Image Background
header
Umum  L  G  B   T
L G B T
LGBT adalah singkatan dari Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender. Terkadang ditambah huruf ‘Q’ di belakangnya sehingga menjadi LGBTQ. Q singkatan dari ‘Queer’. Queer bisa diterjemahkan sebagai ‘aneh’. Tapi di sini diartikan sebagai orang yang tidak jelas dirinya pria atau wanita. LGBT bukanlah topik yang asing atau baru. Di Perjanjian Lama hal ini sudah dibicarakan di kitab Imamat psl 18. Di Perjanjian Baru, hal ini juga disinggung oleh surat Paulus kepada jemaat di Korintus.
Saya merasakan perlunya memberikan pandangan tentang issue LGBT yang menghangat di Indonesia dan seluruh dunia. Di negara bagian North Carolina di Amerika Serikat, ‘pertempuran’ sedang berlangsung saat ini antara pendukung dan penentang hak-hak kaum LGBT. Di hari-hari yang akan datang, topik ini tidak akan meredup, tapi akan semakin kencang, dengan para pendukung LGBT yang akan semakin vokal dan mendominasi. Di Indonesia, kelompok konservatif masih di atas angin. Tetapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari-hari yang akan datang.
Kita perlu memahami bahwa ketika kita berbicara tentang isu LGBT ini, ada satu fakta mendasar yang sering kali tidak terlihat, tapi vital untuk kita memahami apa yang terjadi dan mengambil posisi.
Fakta ini adalah: ada DUA kelompok LGBT. Satu: LGBT praktis. Dua: LGBT politis. Kedua kelompok ini tidak boleh disamakan. Beberapa orang dengan naif membela LGBT praktis tapi tanpa sadar ternyata mendukung LGBT politis.
LGBT praktis adalah orang-orang yang mengikuti gaya hidup LGBT. Mereka bisa lagi dibagi dalam kelompok: yang mau meninggalkan gaya hidup ini, dan yang menolak meninggalkan gaya hidup ini.
LGBT politis adalah sekelompok orang yang memperjuangkan hak-hak LGBT secara politis, sekalipun mereka belum tentu memiliki gaya hidup LGBT. Contoh orang demikian adalah Presiden AS saat ini, Barack Obama. Orang-orang seperti Obama ini tidak hanya mendukung gaya hidup LGBT, tetapi mereka melakukan gerakan politik, dengan memanfaatkan jaringan dan sumber daya mereka, untuk memperjuangkan kesetaraan untuk kaum LGBT, terutama dalam hal pengakuan perkawinan sejenis. Mereka sangat militan dan tidak ragu untuk menekan, menganiaya orang-orang yang dianggap melawan keyakinan mereka. Contoh adalah tukang roti di Irlandia yang digugat ke pengadilan karena menolak membuatkan kue perkawinan gay dengan tulisan mendukung LGBT.
Menghadapi LGBT praktis harus berbeda dengan menghadapi LGBT politis. LGBT praktis harus dihadapi dengan kasih. Di sini gereja harus siap melayani mereka. Alkitab menyatakan LGBT sebagai dosa. Tetapi Alkitab tidak berhenti di situ. Alkitab juga menyatakan ada kuasa dalam nama Yesus yang tersedia untuk mereka yang ingin lepas dari dosa ini. Dosa LGBT tidak ada istimewanya dan tidak boleh diistimewakan. Dia sama dengan orang yang berdosa dengan berselingkuh, merampok, memperkosa, menipu dll. Ini dinyatakan di Alkitab di 1 Kor 6:9-10:
9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, 10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Lalu janji dan kesaksian yang luar biasa ini di ayat 11:
11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.
Jadi, kalau perampok, pencabul, pemabuk bisa berubah, demikianlah LGBT juga bisa berubah, disucikan, dikuduskan, dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah. Saksi yang mengalami perubahan ini banyak tapi tidak bisa saya sebutkan di ruang terbatas ini. Selain itu, pencarian akan adanya gen gay (bahwa orang terlahir sudah jadi gay, dan karena itu, tidak bisa dan tidak boleh diubah) selama ini juga tidak pernah berhasil.
Terhadap gerakan politik LGBT, kita harus mengambil sikap yang berbeda. Kita harus mati-matian menentang gerakan ini. Kenapa? Karena mereka berupaya melegalkan, mempromosikan dan mendukung gaya hidup dosa. Ini beda dengan, umpama, orang berselingkuh. Mereka tidak membuat gerakan politik untuk membenarkan perselingkuhan. LGBT politis memperjuangkan yang namanya ‘Gay Agenda’. Presiden Obama mengeluarkan beberapa kebijakan yang ekstrim untuk mendukung ini:
1. Menunjuk Randy Berry sebagai Utusan Khusus untuk masalah LGBT, dengan tugas khusus memperjuangkan dan mempromosikan hak-hak kaum LGBT di seluruh dunia, terutama tentang legalisasi perkawinan sejenis.
2. Menjadikan perjuangan hak hak kaum LGBT sebagai pilar kebijakan luar negeri AS.
3. Mengaitkan bantuan Amerika Serikat (USAID) dengan kebersediaan suatu negara untuk mengikuti AS dalam masalah LGBT. Kalau tidak mau ikut, bantuan tidak akan dikasih.
4. Memerintahkan berbagai departemen seperti Departemen Luar Negeri, Keuangan, Pertahanan, Kehakiman, Kesehatan, Keamanan Dalam Negeri, USAID, Millenium Challenge Corporation, the Export Import Bank, Perwakilan Dagang AS, dll untuk memonitor, mendukung, menguatkan, mempromosikan, melindungi, membela hak-hak kaum LGBT di seluruh dunia. INILAH YANG NAMANYA GAY AGENDA.
Selain itu, badan PBB, yaitu UNDP, memberikan dana sebesar US$ 8 juta dollar alias Rp 110 milyar untuk memperjuangkan hak-hak LGBT di Indonesia, Tiongkok, Filipina dan Thailand. Proyek ini dimulai Des 2014 sampai Sep 2017 alias masih berlangsung sampai sekarang.
Inilah yang harus kita tentang dan lawan: bukan orang-orang LGBT tetapi agenda politik LGT. Kita wajib mengasihi dan mendoakan kelompok LGBT praktis. Kita harus siap melayani ketika mereka mau bertobat dan meninggalkan gaya hidup itu. Gereja tidak boleh membenci kelompok LGBT praktis. Kasih Kristus harus ada dalam diri kita terhadap orang berdosa, siapapun mereka dan apapun dosa mereka.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT