Image Background
header
Umum M A L U
M A L U
…Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." (Yoh 8:11)
Noel Biderman menggelari dirinya sendiri ‘The King of Infidelity’ alias ‘Raja Selingkuh’… Mungkin kita semua juga heran kenapa ada orang begini kacau. Noel adalah pendiri situs selingkuh di Internet, Ashley Madison, yang sekarang sudah ditutup (tidak usah coba diakses ya… dan jangan curiga juga. Saya tahu situs ini ditutup bukan karena saya mencoba mengakses, tapi dikasih tahu sama media). Dari kecil, Yahudi Kanada ini hidup dengan hukum Taurat. Tapi dia tidak tertarik dengan hal-hal yang demikian. Menurut dia, Sepuluh Perintah Allah adalah kuno. Noel mengaku bahwa dia tidak pernah berselingkuh, sekalipun dia membantu orang supaya bisa selingkuh. Belakangan ketahuan bahwa dia bohong besar. Selingkuhannya di mana-mana. Yah…begitulah, kalau Sepuluh Perintah Allah dia anggap kuno, berarti bohong juga dia anggap kuno…
Noel mendirikan situs AM untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin selingkuh. Motonya adalah: ‘Hidup ini singkat. Selingkuhlah.’ Dia pikir dia punya ide hebat. Dan ternyata ada 32 juta orang yang mendaftar sebagai anggota! Wuiihh….Noel dapat uang banyak. Lalu beberapa waktu yang lalu, situs itu dibobol oleh sekelompok orang, yang kemudian mengumumkan nama-nama para anggota, lengkap dengan alamat email dan data-data pribadi lain. Noel terpaksa/dipaksa mundur dari jabatannya sebagai presiden direktur. Bukan hanya itu, orang-orang sekarang merancang gugatan hukum terhadap Noel.
Diperkirakan ada lebih dari 400 pendeta atau staff gereja yang namanya tercantum sebagai anggota. Memang 400 dari 32 juta ya tidak banyak. Tapi tetap mengejutkan…
Pdt. John Gibson, umur 56 thn, dosen di Seminari Teologi Baptis New Orleans, termasuk yang namanya diumumkan sebagai anggota situs selingkuh itu. Tidak kuat menanggung malu dan takut, pak pendeta membunuh diri tgl 24 Agustus yang lalu.
Istri Pdt Gibson menyatakan bahwa dia sebenarnya bisa dan akan mengampuni suaminya kalaupun dia tahu terlebih dahulu akan hal itu.
Menyedihkan sekali…
Ketika Yesus dihadang oleh gerombolan yang membawa wanita yang ketangkap basah selingkuh itu, apa yang Dia lakukan sungguh sangat luar biasa. Dia melepaskan wanita ini dari maut. Orang-orang yang menyeret dia ke depan Yesus sudah siap dengan batu. Ancaman mati dengan cara yang mengerikan ada di depan mata. Tetapi juga ada yang lain: rasa malu yang luar biasa.
Sering kali, kita bisa menghadapi kesulitan apapun, tetapi rasa malu adalah hal yang, bagi beberapa orang, sulit ditanggung. Itulah yang terjadi pada Pdt. Gibson. Dia tidak kuat menanggung malu.
Pernahkah sdr mengalami hal yang memalukan? Dibentak di muka umum? Dihina di depan orang lain? BAB atau BAK di celana? Kalau tidak ada yang tahu, masih tidak apa-apa. Tapi begitu ketahuan orang (dan kemudian ditertawakan atau dihina), itu yang sungguh berat.
Kita perlu belajar menghadapi hal ini. Dan Guru Besar kita adalah Tuhan kita sendiri. Dia pernah mengalami rasa malu dan hinaan yang begitu berat, ketika Dia memikul kayu. Kata Ibrani 12:2: …yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
Kalau sdr pernah mengalami penghinaan atau peristiwa yang memalukan, inilah nasihat dari Alkitab:
1. Jika hal ini terjadi karena kita melakukan hal yang baik, kita tidak usah merasa malu. 1 Pet 4:11: Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.
2. Jika itu kesalahan kita, seperti kasus wanita di Yoh 8, marilah kita datang kepada Yesus, Juru Selamat kita. Akui kesalahan saudara di hadapan Dia, maka pengampunan akan diberikan kepada saudara. 1 Yoh 1:9: Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
3. Terimalah pengampunan dari Tuhan. Kata Tuhan Yesus kepada perempuan itu: "Akupun tidak menghukum engkau…
4. Jangan mengulangi lagi kesalahan/dosa yang sama. Cukup satu kali saja. Seperti kata-kata Yesus yang kita kutip di awal artikel ini: Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. Kalau kita terus menerus mengulang peristiwa yang memalukan itu, berarti kita memang mencari gara-gara. Ingat kata-kata Gal 6:7: Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
5. Ampunilah orang-orang yang bersalah, termasuk diri sendiri. Pengampunan sering kali tidak cukup satu kali, tapi harus diulang berkali-kali. Yesus sendiri mengampuni dan mendoakan orang-orang yang menyalibkan Dia. Luk 23:34: Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT