Image Background
header
Umum M  E  R  D  E  K  A
M E R D E K A
Kata ‘merdeka’ adalah kata yang mengaduk-aduk perasaan (emosi) manusia. Setiap kali kata ‘merdeka’ diteriakkan, apalagi dengan suara lantang dan tangan dikepalkan dan kepala tegak, maka para pendengar langsung ikut lantang berteriak: Merdeka! Tidak perduli itu di Indonesia atau di India, Afrika Selatan atau Korea Utara, kata ‘merdeka’ sungguh membuat semangat membara. Bulu kuduk berdiri, air mata mulai muncul.
Tidak hanya emosi saja yang dibangkitkan, tapi memori atau ingatan juga dimunculkan lagi. Bayangan akan kota Bandung dalam lautan api, Surabaya dalam tekanan pasukan penjajah, Ambarawa dan kota-kota lain, bambu runcing, Merah Putih… Gaung lagu Gugur Bunga dan Taman Makam Pahlawan… pokoknya ‘merdeka’ sungguh kata yang menggugah bagi kita dan semua umat manusia.
Tidak ada manusia manapun yang mau hidup terjajah. Semua orang mau merdeka. Dan kita mensyukuri kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan yang terjadi di masa lalu. Kita menghargai pengorbanan dan perjuangan para pahlawan Republik tercinta ini.
Tetapi dari kehidupan manusia, jelas sekali bahwa merdeka dari penjajahan bangsa lain hanyalah salah satu aspek dari kemerdekaan. Masih ada banyak ‘penjajahan’ lain yang terjadi dalam hidup manusia.
Idris Allen, warga New Jersey berumur 38, ditangkap polisi karena merampok toko 7 Eleven. Bukan cuma sekali tapi 4 kali. Dalam 4 hari berturut-turut. Toko yang sama. Idris ketangkap dalam perampokan kali yang ke 4, karena dia tetap memakai baju yang sama ketika merampok ketiga kalinya. Penjaga toko sampai kenal dia. Apa yang dia rampok? Cuma permen dan biskuit. Kenapa merampok? Jawaban Idris sungguh bikin kita mengelus dada: saya suka makan permen yang nggak bayar.
Itu contoh orang yang merdeka, tidak dalam penjajahan oleh bangsa lain, tapi masih dijajah oleh dosa. Sebagian orang mungkin tidak terikat oleh dosa, tapi oleh kebiasaan. Bisa saja itu kebiasaan yang sifatnya netral, seperti terikat dengan HP.
Tanya: berapa anda yang malam sebelum tidur, benda terakhir yang anda pegang adalah HP? Berapa yang tengah malam bangun, mau ke toilet, lalu membuka HP untuk mengecek WA? Berapa yang bangun pagi benda pertama yang anda pegang adalah HP?
(Mungkin ada yang menjawab begini: Pak, saya pegang HP menjelang tidur karena nonton khotbah di Youtube, pegang HP tengah malam untuk baca ayat, pegang HP bangun pagi untuk baca renungan… Yah… puji Tuhan, kalau benar…)
Tapi dalam kenyataannya, manusia terus bergumul dengan berbagai ‘penjajahan’ dalam hidupnya. Terlepas dari apakah orang tersebut mau jadi merdeka sepenuhnya atau tidak, pergumulan ini tidak gampang.
Alkitab memberikan jalan keluar untuk mereka yang ingin merdeka.
Barang siapa ada di dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru. Hal-hal lama sudah berlalu, semuanya telah menjadi baru (2 Kor 5:17). Setiap orang yang di dalam Kristus, harus melihat dirinya demikian: ciptaan baru. Dia sekarang memiliki identitas baru, sekaligus kesempatan baru untuk mengarah hidupnya.
Karena yang lama sudah berlalu, otomatis dia memulai dengan bersih. Dia harus berupaya menjaga kebersihannya itu.
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah. (2 Kor 7:1-2)
Para ciptaan baru diberikan perintah untuk menyucikan diri dan menyempurnakan kekudusan. Jadi ada bagiannya Tuhan, dan ada bagian manusia. Inilah bagian kita manusia. Seperti apa dalam prakteknya?
Jangan mendatangi tempat-tempat yang ada pencemaran. Yaitu tempat-tempat yang kita tahu akan membawa kita kepada dosa. Jauhi tempat-tempat kita pernah terikat dalam dosa. Mungkin bagi orang tertentu, bukan tempat yang harus dihindari, tapi alat tertentu, seperti HP dan laptop. Alat-alat ini mungkin perlu dijauhkan dari diri kita ketika sendirian, karena menimbulkan godaan. Dosa itu nyandu karena dia ada kenikmatannya. Jadi kita harus waspada supaya jangan jatuh lagi.
Tapi cara paling bagus untuk merdeka dari dosa dan ikatan-ikatan lain adalah dengan kita menjadi terikat lagi, tapi kepada hal yang lain.
Rom 6:18: Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
Kalau kita menjadi hamba satu hal, kita tidak akan bisa menjadi hamba dari hal lain yang adalah musuh dari hal yang pertama. Kalau kita hamba dosa, kita tidak bisa menjadi hamba kebenaran. Kalau kita menjadi hamba kebenaran, kita tidak akan bisa menjadi hamba dosa.
Maka, mari berikanlah hidup kita kepada Tuhan. Sepenuh penuhnya. Tidak setengah-setengah. 100%. Bukan 99.99%. Semuanya kita berikan. Masa depan kita. Cita-cita kita. Kenikmatan kita. Kesenangan kita. Termasuk pergumulan kita.
Pertanyaan cuma satu: bersedia atau tidak? Kalau bersedia, maka Tuhan akan memberikan kekuatan.
Merdeka!!
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT