Image Background
header
Umum L  I  D  A  H
L I D A H
Kondraty Ryleyev adalah penyair Rusia yang berupaya mengkudeta Kaisar Nicholas 1 pada thn 1825. Upayanya gagal dan dia dihukum mati dengan cara digantung bersama-sama dengan rekan-rekannya. Pas digantung ternyata talinya putus sehingga Kondraty dan teman-temannya jatuh. Ketika bangun, Kondraty berkata: “Memang negara kita Rusia sudah parah, bikin tali bagus aja udah nggak bisa!”
Biasanya dalam keadaan seperti ini, terpidana dibatalkan hukuman matinya. Jadi jaksa segera melapor ke kaisar untuk minta petunjuk apakah mereka bisa dilepaskan. Kaisar bertanya sebelum dia mengambil keputusan, “Apakah mereka ada menyampaikan sesuatu?”
Jaksa: “Ya, baginda. Kondraty bilang kita bangsa yang payah, bikin tali bagus aja nggak bisa.”
Kaisar: “Kalau begitu, kita buktikan sama dia bahwa kita bisa bikin tali bagus. Gantung dia sampai mati!”
Dan Ryleyev akhirnya digantung ulang sampai mati. Gara-gara lidahnya, dia yang mestinya lolos akhirnya mati.
Menurut Yak 3:1-12 lidah adalah bagian yang sangat penting dari tubuh kita, bukan dari segi ukuran tapi dari segi dampak. Yakobus memakai 3 ilustrasi untuk menggambarkan lidah itu seperti apa dan kenapa dia harus dikendalikan.
1. Kekang pada mulut kuda. Kuda mau menuruti pengendaranya karena mulutnya sudah dikuasai. Dengan mengendalikan mulut kuda, pengendara menguasai seluruh tubuh kuda.
2. Kemudi pada kapal. Sekalipun kecil sekali dibandingkan dengan ukuran kapal, tapi dia sanggup mengarahkan kapal. Kapal jaman dulu memang digerakkan oleh angin, tapi arah kapal ditentukan oleh kemudi; berarti kapal sampai tujuan atau tersesat, selamat atau kandas, ditentukan oleh kemudi yang kecil itu.
3. Api kecil. Api kecil bisa menghanguskan hutan raksasa. Disini ilustrasi Yakobus berbeda dengan dua sebelumnya. Di sini dia menambahkan satu hal: daya rusak. Begitu api sudah dimulai, dia susah sekali dihentikan, baik itu kebakaran hutan, kebakaran gedung.
Dari Yakobus kita belajar 3 hal:
1. Lidah memiliki kekuatan besar sekali, sekalipun ukurannya kecil. Kekuatannya ini bisa positif bisa negatif. Dia bisa menentukan nasib seseorang dan arah hidup seseorang.
2. Lidah harus dikendalikan, supaya dia tidak merusak.
3. Menguasai lidah sulit sekali, hampir mustahil (ay 7-8). Saya katakan hampir mustahil karena di awal contohnya, Yakobus berbicara ttg kuda dan kapal. Dua-duanya bisa dikendalikan. Tapi dibandingkan dengan kapal dan kuda, lidah itu tidak bisa dikuasai oleh manusia. Maka kita perlu kuasa Roh Kudus untuk menolong kita menguasai lidah kita.
Bagaimana caranya penguasaan lidah ini bisa berjalan?
1. Sadar ada hal yang boleh diucapkan dan ada yang jangan diucapkan. Dari sini kedewasaan dimulai. Orang yang dewasa rohani adalah orang yang menyadari kekuatan kata-kata dan konsekuensi kata-kata yang diucapkan.
2. Menentukan, dengan pertolongan Roh Kudus dan Firman Tuhan, apa yang boleh diucapkan dan juga apa yang jangan diucapkan. Ada jenis kata-kata yang Alkitab larang untuk diucapkan. Kutuk adalah contohnya (Yak 3:9). Yang lain adalah kata-kata yang melukai (Amsal 12:18) dan kata-kata kotor (Ef 4:29).
3. Mengucapkan apa yang boleh diucapkan dan menghindari apa yang jangan diucapkan. Ef 4:29: Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Kata-kata yang membangun semangat, iman dan kekuatan dalam diri seseorang, bukan kata-kata yang melemahkan.
Kalau perkataanmu kotor, itu menunjukkan dirimu kotor.
Kalau perkataanmu negatif, itu menunjukkan dirimu negatif.
Kalau kata-katamu merendahkan orang, itu menunjukkan dirimu rendah.
Siapa dirimu tercermin dari perkataan yang keluar dari mulutmu.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT