Image Background
header
Umum LEMBAH TAK BERUJUNG
LEMBAH TAK BERUJUNG
Berapa lama lagi, ya TUHAN,…? (Maz 89:47)

Lembah Tak Berujung adalah istilah yang saya dengar dari satu orang untuk menggambarkan keadaan rumah tangganya. Dari namanya saja kita sudah bisa menggambarkan apa yang terjadi. Lembah ini berbicara tentang suatu keadaan/masalah di mana jalan keluar tidak terlihat.
Lembah Tak Berujung penuh sesak dengan manusia. Ribuan, jutaan orang pernah melalui lembah ini. Sebagian berhasil keluar, sebagian lagi tertahan di sana. Sebagian baru tiba, sebagian sudah tidak berharap keluar dari sana.
Lembah Tak Berujung rasanya sepi dan menekan. Orang berjalan dengan lesu dan murung. Sebagian berbicara sendiri, sebagian berbicara dengan yang lain. Tetapi lembah itu tetap terasa sunyi. Sebab di sana yang ada hanya pertanyaan tanpa jawaban.
Lembah Tak Berujung gersang dan kering, tetapi terasa sangat dingin. Di situ tempat orang patah semangat berdiam. Sebab di tempat itu, pengharapan tidak berbicara, bungkam.
Lembah Tak Berujung adalah lembah airmata dan keluh kesah. Penghuni di sana punya hanya cerita susah. Beban berat membuat mereka tertunduk. Mereka berjalan dengan punggung membungkuk.
Pernahkah saudara melewati lembah kepahitan ini?
Ataukah saudara masih terjebak di sana?
Seseorang memasuki lembah ini ketika dia merasa bahwa tidak ada jalan keluar dari masalah yang dia hadapi. Makanya dinamakan ‘Tak Berujung’. Mungkin dia sendiri, mungkin ada yang menemani. Kenapa lembah ini tak berujung? Karena jalannya sebenarnya hanyalah memutar-mutar saja. Orang kembali lagi ke posisi semula. Itu sebabnya dia membuat putus asa.
Si A ribut dengan si B, istrinya. Keributan selesai tapi nanti muncul lagi. Nanti ribut lagi, dan selesai, tapi untuk nanti muncul lagi.
Si C bekerja keras membangun usahanya, kehidupannya mulai menanjak. Lalu mendadak satu hal terjadi, usahanya menurun. Dia berupaya lagi membanting tulang. Usaha mulai naik. Lalu terjadi krisis ekonomi, usahanya kembali terpuruk.
Si D mengalami hal yang mirip dengan pekerjaannya. Berputar-putar tanpa ada kemajuan.
Si F mengalami yang sama dalam pelayanannya. Bekerja keras tanpa hasil jelas.
Makanya banyak orang menyerah dan putus asa di Lembah Tak Berujung. Teriakan mereka adalah teriakan yang sunyi … Berapa lama lagi, ya TUHAN,…? (Maz 89:47)
bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." – Mat 4:16
Penghuni Lembah Tak Berujung tidak menyadari bahwa di setiap titik dan belokan di lembah itu sebenarnya tersedia jalan keluar. Pandangan para penghuni dibutakan oleh kesengsaraan dan kepedihan perjalanan hidup mereka. Sebenarnya setiap saat mereka bisa lepas dari kegelapan ini. Jalan sudah tersedia. Terang sudah datang.
Jalan itu namanya ‘pilihan’. Tetap tinggal di lembah adalah suatu pilihan. Meninggalkan lembah juga adalah suatu pilihan. Apakah saudara ingin tetap di lembah atau meninggalkan lembah?
Saudara mulai meninggalkan lembah ini ketika saudara sadar bahwa lembah ini bukan tempat kediaman saudara. Takdir hidup saudara di dalam Sang Terang bukan di lembah tapi di puncak kemuliaan.
Saudara mulai meninggalkan lembah ini ketika saudara sadar bahwa ada hari depan yang penuh pengharapan sedang menantikan saudara di luar lembah.
Saudara mulai meninggalkan lembah ketika saudara memutuskan untuk tidak mau lagi hidup di dalam kepahitan dan kegetiran.
Saudara mulai meninggalkan lembah ketika saudara sadar bahwa ada kuasa Roh yang luar biasa yang akan menolong saudara.
Saudara mulai meninggalkan lembah ketika saudara mulai mengampuni orang-orang yang bersalah terhadap saudara.
Saudara mulai meninggalkan lembah ketika saudara berhenti menyalahkan orang lain.
Saudara mulai meninggalkan lembah ketika saudara mulai mengambil tindakan yang dibutuhkan.
Ambillah satu langkah iman. Mintalah Sang Terang Dunia untuk memancarkan sinar kehidupan-Nya kepada saudara. Sebab Dia berjanji:
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT