menyatakan bahwa kremasi diperbolehkan. Mari kita lihat argumentasi dari kedua belah pihak.
Argumentasi dari mereka yang anti kremasi, antara lain (dari berbagai sumber):
1. Kremasi adalah bentuk penghukuman, sebab api adalah simbol hukuman. Contohnya ada di Yosua 7:15, 25.
2. Api adalah lambang neraka dan penghakiman kekal (Why 20:15). Membakar jenasah memberikan kesan bahwa almarhum/ah sedang dibakar seperti di neraka.
3. Bagaimana rasanya membayangkan jenasah orang kita kasihi dibakar?
4. Tubuh adalah Bait Roh Kudus (1 Kor 6:18). Ketika dibakar, itu seperti membakar Bait Suci.
5. Ketika kita melakukan kremasi, kita menyangkal/menghilangkan doktrin kebangkitan tubuh. Ketika Tuhan datang kembali, orang mati akan dibangkitkan. Kalau jenasah sudah jadi abu, bagaimana dia bisa dibangkitkan lagi?
6. Kremasi adalah kebiasaan orang-orang yang tak mengenal Tuhan (kafir).
7. Kremasi tidak menghormati jenasah. Jenasah tidak boleh dirusak.
(Ada ayat-ayat dan contoh-contoh lain yang diberikan yang tidak dicatat di sini, tapi pada dasarnya argumentasinya sudah diwakili di atas)
Argumentasi dari mereka yang pro-kremasi, antara lain (dari berbagai sumber):
1. Api tidak semata-mata simbol hukuman, tetapi juga adalah simbol penyucian. Allah kita adalah api yang menghanguskan (Ibr 12:29). Yesus membaptis kita dengan api (Mat 3:11). Api juga adalah lambang Roh Kudus (Kis 2:3). Jadi, kremasi bukanlah bentuk penghukuman seperti di Perjanjian Lama. Beberapa contoh di Perjanjian Lama adalah orang dibakar dalam keadaan hidup-hidup. Kalau yang begini memang bentuk hukuman. Termasuk juga yang di Wahyu 20:15, di mana yang dibakar di neraka masih bisa mengalami kesakitan itu. Kremasi adalah hal yang berbeda. Yang meninggal sudah tidak bisa merasakan apa-apa yang terjadi pada tubuhnya.
2. Ketika kita meninggal, tubuh kita bukan lagi Bait Roh Kudus. Dia adalah sesuatu yang fana, debu kembali menjadi debu. Tubuh itu juga akhirnya akan membusuk dan habis. Ketika kita bangkit lagi, tubuh kita adalah tubuh kemuliaan (1 Kor 15:44).
3. Membayangkan jenasah orang yang kita kasihi sedang dibakar adalah alasan emosional. Sama juga kalau kita disuruh membayangkan jenasah orang yang kita kasihi membusuk di dalam tanah. Apakah kita mau melihat jenasah yang digali kembali 2 minggu setelah dikubur? Kita pasti tidak mau. Apakah kita lalu melarang penguburan? Tentu tidak. Melarang sesuatu karena alasan emosional tidaklah kuat.
4. Tuhan bisa membangkitkan kita, sekalipun kita hanya tinggal abu. Menyatakan bahwa kita akan susah dibangkitkan Tuhan karena sudah menjadi abu adalah mengecilkan kuasa Tuhan (itu sebabnya argumen ini mulai ditinggalkan oleh mereka yang anti kremasi).
5. Memang kremasi adalah kebiasaan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, tetapi ada banyak hal yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan kita juga melakukannya. Banyak hal yang ditemukan oleh orang ateis kita pakai dengan tenang. Facebook dimulai dan dimiliki oleh Zuckerberg, seorang ateis. Penemu telpon, Alexander Graham Bell, adalah seorang agnostik.
6. Kremasi bisa dilakukan dengan menghormati jenasah.
7. Di negara tertentu, kremasi adalah anjuran pemerintah (umpama: Singapura dan Hong Kong) karena harga tanah yang mahal. Bagaimana kalau orang miskin meninggal dan mereka tidak sanggup membeli tanah kuburan?
8. Bagaimana kalau orang yang mau meninggal memberikan pesan terakhir supaya dikremasi? Harus diikuti atau tidak? Kalau tidak diikuti, itu pesan terakhir seseorang…
9. Tidak ada larangan yang jelas/langsung di Alkitab bahwa kremasi adalah hal yang dilarang.
Jadi, itulah berbagai alasan yang dikemukakan. Kedua kelompok ini tulus dan memiliki argumentasi masing-masing.
Apa panduan untuk jemaat GBI Putera? Usahakanlah pertama-tama, sebisa mungkin, cara penguburan. Tetapi kalau karena sesuatu hal (entah apa alasannya), jenasah dikremasikan, saya tidak melihat ada keberatan yang kuat secara Alkitab. Alasan utama saya adalah: kubur atau kremasi sudah tidak ada hubungannya dengan keselamatan kekal. Keselamatan ditentukan ketika orang tersebut masih hidup, bukan sesudah dia mati. Apapun yang terjadi dengan jenasahnya sudah tidak lagi berpengaruh terhadap keselamatan orang tersebut.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT